Jumat, April 21, 2017

Mau Datang ke Big Bad Wolf Jakarta? Siapkan Beberapa Hal Ini

Ceritanya tahun lalu saya nggak kesampaian berkunjung ke Big Bad Wolf (BBW) Jakarta 2016. Saat lihat di televisi teryata banyak sekali yang datang. Saya juga ngiler lihat tumpukan buku yang rasa-rasanya pengen saya bawa pulang semuanya. Tapi ya karena nggak datang, akhirnya cuma bisa lihat dari televisi saja. Big Bad Wolf ini pertama kali diadakan tahun 2009 di Kuala Lumpur. Awanya hanya event obral cuci gudang dari berbagai buku yang paling laku dan buku anak-anak hingga buku langka. Diskon yang ditawarkan mulai dari 60 hingga 80 persen. Tahun ini, BBW buka 24 jam sejak pukul 09,00 hingga 24.00 WIB sejak tanggal 21 April hingga 2 Mei 2017.

Nah, pas Komunitas Emak-Emak Blogger membuat pengumuman pembagian tiket masuk VIP, tentu saya pun langsung mendaftar. Tiket VIP ini diberikan oleh Bank Mandiri. Alhamdulillah saya langsung mendapat tiket ini. Jadi, tiket VIP ini berarti kita dapat datang sebelum BBW dibuka secara resmi. Satu tiket VIP berlaku untuk dua orang dewasa dan anak-anak di bawah usia 12 tahun.
 
Horee tiket VIP (berasa orang penting, Padahal ;p)

Rabu, April 19, 2017

Pengalaman Mengonsumsi Bakso Bom Mas Erwin Wonogiri

Awal bulan April 2017 saya mendapat informasi tentang adanya Bakso Bom Mas Erwin Wonogiri. Saya penasaran dengan rasa bakso yang ditawarkan. Apakah rasanya ‘meledak’ seperti nama baksonya, atau sensasi apa yang kemudian ditawarkan oleh Bakso Bom Mas Erwin. Tak sabar, saya kemudian mencari langsung informasi melalui akun instagram @baksobom. Melihat foto-foto yang ada di instagram saja sudah sangat menggugah selera. Tak hanya itu saja, saya juga membaca banyak komentar positif serta ekspresi puas setelah mengkonsomsi Bakso Bom Mas Erwin Wonogiri. Siapa yang tak tergiur?. Bakso merupakan makanan yang tak mengenal musim dan sangat digemari oleh berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa. Makan bakso pun bisa kapan saja karena makan bakso tak mengenal waktu. 

Saking penasaran, saya langsung berkunjung langsung ke outlet Taman Galaxy Bakso Bom Mas Erwin yang terletak di Jl Taman Galaxy blok H5 (seberang Pegadaian) Pekayon Jaya Bekasi Selatan pada hari Senin 10 April. Kebetulan, saya juga barencana untuk berencana menemui sahabat saya yang berdomisili di Jatiasih, Bekasi. Jadi biar sekalian saja ke Bekasi.

Bakso Bom MAs Erwin Wonogiri

Sabtu, April 15, 2017

Dukungan Suami Kepada Istri

Suami saya adalah tipe pria yang membebaskan saya mewujudkan keinginan. Dia tak pernah mengekang. Setiap kali saya mengajukan suatu keinginan, saya selalu berkomunikasi dengannya. Komunikasi demi komunikasi yang kemudian menjadikan komitmen dalam pernikahan kami menjadi kuat. Suami saya memberikan dukungan nyata untuk saya mengaktulisasikan diri.

Sejak dulu saya adalah perempuan aktif berkegiatan dan hampir selalu keluar kota. Dua minggu sebelum menikah, saya harus bertanggungjawab melaksanakan malam perayaan ulangtahun organisasi yang dihadiri Wakil Presiden. Setelah acara organisasi selesai, saya kemudian terbang ke Malaysia untuk menghadiri perayaan ulangtahun Malaysia. Seminggu setelah menikah, saya harus terbang ke Riau untuk meliput. Saya sempat berpikir, sampai kapan suami saya akan bertahan dengan cara kerja saya seperti ini. Pekerjaan saya sebagai jurnalis memang mau tak mau membuat saya seringkali bepergian. Sedangkan untuk meninggalkan profesi jurnalis sungguh terlalu berat bagi saya.

Alhamdulillah selalu bersama

Selasa, April 11, 2017

Mencoba Kelezatan Mie Korea Arirang

Makan mie Korea? Hmm ... setiap kali ingin mencicipi rasanya, tapi kemudian urung dilakukan. Bagaimana nggak? Mencicipi mie Korea berarti harus datang ke Korea untuk mencicipi langsung ongkos perjalanannya saja sudah tergolong mahal. Akhirnya batal deh makan Mie Korea. Eitss, tapi itu dulu. Sekarang, makan mie Korea tak perlu jauh-jauh ke Korea. Mie Korea sekarang sudah ditemui di Indonesia. Produk terbaru adalah Arirang. Arirang merupakan produk mie instan Korea yang telah mendapat sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahan baku adalah campuran dari bahan import dan lokal yang telah melalui pemilihan dengan syarat kehalala MUI. Jadi, saya tak perlu kuatir lagi mengkonsumsinya. Mie Arirang ini memiliki konsep dan teknologi korea tapi merupakan produksi Indonesia. 

Informasi soal mie instan Arirang ini pertama kali saya ketahui dari teman saya. Kepada saya ia menawarkan agar saya mencoba langsung mie Arirang ini. Arirang telah tersedia di Supermarket Hero, Foodmart hingga toko buah modern seperti All Fresh, Total, dan lain-lain. Selain itu, Arirang juga dapat dibeli onlie dengan menghubungi langsung pengelola Arirang melalui whatsapp, facebook, instagram atau website Arirang. Arirang tersedia dalam tiga varian rasa yakni Arirang Hot-Hot, Arirang Noodle Soup Bone Marrow (Mie Instan Kuah Sup Sum-Sum) dan Arirang Tasty Chicken Fried Noodle (Mie Instan Goreng Rasa Ayam). Harganya juga terjangkau yakni Rp 10 ribu per pcs. Tak menunggu lama, saya langsung mencoba tiga varian Arirang.

Tiga pilihan rasa Arirang 

Senin, April 10, 2017

Tidak Ingin Lembur Setiap Hari ? Cobain Cara Ini Agar Bisa Pulang Tepat Waktu


Sebagai karyawan, tentu saya dituntun untuk bekerja sesuai kewajiban dan tanggungjawab. Saya mengira itu hal yang sama juga yang dirasakan oleh semua karyawan. Jadi, semakin tinggi posisi/jabatan yang dimiliki tentu tanggung jawab yang dipikul juga semakin besar dan menguras pikiran dan fisik. Bawaannya stres jika tak mampu mengolah pekerjaan dengan baik. belum juga istirahat, bos sudah memanggil. Pas lagi istirahat, pekerjaan datang tiada henti. Tentu ada yang pernah merasakan seperti itu. 

Mau protes? Ya silahkan. Tapi, dalam dunia kerja, hal apapun bisa terjadi sehingga setiap karyawannya dituntut secara profesional untuk bisa melakukan pekerjaan dengan efektif. Kemampuan melakukan multi-tasking, bekerja di bawah tekanan, termasuk jika harus disuruh lembur walaupun dirasa esoknya pekerjaan itu masih bisa dilakukan. Apalagi buat saya yang selalu bekejar-kejaran dengan deadline. Deadline terasa tak setiap hari, tapi setiap menit. 
 
