Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Konsumsi Snack Sehat Walau Sibuk Bekerja

Sabtu, Desember 31, 2016
Sebagai jurnalis, terkadang mengalami kesulitan untuk mengatur pola makan. Saat saya masih liputan di lapangan, tiba-tiba narasumber siap untuk di wawancara. Padahal perut sudah keroncongan. Alhasil, rencana makan pun tertunda. Pernah juga saat lapar melanda, tapi saya tak berani keluar kantor narasumber. Kuatirnya, narasumber yang sedang ditunggu malah pergi. Jadinya ya mau tak mau, rasa lapar harus ditahan demi sebuah berita. Di saat lain, saya harus menahan lapar karena daerah yang saya liput jauh dari pusat kota dan kesulitan akses kendaraan. Kebiasaan menahan lapar ini yang kemudian membuat saya sakit. Duh!

Camilan selalu siap di dalam tas

Mewujudkan Momen Kebersamaan Keluarga dengan Choco Pie

Minggu, Desember 25, 2016
Seberapa sering orangtua memanfaatkan waktu bersama keluarga? Apabila bersama keluarga, apakah seluruh perhatiannya tercurah ke anak? Ataukah hanya sekedar bersama namun jiwanya di pekerjaan?. Saya tak memungkiri bahwa pernah berada pada posisi seperti itu. Saya duduk di samping anak namun beberapa kali ‘mencuri’ waktu untuk mengecek isi whatsapp.

Narasumber Talkshow Lotte Choco Pie

Tentang Elisa Fatma Ariesta, Personal Lifesyle Blogger

Kamis, Desember 22, 2016
Berkunjung ke Kota Tuban, Jawa Timur, teryata menawarkan banyak sekali tempat wisata yang menarik. Informasi tempat wisata bisa diperoleh darimana saja. Salah satunya melalui blog milik teman saya, Elisa Fatma Ariesta di blognya berjudul http://www.elisa-blog.com/ . DI tulisannya berjudul ‘Terapi Ikan di Goa Ngerong Tuban’, mba Elisa menulis tentang pengalamannya ke Goa Ngerong yang berada di Tuban, Jawa Timur. Mba Elisa menulis juga tentang beberapa mitos terkait Goa itu. Di Goa itu, ada terapi ikan yang memiliki banyak terapi. Manfaat yang ia rasakan adalah melancarkan sirkulasi darah, meregangkan otot kaki, menjaga kesehatan kulit kaki hingga menjaga kesehatan kulit kaki.

KTP Blogger

Manfaat Pijat Bayi

Minggu, Desember 18, 2016
Sudah hampir enam tahun saya rutin pijat setiap sebulan sekali. Tukang pijat andalan saya namanya Cing Bai, orang asi Betawi yang tinggal di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Sudah hampir enam tahun saya selalu dipijat olehnya. Pertama kali saya mengenalnya karena rekomendasi tetangga. Sekali dipijat, kemudian keterusan karena enak. Cing Bai adalah sosok yang ramah. Tak heran, banyak sekali yang menggunakan jasanya. Alhasil, jika ingin menggunakan jasanya, saya harus menghubunginya satu atau dua hari sebelumnya. Kerap kali Cing Bai melayani jasa pijat hingga ke kawasan Bekasi, Jawa Barat.
 
Bayi lucu. Sumber : pixabay.com

Yuk Dukung Gerakan Nasional Non Tunai!

Kamis, Desember 15, 2016
Pernah merasakan antri panjang saat beli tiket kartu harian berjaminan saat akan naik commuterline? Lalu, pas mau bayar, teryata penjaganya nggak punya uang kembalian. Duh ribet kan?! Saya mengalaminya pekan lalu, dan bukan sekali saya alami tapi beberapa kali. Saya memang pengguna setia commuterline sehingga memiliki kartu pembayaran non tunai (uang elektronik). Pernah juga karena hilang. Tapi kadang pagi saat buru-buru ke kantor teryata saya baru sadar bahwa kartu elektronik saya tertinggal.

Alhasil saya harus membeli kartu harian berjaminan di loket. Sialnya banyak yang juga antri membeli atau mengembalikan tiket harian berjaminan. Setelah antri teryata saya baru sadar kalau saya nggak ada uang recehan. Hanya tersisa uang Rp 100 ribu di dompet. Padahal untuk perjalanan Pondok Cina-Palmerah pulang pergi, hanya membutuhkan uang Rp 8000. “Apa nggak ada uang pas?,” kata penjaga loket. Saya menggeleng. Saya lalu bertanya ke orang yang antri di belakang saya. Teryata mereka pun tak ada uang kecil. Saya kemudian keluar dari antrian dan menukar uang. Untungnya ada tukang ojek yang bersedia menukar uang. Saya melihat jam tangan, sudah pukul 05.30 WIB. ‘Duh telat nih,” pikir saya. Seharusnya saya sudah melakukan sepertiga perjalanan, tapi belum juga berangkat dari stasiun tujuan. Saya kemudian antri lagi untuk membeli kartu harian berjaminan. Sore hari sepulang kerja saya harus mengembalikan kartu harian jaminan untuk mendapatkan uang jaminan. Lagi-lagi antrian terjadi lagi.
 