Kerjaan menumpuk

Minggu, April 09, 2017

Yuk, Keluarga Minum Susu Sekarang

“Nak, yuk minum susu biar cepat tinggi”
“Minum Susu biar sehat selalu”
Dua kalimat anjuran itu kerap kali kita dengar saat membahas tentang manfaat meminum susu. Namun minum susu tak hanya agar tubuh sehat dan badan cepat tinggi. Masih banyak manfaat minum susu yang teryata bermanfaat bagi tubuh. Informasi ini saya peroleh saat menghadiri Kampanye ‘Saatnya Keluarga Minum Susu Sekarang!’ oleh Frisian Flag yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 April 2017. Saat mendapatkan undangan menghadiri acara itu saya tertarik karena ingin tahu banyak tentang manfaat susu. Apalagi anak saya yang berusia 7 tahun sangat suka minum susu.

Hiasan cantik di acara

Jumat, April 07, 2017

Mau Lancar Berbahasa Inggris? Lakukan Cara-Cara Ini!

Saya senang jika mendengar ada yang berbahasa Inggris dengan fasih. Apalagi ucapan bahasa Inggris yang disampaikan dengan penuh percaya diri dan lancar. Pernah saat naik commuterline, saya mendengar ada yang asyik bercakap-cakap dengan bahasa Inggris. Pas saya cari asal suara, teryata seorang anak muda sedang bercakap dengan seorang turis. Anak muda itu fasih menjelaskan bahasa Inggris tentang sistem transportasi di Indonesia.

Sekarang, banyak perusahaan yang memberikan apresiasi lebih jika ada karyawannya mahir berbahasa Inggris. Nah karyawan seperti itu yang kerap kali dikirim ke luar negeri untuk menghadiri kegiatan yang teryata sangat bermanfaat bagi perkembangan diri. Bahasa inggris merupakan bahasa yang banyak dipakai di berbagai belahan dunia. Penggunaan bahasa inggris juga sering digunakan di lingkungan kerja sampai kehidupan sehari-hari kita. Alhasil, banyak yang kemudian berlomba-lomba untuk dapat belajar bahasa Inggris.
 
Sumber foto : pixabay.com

Rabu, April 05, 2017

Menjaga Kesehatan dari Lingkungan Berdebu dan Kotor


Saya adalah pengguna angkutan umum. Setiap hari, berangkat dan pulang kantor saya menggunakan kendaraan umum. Dari rumah, saya menggunakan sepeda motor. Tahu sendirilah menggunakan sepeda motor ini berpotensi sekali terkena debu kotor. Apalagi jalan yang saya lewati adalah jalan raya yang sangat penuh lalu lalang kendaraan.

Biasanya saya memilih untuk menggunakan masker atau penutup muka agar debu tak menempel. Tapi seringkali tidak digunakan karena terlupa. Jika ini yang terjadi, muka saya bakalan kotor dan penuh debu.  Lingkungan yang berdebu dan kotor tak hanya saat naik motor saja. Saat berjalan kaki dari stasiun ke kantor, saya harus terpapar debu yang terbawa angin. Apalagi kalau banyak angkutan umum yang ngetem di depan pasar Palmerah (tempat saya lewati), asap knalpotnya benar-benar menyiksa.  Berulangkali saya mencoba untuk menghalau agar debu tak langsung terpapar pada diri saya, tapi tak mudah.
Olahraga untuk Menjaga Kesehatan. Sumber : pixabay

Selasa, April 04, 2017

Kampanye Easy Gembira Membuat Hati Gembira

Sudah lama sekali menyukai kegiatan olahraga. Setelah olahraga, badan terasa lebih  ringan dan segar. Saat masih jaman SMA hingga kuliah saya masih mengikuti olahraga bela diri agar tubuh selalu fit. Bahkan masih mengikuti kejuaraan hingga ke luar kota. Setelah menikah, kegiatan olahraga bela diri hampir tak pernah saya ikuti. Sebetulnya ingin kembali olahraga bela diri seperti masih belum menikah. Tapi entah mengapa terasa agak segan. Badan sudah terasa tak segesit dulu. Cari tempat olahraga bela diri yang dekat rumah pun tak mudah. Kalau pun ada, jaraknya lebih jauh dan olahraganya di malam hari. Bagi ibu bekerja seperti saya, benar-benar harus dapat mengatur waktu.

“Ummi coba cari aktifitas olahraga lain aja,” kata suami. Saya kemudian beralih ke olahraga senam. Saya membeli baju olahraga hingga sepatu khusus olahraga. Dulu saya selalu berangkat senam dengan tetangga yang kebetulan juga senang olahraga senam. Awal-awal saya masih giat berolahraga. Datang tepat waktu dan selalu semangat mengikuti gerakan sesuai irama. Badan juga jadi lebih enteng dan wajah saya lebih berseri. #Ehem ..
Sumber foto : brilio.net
Semuanya kemudian berubah saat asisten rumah tangga (ART) mengucapkan satu kalimat yang selama ini menjadi momok ibu bekerja. Enam tahun bekerja kemudian suatu saat ia berkata, “Bu, saya ijin nggak kerja dengan ibu,” katanya sambil nangis. Saya sempat menanyakan alasan mengapa dia keluar. Tapi dia hanya diam. Walau sudah dirayu agar dia kembali bekerja, tapi tetap saja tak mengubah pendirian. Dia tetap keukeuh keluar. “Waduh, kegiatan senam jadi terancam nih,” kata saya kala itu.

Dan benar saja. Keluarnya ART saya berimbas panjang. Pekerjaan rumah tangga terabaikan. Saya yang biasanya hanya membantu ia memasak dan mengurus anak saat di rumah kini harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang bagi saya menyulitkan. Pekerjaan rumah tangga itu bernama mencuci. Untuk urusan setrika saya serahkan ke suami yang lebih merasa hasil setrikaan dirinya lebih tapi daripada saya.

Ribet kan?. Sumber foto : brilio.net
Saat libur kerja saya mencuci baju di pagi hari. Ada pakaian yang saya cuci di mesin cuci. Tapi ada juga pakaian yang harus dikucek. Tapi tetap saja menghabiskan waktu. Misalnya nih, bangun pagi langsung saya memasukkan baju ke mesin cuci dan merendam baju-baju kotor di ember. Namun saya nggak bisa meninggalkan pakaian kotor begitu saja. Mau nggak mau ya harus ditungguin. Baju kotor harus dikucek dan ini tentu menghabiskan waktu. Terkadang sudah merendam baju dengan harapan noda-noda bandel menghilang. Eh malah gagal. Noda-nodanya masih tetap lengket di baju. Mau tak mau ya harus berulangkali di kucek agar noda bandel beneran hilang.Walau menggunakan mesin cuci pun, noda bandel pun masih tetap ada. Bete kan? Iya pasti. Bisa makan waktu hampir satu jam untuk membersikan baju kotor 5 anggota keluarga.

Oke, itu baru satu proses. Setelah mencuci, otomatis harus dibilas kan? Nah untuk proses membilas ini pun menghabiskan waktu. Mulai dari mengisi air di ember saja sudah membutuhkan 10 menit. Lalu baju harus dibilas dua hingga tiga kali agar benar-benar bersih. Kegiatan mencuci benar-benar menghabiskan tenaga dan waktu.

Dampaknya saya menjadi tak bersemangat untuk mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Terkadang urusan masak saya serahkan ke suami yang juga amat senang masak (Terima kasih, Bap!). Tapi ya tentu saja tak setiap hari suami saya masak sehingga saya pun harus ‘turun dapur’. Jadi, boro-boro mau olahraga!. Waktu saya kemudian lebih banyak di urusan mencuci baju, membersihkan rumah. Pekerjaan rumah tangga tak kunjung habis!. Namun hidup bukankah selalu penuh perjuangan? #Ehem.  

Suatu hari saat berbelanja bulanan bersama suami, saya ditawari deterjen Easy, deterjen unggulan asal Jepang persembahan PT Kao Indonesia. “Bu, pakai deterjen ini bersihnya jadi lebih enteng,” kata Mba SPG berpromosi. “Kok bisa?,” kata saya. Sebetulnya saya pura-pura cuek tapi saya ingin bebas dari kegiatan mencuci yang menghabiskan tenaga. Jadi ya saya dengarkan saja Mba SPG itu menjelaskan panjang lebar. Jadi kata si Mbak, dengan mengggunakan deterjen Easy hanya cukup satu kali tuang, satu kali kucek dan satu kali bilas. “Satu kali bilas ini setara dengan tiga kali bilas deterjen lain. Mencuci pakaian serasa dibantu kekuatan 10 tangan,” kata si Mbak SPG.

“Wah, kalau pakai deterjen Easy mencuci jadi lebih enteng sehingga saya bisa olahraga lagi,” pikir saya. Setelah mengucapkan terima kasih karena penjelasannya, saya pun langsung membeli deterjen Easy. Sampai di rumah, saya langsung mempraktekkan penjelasan Mba SPG itu. Saya pisahkan baju berwarna lalu saya tuang Easy satu kali, saya kucek sekali dan bilas sekali. Hasilnya? Pakaian lebih bersih dan lebih cepat dilakukan. Bohong banget kan kalau saya tak gembira dengan hasil yang memuaskan seperti ini?.

Bahagia karena pekerjaan mencuci menjadi lebih enteng
Nah, sisa waktu yang saya miliki kemudian saya gunakan untuk mengikuti kegiatan “Easy Gembira”. Kegiatan Easy Gembira ini merupakan kampanye Easy Gerakan Mencuci Gembira. Dari mana saya bisa tahu kampanye ini?. Ya berkat media sosial dan media televisi dan media online saya jadi tahu bahwa Maret 2017, PT Kao Indonesia memperkenalkan kampanye ini. Kampanye ini berfokus pada pemberdayaan perempuan. Jadi, perempuan bisa dapat memaanfaatkan waktu luangnya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi para perempuan agar dapat meluangkan waktu luangnya dengan menikmati kegiatan olahraga yang menyenangkan seperti senam Easy Gembira yang gerakannya fun, easy dan impactful.

Kegembiraan Ibu-Ibu Juara 2 dari Pasar Manggis. Sumber foto : Facebook Easy Gembira
Kampanye Easy Gembira ini menghadirkan kompetisi senam yang mempertandingkan sekitar 4000 perempuan di 20 titik di Jakarta. Kegiatan ini didukung langsung oleh artis dan instruktur senam profesional yakni Liza Natalia. Liza Natalia saat diwawancara media mengatakan bahwa saat diajak bekerja sama, ia dan tim langsung setuju dan sangat antusias untuk memberikan dukungan. “Apalagi senam sudah menjadi passion sekaligus keahlian saya,” kata Liza Natalia.

Associate Vice President Fabric & Home Care PT Kao Indonesia, Susilowati, mengatakan bahwa perempuan cerdas menggunakan waktu luangnya untuk melakukan kegiatan aktualisasi diri terutama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran. Nah, program ini teryata juga mendapat dukungan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara. 

Dukungannya nyata :)
Kompetisi senam Easy Gembira ini nantinya akan mempertandingkan perwakilan para grup pemenang dari 20 titik itu pada tingkat final yang rencanannya akan diselenggarakan pada tanggal 9 April 217 di Mall Artha Gading, Jakarta Utara.

Penasaran, saya langsung membuka laman Facebook Easy Gembira (@easygembira) yang berisikan proses kompetisi serta foto-foto kegiatan. Di laman facebook itu tampak ibu-ibu bergembira senam bersama sambil mengikuti gerakan Easy Gembira. Setelah senam, mereka pun tampak asyik berfoto-foto bersama rekan-rekannya. Tak ada tampang murung atau gelisah karena semuanya tampak bahagia. Saya ingin kebahagiaan itu menular kepada saya sehingga saya memilih untuk menonton langsung video tutorial yang diajarkan langsung oleh Liza Natalia.


Irama musiknya menurut saya pas. Tak terlalu cepat dan tak terlalu lama. Gerakannya pun mudah dilakukan dan dilakukan berulang sehingga tak ada kesulitan menghafal gerakan itu. Lalu bagaimana dengan liriknya? Liriknya pas dengan kampanye yang saat ini dilakukan PT Kao Indonesia bahwa cucian enteng dan hati pun menjadi gembira. Kuatir tak bisa mengikuti gerakan? Tenang saja, di video itu juga ada step by step gerakan Easy Gembira.

Setelah mengikuti gerakan senam itu, hati menjadi gembira karena salah satu manfaat olahraga selain untuk kesehatan, juga untuk kegembiraan. Apalagi jika dilakukan secara bersama-sama. Hati yang gembira teryata menular pada keseharian. Saya melakukan kegiatan rumah tangga lainnya dengan semangat. Tak hanya itu saja, tubuh yang sehat juga membuat saya bisa melakukan kegiatan lainnya seperti ngeblog atau bermain bersama anak. Saya merasa semakin bahagia ketika suatu hari suami berkata,”Ummi sekarang makin bahagia”. Ehem .. Ehem .. Yap, semua berkat Easy. Mencuci menjadi lebih enteng sehingga bisa melakukan kegiatan olahraga yang membuat hati gembira dan bahagia.

Apa yang teman lakukan agar pekerjaan rumah tangga dilakukan dengan hati gembira?




     

Sabtu, April 01, 2017

Yello Hotel Manggarai Review

Nginap di hotel berbintang hanya bayar Rp 1? Ah jaman segini mana ada yang percaya?
Itu pula yang saya rasakan saat ada informasi Yello Hotel Manggarai membuka promo bernama Pay As Your Wish (bayar sesukamu) mulai dari Rp 1. Informasi awal saya dapatkan dari grup Facebook Pemburu Tiket Promo. Jadi, untuk menginap memang ada promo Rp 1 tapi untuk breakfast dikenai biaya Rp 75 ribu per orang sedangkan untuk anak di bawah usia 12 tahun, gratis. Sebelumnya, promo ini juga diberlakukan di Yello Hotel Harmoni Jakarta. Tapi saya nggak mendapatkan informasi soal promo di hotel itu.  Yello Hotel ini berada di satu manajemen dengan Haris Hotel dan Pop Hotel karena termasuk dalam Tauzia Hotel Management Family. Yello Hotel Manggarai adalah hotel bintang tiga yang telah dibuka pada 27 Maret 2017. Hotel ini memiliki 102 kamar serta empat ruang meeting yang mampu menampung 15-100 orang. 
 