Antrian membeli Kartu Harian Berjaminan 

Kemegahan Masjid Cheng Hoo di Surabaya

Rabu, Desember 14, 2016
Saat masih menjadi jurnalis di Surabaya, saya pernah meliput tentang Masjid Cheng Hoo. Masjid ini bagi saya menyimpan sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Pertengahan September 2016, saat datang ke Surabaya, saya mampir ke Masjid Cheng Hoo. Saya datang ke Masjid Cheng Hoo bersama Ayyas, dan keluarga adik. Kebetulan saat itu waktunya shalat Jumat. "Ir, shalat Jumat di Masjid Cheng Hoo aja," kata saya. Kebetulan lokasi kami tak jauh dari Masjid Cheng Hoo. Nah, karena adik saya belum pernah ke sana, akhirnya saya yang jadi petunjuk jalan. 

Mobil kemudian parkir di depan Gedung PITI Jawa Timur Jln. Gading No 2 Kusuma Bangsa, Surabaya. Dari luar sekilas tak tampak ada masjid di Gedung itu. Namun saat melangkah kaki ke dalam gedung, terlihat masjid megah dengan arsitektur Tionghoa yang didominasi warna merah, kuning dan hijau. Rancangan awal mesjid ini diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. 






Masjid Cheng Hoo di Surabaya

Saya Bangga Menggunakan Produk Asli Indonesia di Toko Online Blibli.com

Senin, Desember 12, 2016
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang khas di masing-masing daerah. Misalnya Jogjakarta  yang memiliki ciri khas kain tenun Lurik yang sangat terkenal dan apik. Kain lurik memiliki bahan baku, corak dan makna yang berbeda dibandingkan jenis kain lainnya. Ada dua jenis kain Lurik yang memiliki makna yang berbeda tergantung kegunaannya. Pertama adalah kain Lurik tradisional yang digunakan untuk upacara-upacara tradisional daur kehidupan dan kain Tenun Lurik masa kini yang digunakan untuk busana dan berbagai cendera mata yang dikembangkan untuk melestraikan kain lurik.
Kain Lurik. Sumber.Tempo.co

Duka untuk Korban Gempa Pidie Jaya, Aceh

Rabu, Desember 07, 2016
Sedih ya hari ini, 7 Desember 2016, mendapat informasi tentang gempa di Pidie, Aceh. Banyak yang berduka untuk gempa Pidie Jaya, Aceh. Data Kamis, 8 Desember 2016 hingga pukul 06.00 WIB tercatat 99 orang meninggal dunia. Pencarian dan penyelamatan korban dari dampak gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan Pidie masih terus dilakukan. Info dari Pak Sutopo BNPB, Tim SAR gabungan masih mencari korban yang diperkirakan terjebak dalam reruntuhan bangunan. Data sementara yang berhasil dihimpun oleh BPBD dan sudah dikonfirmasi terdapat 99 orang tewas, 1 orang hilang, 136 orang luka berat, 626 orang luka ringan dan ratusan bangunan rusak. Sebagian korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Pos dibuka di RSUD ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan korban yang dirawat.

Sensasi Makan Siang di Bis Kuning Universitas Indonesia

Sabtu, Desember 03, 2016
Hampir setiap hari masuk wilayah Universitas Indonesia di Depok, saya baru tahu bahwa ada kafe yang berada di dalam bus kuning. Bus kuning ini adalah alat transportasi di kawasan Universitas Indonesia. Kalau naik bis kuning (bikun) tidak dikenakan biaya alias gratis. Nah, lalu apa jadinya jika biskun disulap menjadi kafe?

Karena penasaran, saya pun datang bersama Papa dan Mas Ghaffar ke Universitas Indonesia (UI). Kebetulan jarak dari rumah ke UI tak begitu jauh. Saya memilih naik ojek online sedangkan mas Ghaffar dan Papa naik motor. Sekalian ngantar mas Ghaffar naik kereta dari stasiun UI ke stasiun Senen. Saya sampai duluan karena Mas Gahffar dan Papa harus ke bengkel karena ban motor kempes. Saya sempat mencari-cari dimana sih posisi Bikun kafe ini. Saya hanya tahu kalau lokasinya di kawasan Fakultas Hukum.  Akhirnya setelah nanya ke mahasiswa  Fakultas Hukum, lokasi bikun di seberang masjid UI. Tepatnya di samping parkiran motor Fakultas Hukum UI. 

Penampakan Bis Kuning 

Auto Post Signature

Auto Post  Signature