Suasana saat sarapan pagi

Selasa, Maret 28, 2017

Mengembangkan Semangat Berwirausaha

Memilih berwirausaha bagi saya adalah pilihan yang tak mudah. Mungkin karena saya tak memiliki jiwa wirausaha sehingga selalu gagal walau baru berniat memulai usaha. Belum mulai saja sudah mundur. HIhiii. Memulai usaha itu harus dilakukan orang yang tak mudah menyerah. Seperti teman blogger saya yang bernama Ria Mustika Fasha.

Sebelum menikah, ia termasuk perempuan yang cukup aktif di kampus dan di dunia kerja. Mulai dari menyambi sebagai penyiar radio Jazirah FM, jualan kreasi flanel, jualan pin, jualan pulsa, buka rentalan, hingga mengajar les private hingga pukul 21.00 WIB. Semua itu dilakukan untuk mendapatkan tambahan uang kuliah. Saya nggak tega kalau minta ke orangtua walaupun ibu dan ayah selalu mengusahakan yang saya butuhkan untuk pendidikan,” kata Mba Ria, panggilan akrabnya.
Mba Ria sekeluarga. Sumber foto : facebook 

Minggu, Maret 26, 2017

Rumah di Kawasan Kelapa Gading

Saya ingat pernah bersama keluarga ke kawasan Kelapa Gading untuk berburu kuliner. Kedatangan kami ke kawasan Kelapa Gading karena salah seorang teman mengatakan ada pusat makanan enak yang menjual makanan yang menjadi kesukaan saya yakni Coto Makassar. Karena sudah sangat lama tak ke kawasan Kelapa Gading, butuh waktu bagi kami buat menerka-nerka perjalanan. Untunglah, saat tiba di rumah makan tujuan, walaupun banyak orang tapi menu makanan pilihan kami tersedia dengan cepat. Soal rasa, mmh benar-benar enak.

Sepulang dari rumah makan, kami tak langsung pulang. Mumpung di Kelapa Gading, kami pun berkeliling melihat beberapa kawasan perumahan yang tak jauh dari rumah makan. Kawasan Kelapa Gading memang merupakan salah satu kawasan elit yang menjadi incaran para konsumen. Banyak orang yang berpindah rumah bahkan ada yang membeli rumah ataupun menjual rumah dijual di Jakarta. Di kawasan ini pula, banyak rumah yang dijual.
 
Sumber : pixabay.com

Kamis, Maret 23, 2017

Manajemen ASI Perah Bagi Ibu Bekerja

Keinginan untuk memberikan ASI (Air  Susu Ibu) sudah saya lakukan sejak awal kehamilan. Saya kemudian mencari informasi tentang manfaat memberikan ASI, cara memberikan ASI dan banyak artikel penunjang lainnya. Namun semuanya tak semudah yang saya kira. Ketika Ayyas lahir, ASI tak kunjung keluar sehingga saya sempat putus asa. Namun berkat usaha dan dukungan dari keluarga, terutama suami, saya pun bisa memberikan ASI kepada Ayyas.

Kala itu, saya juga berniat untuk dapat memberikan ASI walaupun masuk kerja. Satu setengah bulan sebelum masuk kerja, saya pun bertekad menabung ASI untuk Ayyas. Langkah awal yang saya lakukan adalah membeli botol kaca yang dapat menampung ASI. Saya memilih membeli botol kaca melalui online shop. Jujur, awal membeli botol kaca saya kuatir botol kaca yang saya beli terlalu banyak karena waktu itu saya merasa ASI saya masih kurang. Tapi tekad sudah kuat untuk memberikan ASI membuat saya mengabaikan kekuatiran saya itu.
 
Sumber : pixabay.com

Senin, Maret 20, 2017

Perhatikan Ini Sebelum Membeli Karpet

Minggu kedua bulan Maret 2017, rumah saya kedatangan keluarga besar dari Kudus, Bekasi dan Parung. Bogor. Dari Kudus, ada delapan orang, Bekasi ada lima orang dan Parung dua orang. Belum termasuk anggota keluarga saya lima orang. Jadi, total ada 20 orang yang berkumpul di rumah kami. Kedatangan keluarga besar itu terkait rencana keberangkatan Mertua dan adik-adik ipar saya yang akan melangsungkan ibadah umrah. Saat datang, suami langsung mengeluarkan satu karpet besar dan dua karpet berukuran sedang. Satu karpet urusan besar diletakkan di ruang televisi. Sedangkan dua karpet lainnya diletakkan di ruang tamu dan ruang keluarga. Karpet itu kemudian menjadi tempat berkumpul yang santai bersama keluarga besar. Namun tak semua anggota keluarga kebagian duduk di atas karpet. Beberapa akhirnya memilih duduk langsung di atas lantai tanpa karpet.

Setelah kumpul-kumpul keluarga selesai, tiba waktunya untuk membersihkan karpet. Awalnya, karpet dibersihkan dari debu-debu yang menempel. Saya dan asisten rumah tangga bernama Mba Nah memilih untuk mengusir debu dengan menggunakan vacuum cleaner. Setelah itu, karpet masih tetap dibersihkan dengan sapu lidi agar debu benar-benar bersih dari debu. Kemudian, karpet di jemur di taman agar mampu menghilangkan kuman-kuman. Biasanya saya menjemur karpet bisa lebih dari 2 jam, tergantung besar kecilnya karpet.

Karpet yang aman buat keluarga. Foto : pixabay.com

Sabtu, Maret 18, 2017

Apartemen Grand Taman Melati 2 Margonda, Apartemen untuk Mahasiswa


Walaupun tercatat sebagai warga Pasar Rebo, Jakarta Timur, saya lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga di Depok. Bahkan setiap hari, saya selalu naik menitipkan motor di kawasan Pondok Cina, Depok. Maklum, rumah saya berbatasan dengan kawasan Depok sehingga menuju Depok terasa lebih dekat daripada harus ke Jakarta Timur. 

Depok boleh dikatakan sebagai kota penyangga Jakarta. Banyak orang yang tinggal di Depok namun beraktifitas di Jakarta. Apalagi harga rumah di Jakarta kini kian tak terjangkau. Di satu sisi, Depok menawarkan segala kemudahan dan fasilitas yang semakin lengkap. Untuk pendidikan, Depok memiliki Universitas Indonesia (UI). UI merupakan universitas terbesar dan terbaik di Indonesia. Depok tak hanya memiliki UI, tapi beragam universitas swasta yang terbaik juga berada di Depok. Kelengkapan fasilitas pendidikan kemudian ditunjang juga dengan fasilitas lain seperti pusat pembelanjaan hingga pusat pelayanan kesehatan.

Salah satu sudut apartemen

Rabu, Maret 15, 2017

Tips Menjual Rumah Bekas

Sudah dua bulan ini teman saya berusaha menjual rumah. Kepada saya, ia mengaku telah mempromosikan rumah melalui media sosial, hingga ke surat kabar. Tapi rumah yang ingin dijualnya tak kunjung laku. Rumah yang kini ia tempati rencananya akan dijual karena ia akan mengikuti suami pindah kota. “Mau dikontrakkan tapi kuatir tak ada yang mengawasi,”ungkapnya.

Namun rumah yang hendak ia jual bukan berarti tak ada calon pembeli. Sudah berulangkali calon pembeli datang dan melihat rumah itu, tapi semuanya tak membuahkan hasil. Ada yang beralasan tak cocok harga. Ada lagi yang beralasan rumah itu harus direnovasi karena banyak kerusakan dan banyak alasan lainnya. “Aku jadi binggung bagaimana ya biar rumah ini laku,” katanya kepada saya. Menjual rumah bekas ini memang tak mudah. Karena bagaimanapun membeli rumah itu ibarat mencari jodoh. Kalau cocok ya dibeli, kalau tak cocok ya mau tak mau tidak mungkin di beli. Saya ingin berbagi beberapa tips yang mungkin bisa digunakan agar rumah bekas bisa laku terjual.
 
Sumber : pixabay,com

Senin, Maret 13, 2017

Pengalaman Perawatan Wajah di Dr Nurul Clinic


Keluhan saya tentang kulit wajah adalah komedo dan wajah belakangan terlihat agak kusam. Pori-pori wajah saya juga agak besar. Terutama di dekat hidung. Mungkin karena beberapa bulan saya kerap bepergian. Teriknya panas matahari tak pernah saya hiraukan. Seringkali saya GR bahwa kulit wajah saya tak akan mengalami masalah. Teryata, kulit wajah saya semakin muncol komedo bandel dan ada bayangan hitam di pipi. Panik? Iya tentu saja. Padahal, walaupun kerap kali bepergian, saya selalu menyempatkan sebulan sekali membersihkan wajah di salon. Bagi saya, wajib hukumnya untuk facial di salon.
Mejeng di Dr Nurul Clinic
Tapi facial tampaknya tak terlalu beperngaruh pada kebersihan kulit wajah saya. Saat menghadiri launching Dr Nurul Clinic di Jalan Mohammad Kahfi II No 9F, Jagakarsa, Jakarta Selatan, saya mendapat kesempatan untuk berkonsultasi dengan Dr Nurul. Kepada Dr Nurul, saya sampaikan problematika kulit wajah saya. Setelah konsultasi, saya diberikan kosmetik yang terdiri dari white cream, night cream, serum dan obat pembersih muka untuk kulit wajah kering. “Jangan lupa pakai sunblock,” kata Dr Nurul. Nah soal sunblock ini memang saya kerap lupa.

Jumat, Maret 10, 2017

Menciptakan Sejuta Peluang Bersama Tupperware

Rabu sore tanggal 8 Maret 2017, showroom Tupperware di lantai 3 Mall Taman Anggrek, Jakarta Selatan, penuh sesak. Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye #TupperwareSejutaPeluang. Peringatan Hari Perempuan Internasional ini sekaligus merupakan upaya agar ketidaksetaraan jender dapat teratasi.

Tupperware Indonesia meluncurkan kampanye #TupperwareSejutaPeluang dengan harapan agar dapat membuka kesempatan bagi satu juta perempuan untuk belajar mandiri, percaya diri dan berani mewujudkan impiannya untuk menjaid lebih baik. Selama 26 tahun hadir di tanah air, Tupperware memiliki keyakinan bahwa kepercayaan diri adaah kunci mendorong pemberdayaan (empowerment) dan pembangunan bisnis atau perekonomian bagi perempuan. Bu Nining W.Pernama, President Tupperware Indonesia & Vice President Sales Development Asia Pasicif mengatakan bahwa kampanye #TupperwareSejutaPeluang, akan membuat perempuan Indonesia semakin maju dan berkembang tak hanya untuk dirinya, melainkan keluarga dan lingkungan sekitar. Kini, sebanyak lebih dari 200 ribu independent sales force dari Sabang hingga Merauke berkembang bersama Tupperware.

Keseruan kampanye #TupperwareSejutaPeluang

Rumah Dijual di Karawaci

Di jaman yang serba modern ini, siapa yang tidak menginginkan memiliki rumah sendiri. Rumah sendiri adalah suatu keharusan bagi siapa saja yang memiliki penghasilan sendiri, khususnya bagi mereka yang telah berumah tangga. Untuk mencari rumah di Jakarta sekarang teramat susah. Kalaupun ada, harganya sangat mahal sehingga tak mampu dijangkau karyawan perkantoran yang bergaji pas-pasan.

Alhasil harus mencari rumah yang di luar Jakarta. Salah satu pilihan ya mencari rumah di pinggiran Jakarta. Misalnya di Tangerang. Nah , salah satu daerah yang menjadi incaran adalah Karawaci. Karawaci adalah sebuah kecamatan yang terletak di kota Tangerang, Banten. Ada 16 kelurahan di dalamnya. Meskipun wilayah kecamatan, Karawaci memiliki gedung-gedung tinggi tanda kemajuan perekonomian.
 
Edit canva.com

Kamis, Maret 09, 2017

Nongkrong Asyik di Kafe Kongkow Depok

Asyiknya sebagai blogger, walaupun jarang bertemu tapi kerapkali sudah merasa akrab. Apalagi sudah bertemu walau hanya sekali, segala omongan terasa nyambung. Padahal saya jarang menghadiri acara blogger. Namun berkat blogwalking, ikut-ikutan komen di status facebook teman, ngobrol melalui whatsapp, terjalin kedekatan.

Termasuk dengan beberapa teman blogger yang tinggal di kawasan Depok, Jawa Barat. Karena merasa akrab, akhirnya diputuskan untuk bertemu di sebuah kafe di kawasan Depok. Sekitar 20 teman blogger dijadwalkan ngumpul di Kafe Kongkow pukul 14.00 WIB pada dari Jumat pekan lalu. Sekalian untuk membahas masa depan Blogger Depok. #Eaaaa
 
Sebagian teman lagi nongrong :)

Selasa, Maret 07, 2017

Review Pond's Age MIracle Untuk Kulit Tampak Lebih Muda


Bulan ini tak terasa, usia saya bertambah. Bertambahnya usia mau tak mau mempengaruhi perkembangan kulit, terutama kulit wajah. Pada usia 30-an, penuaan dini menjadi masalah yang kerap terjadi. Produki kolagen secara alami semakin menurun. Akibatnya, kulit mulai keriput halus dan mengendur karena tak lagi elastis. 

Saya pernah membaca artikel di Kompas.com. Dalam artikel itu disebutkan kalau banyak penyebab utama penuaan dini. Mulai dari stres, merokok atau megkonsumsi alkohol. Sinar matahari teryata memiliki kontribusi besar dalam memperburuk kondisi kulit wajah. Ciri-ciri penuaan dini atara lain, muncul kerutan di ujung mata, timbul flek hitam dan kulit bertambah kering karena epidermis rusak sehingga tidak bisa menahan air yang banyak menguap.
 
Pond's Age Miracle 

Minggu, Maret 05, 2017

3 Tempat yang Ingin Saya Kunjungi di Hong Kong

Saya pernah bermimpi menginjakkan kaki di Hong Kong. Impian itu berawal dari buku-buku yang saya baca, tayangan film yang saya tonton dan dorongan tante yang pernah berkunjung ke Hong Kong. Beberapa tahun lalu, tante saya berangkat dari Ambon menuju Hong Kong. Setelah kembali berlibur dari Hong Kong, ia menceritakan kegiatannya selama di Hong Kong. Mulai dari berkunjung ke Disneyland Hong Kong, mampir di Avenue of Stars, hingga aneka kuliner yang memanjakan lidah.

Walaupun sebagian besar penduduk bukan beragama Islam, namun lebih dari seabad yang lalu Hong Kong menjadi ‘rumah’ bagi warga Muslim. Saat ini setidaknya ada lebih dari 270.000 warga Muslim dari tujuh juta penduduk lokal. Jadi, Hong Kong kini sudah menjadi destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim. Sajian halal di Hongkong mudah diperoleh. Begitu juga kemudahan untuk menjalankan tempat ibadah. Bahkan salah satu Masjid yakni Jamia/Shelley Street Mosque merupakan masjid tertua di Hong Kong yang dibangun pada 1890 ditetapkan menjadi warisan sejarah. Saya pun berjanji dalam hati, “Suatu saat saya pasti ke sana”. Janji itu kemudian saya wujudkan dalam menyusun rencana kunjungan ke Hong Kong. Jadi kalau ada tawaran ke Hong Kong, saya langsung menyodorkan proposal kegiatan selama di Hong Kong.
 
Sumber foto : canva.com 

Selasa, Februari 28, 2017

Lawan Neuropati Sekarang Juga!

Telepon dari Ibu Da, adik papa, membuat saya terpukul. “Chi, Ibu Mem kena stroke,” kata tante saya yang tinggal di Makassar. Chi adalah panggilan keluarga kepada saya. Bagian tangan kiri dan kaki kiri Ibu Mem tak bisa digerakkan karena adanya gangguan syaraf. Seminggu kemudian, saya langsung terbang ke Ambon untuk menengoknya.

Tiba di Ambon, saya melihatnya hanya bisa berbaring di atas ranjang. Tangisnya pun tumpah saat melihat saya. Perasaan saya berkecamuk antara sedih namun berusaha untuk tetap senyum agar Ibu Mem tak semakin terpukul. Saya melihat tangan kirinya sama sekali tak bisa digerakkan. Beberapa kali ia berusaha untuk mengerakkan tak berhasil. Tangan yang dulu menggendong saya ketika kecil, tak dapat digerakkan. Kaki yang dulu berjalan bersama saya, kini mengalami kesulitan. Selama di Ambon, saya mengamati terapi demi terapi yang dilakukan semakin menunjukkan kemajuan.

Sumber foto : pixabay.com

Jumat, Februari 24, 2017

Petualangan Kuliner Indonesia yang Menggugah Selera

Salah satu kesukaan saya adalah travelling. Travelling membuat saya semakin bersyukur dan bangga terlahir dan besar di Indonesia. Saya berkeliling karena urusan pekerjaan, organisasi, mengajar, keluarga atau sekedar jalan-jalan saja. Saya bersyukur, mayoritas daerah pernah saya kunjungi, kecuali Kalimantan. Satu hal yang tak pernah saya lupa saat berkeliling adalah menciptakan aneka kuliner daerah yang saya kunjungi. Setiap daerah memiliki ciri khas kuliner yang berbeda-beda, unik dan rasanya tentu lezat.

Posisi Indonesia yang sangat strategis membuat Indonesia kaya akan hasil alam terutama bahan makanan. Dari segi agultural, kondisi Indonesia yang subur membuat Indonesia menjadi incaran. Hasil laut juga menjadi komoditas yang tinggi karena letak strategis yang membuat Indonesia kaya beragam jenis fauna dan flora. Kuliner yang kerap ditemui adalah perwujudan juliner tradisional yang digunakan sebagai gaya hidup sekaligus kebutuhan akan makanan, yakni wisata kuliner.


Kamis, Februari 23, 2017

Sensasi Makan Papeda dan Kuah Ikan Kuning di Ambon

Saat ke Ambon awal bulan lalu, saya bersama adik papa yang biasanya saya panggil Amy At, berkeliling kota Ambon. Seperti biasa, setiap datang ke Ambon, saya tak pernah melewatkan menikmati aneka kuliner khas Ambon.

Nah saat ke Ambon, setelah berkeliling kota Ambon, perut terasa lapar. “Amy At yuk makan,” kata saya. “Mau makanan Ambon?,” kata Amy At. Hayukk, siapa takut!. Motor kemudian melaju ke kawasan Soabali, Kota Ambon. Tak ada tanda pengenal berupa papan nama rumah makan. 

Ini pertama kali saya makan di rumah makan itu. Walaupun 17 tahun tinggal di Ambon, saya belum pernah ke rumah makan ini. Bahkan ketika saya meninggalkan Ambon, dan berulangkali ke Ambon. Rumah makannya di desain sederhana. Di dalamnya tertata rapi meja makan dan kursi plastik. Di sebelah kiri, terletak lemari kaca berbentuk L. Di dalam lemari kaca itu, tersaji aneka makanan khas Ambon yang mengugah selera. Mulai dari ketela rebus hingga singkong rebus. Nah aneka makanan ini disajikan bersama aneka sayuran seperti tumis bunga pepaya hingga urap-urapan. Untuk lauknya, tersedia aneka ikan yang diolah dan dijamin bakalan ngiler.

Rabu, Februari 22, 2017

Soft Opening Dr Nurul Clinic : Medical, Aesthetic & Spa

Kulit wajah saya terlihat agak kusam. Saya nggak tahu kenapa. Belakangan seperti ada belang di pipi. Pengen ke klinik kecantikan. Belum ada pilihan. Akhirnya saya memilih untuk facial seperti biasa saja agar kotoran di wajah tak semakin menumpuk. “Andaikan ada klinik kecantikan yang tak jauh dari rumah,” pikir saya.

Dr Nurul di klinik DNC 

Jumat, Februari 17, 2017

Datang ke Ambon, Jangan Lupa Mampir ke Gong Perdamaian

Ketika saya mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Ambon pada awal bulan Februari 2017, saya sudah mengagendakan untuk mampir ke Gong Perdamaian. Sebelumnya, dua kali datang ke Ambon, saya melewatkan rencana mampir ke Gong Perdamaian. Sebelumnya, tahun 2010 saya datang ke Gong Perdamaian, Ambon. Gong Perdamaian ini terletak di Taman Pelita, Ambon. 

Saat kedatangan saya Februari 2017, saya datang diantar Amy At (Adiknya papa). Kebetulan, Amy At yang menemani saya selama berkeliling kota Ambon. “Chici pengen kemana?,” katanya. “Antar ke Gong Perdamaian ya,” kata saya ke Amy At. Dengan menggunakan sepeda motor kesayangannya, kami pun meluncur. Motor diparkir di Lapangan Merdeka, Ambon. Lapangan Merdeka posisinya berseberangan dengan Gong Perdamaian. Pas waktu itu saya ke Lapangan Merdeka, saya lihat kondisi lapangannya semakin baik ya. Panggungnya juga lebih megah dan ada ukiran khas Ambon. Selain itu ada tulisan Ambon Manis di pinggir lapangan. Lapangan Merdeka merupakan lapangan terbesar di kota Ambon dan menjadi tempat beraneka kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Ciee yang jalan sendirian :)

Sabtu, Februari 11, 2017

Perfect Selfie dengan Vivo V5Plus, Smartphone Pertama di Dunia dengan Dual Front Camera

Kini, banyak orang yang membeli smartphone, pasti memilih smartphone yang memiliki kemampuan yang mumpuni. Lalu, siapa juga yang tak tergiur dengan smartphone yang memiliki dual kamera?. Awalnya saya tak percaya bahwa ada smartphone yang memiliki dual kamera. Nah, rasa penasaran saya terjawab saat menghadiri launching produk terbaru Vivo yang menggusung konsep ‘Camera and Music’.     

Tepatnya Jumat, 10 Februari 2017, saya menghadiri launching produk terbaru Vivo yakni Vivo V5Plus di Ballroom Lantai 3 Ritz Calton, Pacific Place, Jakarta. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh ratusan orang. Tak hanya Vivo fans saja, melainkan selebriti sosmed dan media.

Brand Ambassador Vivo V5 Plus, Afgan Syahreza dan Pevita Pearch

Selasa, Februari 07, 2017

Salah Jurusan? Yuk Baca Buku Unstoppable Hopes

Pernahkah teman merasa salah mengambil jurusan kuliah? Dan hal ini baru disadari pada saat selesai kuliah. Lalu, ketika selesai kuliah munculah penyesalan demi penyesalan karena apa yang dilakukan tidak tepat. Pernahkah merasa demikian?.

Syukurlah saya tidak berada dalam kelompok itu. Mengapa saya bersyukur? Karena sejak saya SMP saya sudah mengetahui ketertarikan saya pada suatu bidang dan ketika SMA saya semakin mantap dengan pilihan saya untuk kuliah. Saya juga bersyukur orangtua saya memberikan kebebasan bagi saya untuk memilih jurusan sesuai pilihan saya. Akhirnya, saya bersyukur masih bisa bekerja sesuai dengan pilihan saya hingga kini. Ada teman yang mungkin sama seperti, namun ada juga yang tidak.
 
Desain buku Unstoppable

Senin, Februari 06, 2017

Catatan Perjalanan Hidup Seorang Blogger

Tak terasa, tahun ini telah memasuki bulan Februari. Banyak harapan yang diinginkan, banyak keinginan yang diharapkan dapat terkabul. Di tahun 2016, banyak hal yang dikenang dan berkesan bagi banyak orang. Termasuk teman blogger saya, mba Nur Aliah Saparida.  Sebagai seorang ibu, ia merasakan kehadiran sang buah hati, Umar, membuatnya berpikir lagi tentang tanggung jawab besar yang sedang Allah percayakan. Baginya, menjadi seorang ibu adalah hal terbaik di tahun 2016.



Minggu, Februari 05, 2017

Resensi Buku The Lost Bone dan Coloring Book for Adult

Sebulan lalu, saya bertemu dengan teman blogger, Mba Leyla Hana. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang kerap mampir ke blog saya. Setiap kali ada postingan, Mba Leyla selalu mampir. Bukunya yang berjudul Cinderella Story sudah saya baca hingga tuntas. Nah, pada saat pertemuan, Mba Leyla mengatakan ada dua buku menarik untuk dibaca. Buku pertama berjudul ‘The Lost Bone’ karya Anne Spollen dan buku mewarnai untuk orang dewasa. Kedua buku tersebut diterbitkan oleh Grantika Publishing. Penasaran, saya kemudian membaca kedua buku yang disarankan. Saya membutuhkan beberapa hari untuk menyelesaikan membaca buku The Last Bone karena diselingi membaca buku lain. Untuk buku mewarnai, saya sempat mewarnai beberapa gambar yang tersaji dalam buku itu.  Kini, saya ingin menceritakan tentang buku The Lost Bone dan Coloring Book for Adult, Love and Affection.

Saat pertama melihat cover buku ‘The Lost Bone’, saya sudah menebak kalau buku itu adalah buku horor. Cover buku berwarna biru kehitam-hitaman dengan latar belakang hutan. Dan teryata tebakan saya benar. Buku ini menceritakan kisah kehidupan Elizah Rayne, perempuan muda yang tinggal bersama ibunya. 
 
The Last Bone

Senin, Januari 30, 2017

Pengalaman Berwisata Sejarah di Monumen Kapal Selam Surabaya

September 2016, saya mendapat kesempatan untuk datang ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan sepupu. Saya datang berdua dengan Ayyas menggunakan pesawat dari Jakarta. Kami sengaja datang dua hari sebelum acara berlangsung agar bisa puas berkeliling Surabaya. Maklum, walaupun sering ke Surabaya, tak selamanya kami bisa berkeliling. Tiba di Surabaya, saya dijemput adik dan keluarganya.

Rencananya pas nyampe Surabaya, langsung ke kantor tante. Namun tiba-tiba di tengah jalan, Ayyas berkata sambil menunjuk ke arah kanan jalan. Sebuah kapal selam berukuran besar berada di samping sungai yang mengalir bersih. “Ummi itu apa?,” katanya. Saya kemudian melihat ke arah tempat yang ditunjuk oleh Ayyas. “Oh itu Monumen Kapal Selam,” kata saya.

Sabtu, Januari 28, 2017

Pilihan Belanja Leather Goods di MarketPlays

Saya jatuh cinta dengan produk berbahan kulit. Kecintaan saya pada produk berbahan kulit bahkan sudah sejak dulu. Mungkin karena saya menyukai warna coklat sehingga produk berbahan kulit menjadi pilihan saya. Saya semakin jatuh cinta dengan produk kulit ketika sahabat saya, mba Tresna Nurani memberikan kejutan di ulangtahun saya pada tahun 2010. Saya berteman dengan Mba Tresna sejak tahun 2008 ketika kami sama-sama bekerja di perusahaan media. Namun setelah Mba Tresna melahirkan, ia memutuskan untuk untuk pindah ke Bandung, mengikuti suaminya. Namun komunikasi kami masih tetap bagus hingga kini.

Maret 2010, ketika tiba di kantor, saya terkejut saat mendapat sebuat bingkisan berukuran besar di meja kantor. Ketika saya buka, bingkisan itu berupa tas kulit yang menjadi hadiah ulangtahun saya. Ah, sungguh kejutan yang menyenangkan. Hingga kini, tas pemberian mba Tresna masih saya pakai. Kondisinya masih bagus dan saya suka sekali menggunakannya. (Terima kasih, mba Tresna sayang *kecup).
Salah produk kesukaan saya :)

Kamis, Januari 26, 2017

Persiapan Perlengkapan Umrah


Tak terasa bulan depan, keluarga suami akan berangkat umrah. Rencananya tak hanya mertua saja, melainkan dua adik ipar saya yang berangkat bersama suaminya. Jadi total ada sekitar lima orang yang akan berangkat. Keberangkatan umrah ini telah disiapkan sejak dua tahun lalu. Ini perjalanan umrah kedua bagi ibu mertua saya. Sedangkan bagi adik ipar, ini adalah perjalanan umrah mereka yang pertama. Salah satu adik ipar sebetulnya pernah haji beberapa tahun lalu. Namun tentu ia sangat bahagia menyambut rencana keberangkatan. Nah salah satu persiapan adalah perlengkapan umrah.

Alhamdulillah tahun lalu saya mendapat kesempatan untuk umrah. Sehingga saudara pun menanyakan juga perlengkapan apa saja yang harus dibawa saat umrah. Sebetulnya tak hanya saudara saja, tapi teman sekantor saya, juga kerap menanyakan hal yang sama saat ia akan berangkat umrah. Saya juga pernah berada dalam posisi mereka, banyak bertanya karena kuatir apa yang dibawa tak sesuai atau bahkan kurang. Nah, saat saya umrah selama total 10 hari (Srilangka-Jeddah-Madinah-Mekkah-Jeddah), saya hanya membawa perlengkapan seperti di bawah ini :
 


Senin, Januari 23, 2017

Belajar Ngeblog Bersama Ayu Citraningtias

Setelah menikah, perempuan bekerja dihadapkan pada dua pilihan, tetap bekerja di kantor atau memutuskan untuk resign?. Keputusan yang mungkin sekilas terlihat mudah, namun berat untuk dilakukan. Itu juga dilema yang sempat dirasakan Mba Ayu Citraningtias, seorang blogger dan juga ibu bayi perempuan berusia 7 bulan. Ia sempat merasakan ingin tetap bekerja karena ingin memenuhi kebutuhan adik perempuan satu-satunya yang baru saja kuliah. Kini, ia memilih bertahan sebagai freelance writer sambil mengurus buah hatinya. Sebelumnya, selama 4 tahun ia bekerja di Samsung Electronics Indonesia sebagai Software Tester. Selama 4 tahun itu pula ia bekerja dengan berbagai macam suku budaya dengan berbagai model pekerjaan. Mulai dari bekerja hingga jam 11 malam, dikejar project leader hari Cina melalui messenger, menyelesaikan 2000 bluray disc test, dan lainnya. Mba Ayu juga ikut andil dalam proses produksi yang ternyata sangat melelahkan, mencoba beberapa makanan Korea, hingga bersuka cita menjadi bagian dari segala kegiatan kantor.
 
Mba Ayu Citraningtias

Sabtu, Januari 21, 2017

Liburan 3 Hari di Banyumas

Sudah sejak lama, saya dan suami berencana untuk berlibur ke Banyumas, Jawa Tengah. Kebetulan adik ipar saya baru pindah rumah namun kami belum sempat untuk berunjung ke rumah barunya. Keluarga besar suami berencana untuk ke Banyumas pada libur Natal dan Tahun Baru. Tentu itu waktu yang tak bisa bagi saya dan suami. Jadi, tanpa memberitahukan saudara, kami pun memesan tiket kereta menuju Banyumas. Akhirnya kami membeli tiket sehari sebelum perjalanan. Kami memilih menggunakan kereta ekonomi AC untuk jarak stasiun Senen-Purwokerto, Jawa Tengah. Harga tiket Rp 110 ribu per orang. Lumayan murah dan tak perlu repot nyetir mobil. Saya membeli tiket untuk bertiga yakni saya, suami dan Ayyas. Kami berangkat pada Jumat, 14 November 2016. Sejak awal berangkat saya bilang ke Ayyas bahwa nanti akan naik kereta ekonomi dan kuatir suasana agak panas. Saya wanti-wanti soalnya dia tak betah panas.
 

Jumat, Januari 20, 2017

Candu Raun Monda Siregar, Blog Sang Dokter Gigi

Sudah pernah ke Bengkulu? Saya belum. Bagi saya, Bengkulu menawarkan wisata sejarah yang ingin saya ketahui. Nah karena keinginan untuk ke Bengkulu belum terwujud, maka saya suka sekali mencari informasi di internet. Termasuk mampir ke blog teman blogger saya yang bernama Monda Siregar. Pada postingan Mba Monda yang berjudul 5 Bangunan Peninggalan Inggris di Bengkulu, Mba Monda menceritakan dengan baik satu per satu bangunan yang ada di Bengkulu yang merupakan peninggalan Inggris.
  
Mba Monda Siregar 

Rabu, Januari 18, 2017

Menuju Jepang Bersama Cheria Travel

Seperti biasa sepulang suami bekerja, saya makan malam bersama suami. Anak-anak sudah tertidur. Jam dinding menunjukkan pukul 21.00 WIB. “Bap, Ummi pengen ke Jepang,” kata saya kepada suami. Saya sejak dulu senang travelling walaupun selalu keder kalau naik pesawat terbang. “Ya udah Ummi pergi sendiri, bisa kan?,” kata suami. Yes!. Rasa-rasanya saya ingin loncat dari tempat duduk saking senang diijinkan ke Jepang. Membayangkan berlarian di antara daun-daun bunga sakura yang berguguran, makan sushi di Jepang, ah betapa indahnya. Soal bepergian sendirian itu sudah sejak dulu saya lakukan. Entah karena alasan pekerjaan, organisasi atau urusan keluarga, saya kerap bepergian sendirian. Maklum, suami kadang sibuk bekerja. Anak pun sekolah.

“Tapi ada syaratnya,” kata suami kalem. Makanan yang ada di piring perlahan ia lahap secara perlahan. Duh, saya berdebar-debar menunggu syarat. Jangan-jangan, syaratnya aneh-aneh. “Syaratnya apa, Bap,” kata saya sok kalem juga. “Cari travel yang menawarkan wisata halal. Jangan cari yang sembarangan. Bisa-bisa seperti yang dialami teman Ummi loh,” katanya. Saya menganggukkan kepala sambil mengingat-ingat pengalaman yang dialami teman.

Rumah Minimalis Cocok Untuk Rumah Tangga Baru


Hai teman, masih ingat postingan saya sebelumnya tentang rumah minimalis kan? Nah, rumah minimalis teryata cocok loh bagi pasangan yang baru menikah dan dalam proses membangun rumah tangga kecil, mengetahui cara membuat rumah minimalis murah adalah pilihan utama. Hal ini didasarkan pada kondisi ekonomi yang belum stabil, masih menghitung-hitung biaya bulanan, menyesuaikan kebutuhan pribadi dengan kebutuhan rumah tangga menggunakan pendapatan yang didapat dalam satu bulan, dan sebagainya.
 
Home sweet home

Minggu, Januari 15, 2017

Kelezatan dan Lembutnya Bika Bogor Talubi, Oleh-oleh Khas Bogor

Sudah sejak lama saya mendengar nama Bika Bogor Talubi (Talas dan Ubi). “Kamu harus coba Bika Bogor Talubi. Rasanya enak, harganya terjangkau. Ini oleh-oleh nomor 1 di Bogor loh,” kata teman saya tinggal di Bogor. Siapa yang tak penasaran dengan rayuan itu?. Nah karena saking penasaran, saya datang ke Bogor bersama Ayyas dan Mba Farah. Kebetulan lagi libur sekolah dan rencananya kami akan ke Bandung keesokan harinya untuk berlibur dan bertemu sahabat. Kamis pagi, 5 Januari, kami ke Bogor menggunakan commuterline. Tiba di Bogor, kami langsung menggunakan taksi online untuk menuju Jalan Padjajaran 20 M, Bogor.

Aksesnya teryata tak sulit. Sebuah ruko berwarna dominan ungu bertuliskan Bika Bogor Talubi. Oleh-oleh No 1 di Bogor tertulis jelas. Saat saya melangkahkah kaki ke dalam, suara pramusaji terdengar ramah. “Selamat datang di Bika Bogor Talubi. Oleh-oleh No 1 di Bogor,” kata pria yang bernama Ali itu. Ah, keramahan tampak terasa begitu nyata. Beberapa orang tampak asyik memilih Bika Talas yang tersaji. Ruangannya tertata dengan rapi. 

Nikmati Kelezatan Bika Bogor Talubi