Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Inspirasi Astra di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA)

Rabu, November 30, 2016
Berkumpul bersama keluarga di hari Sabtu atau Minggu adalah kebahagiaan. Namun, terkadang saya masih harus bekerja di hari libur. Alhasil, saya sekeluarga harus berinisiatif mengatur waktu agar dapat berkumpul di akhir pekan. Seperti Sabtu sore pekan lalu, sepulang kerja saya sekeluarga janjian di Stasiun Pancasila, Jagakarsa, Jakarta. Jika sebelumnya kami lebih banyak menghabiskan waktu di kolam renang, kini kami sepakat untuk menghabiskan sore yang cerah di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Membayangkan berkumpul bersama keluarga di taman terbuka dengan suasana yang sejuk tentu menyenangkan. Kebetulan, saya juga penasaran dengan RPTRA.  

RPTRA Ciganjur Berseri

Resensi Buku Seberapa Berani Anda Membela Islam?

Selasa, November 29, 2016
Sebuah buku berwarna kuning kecoklatan dengan ilustrasi seorang pria berpeci putih menghadap ke arah masjid. Judul bukunya ‘Seberapa Berani Anda Membela Islam?”. Dari judulnya, seolah mengusik relung hati saya paling dalam. Pertanyaan yang sungguh belum pernah saya tanyakan kepada diri saya sendiri tentang keberanian atas nama agama. Namun pertanyaan itu datang dari sebuah buku setebal 274 halaman.

Saya penasaran bagaimana definis berani yang ingin disajikan Nai’m Yusuf sebagai seorang penulis?. Na’im menyajikan esensi sikap berani yang secara bahasa disebut ar-Rujulah (kelaki-lakian atau berani). Kata ar-Rajul adalah sinonim dari kata adz-dzakar yang bermakna perempuan. Kata ar-Rajul dalam Al Quran disebutkan sekitar 45 kali. Di antara makna ar-Rajulah adalah, Allah menggambarkan para nabil dan rasul dengan kata rijal untuk membawa risalah dakwah dengan segala tantangan dan kesulitan di jalannya. Ra-Rujullah memiliki makna lebih luas dari ‘laki-laki’-anonim perempuan- mengingat betapa banyak perempuan yang lebih berprestasi dari laki-laki dalam beberapa posisi sulit.
 
Buku Seberapa Berani Anda Membela Islam

Lakukan Ini Jika Naik Commuterline

Jumat, November 25, 2016
Saya setiap hari naik commuterline. Berangkat dari stasiun Pondok Cina, Depok dan turun di stasiun Tanah Abang kemudian dilanjutkan naik commuterline tujuan Serpong, turun di stasiun Palmerah. Rutinitas ini berjalan terus, setiap hari. Tidak hanya hari kerja, melainkan juga di hari libur. Apabila ada acara di luar kantor, saya memilih menggunakan commuterline dan turun di stasiun terdekat. Bagi saya, naik commuterline lebih cepat, tak macet dan harganya juga terjangkau. Bagi yang tak selalu naik commuterline, atau baru pertama kali naik commuterline, saya ingin berbagi apa saja sih yang harus disiapkan jika akan naik commuterline.
Commuterline
Jika penuh, kondisinya seperti ini. Sekalian, jangan lupa follow instagram @lidbahaweres ya :

Mencintai Lingkungan Bersama Keluarga

Rabu, November 23, 2016
Beberapa waktu lalu saya membaca artikel tentang global warming. Dalam artikel itu dikatakan, salah satu dampak buruk dari global warming adalah terjadi perubahan iklim dan cuaca, gunung es bakal mencair dan es yang mengapung di laut semakin sedikit. Itu bukan pertama kali saya membaca artikel tentang global warming. Tak hanya artikel, namun siaran televisi hingga radio juga kerap membahas tentang bahaya terjadinya global warming. Setelah kerap membaca dan mendengar tentang global warming, saya bertekad untuk melakukan sesuatu. Tindakan itu dapat dimulai dari keluarga. Termasuk keluarga saya. Ini beberapa hal yang saya lakukan bersama keluarga untuk mencegah terjadinya global warming.  

Mengajarkan anak-anak untuk cinta lingkungan
  
Ajarkan anak untuk mencintai lingkungan

Inna Riana, Emak Riweuh yang Produktif

Selasa, November 22, 2016
Saya pernah mengalami kebingungan untuk menu makanan sehari-hari. Kesannya, itu lagi eh itu lagi. Atau saat ingin menciptakan cemilan untuk keluarga, saya juga binggung mau masak apa. Akhirnya, saya ‘terdampar’ di blog dapurngebut.com. Blog milik mba Inna Riana ini menyajikan beragam jenis kuliner yang mengugah selera. Saya ingat pernah berkomentar saat ia memposting foto pancake. Mba Inna menata pancake di piring kemudian diatasnya ada taburan keju. Di samping kiri dan kanan, ada minuman yang mengugah selera. Siapa yang tak lapar melihat postingan itu?

Mba Inna 

Tips Ibu Hamil Agar Tetap Sehat

Rabu, November 16, 2016
Kemarin, adik ipar saya telepon. Dari nada suaranya saya tahu dia bahagia. “Alhamdulillah bayi di kandungan sehat. Kata dokter kemungkinan laki,” kata Nia, adik ipar saya yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Kini kandungannya berusia tujuh bulan dan ini adalah anak keduanya. Anak pertamanya berusia tiga tahun, berjenis kelamin perempuan. Kami memanggilnya, Shakilla. Anak keduanya tidak pernah diharapkan memiliki jenis kelamin tertentu. “Laki atau perempuan, keduanya sama saja. Yang penting sehat,” kata Nia kepada saya. Saya setuju dengan pendapatnya.  

Namanya ibu hamil, tentu memiliki cerita masing-masing. Kehamilan anak pertama dan anak kedua belum tentu sama. Bagi Nia, kehamilannya yang kedua ini tak ada keluhan apapun. Kalaupun ada keluhan, masih di batas normal. Misalnya saat hamil muda, hampir setiap pagi ia mual-mual. Saya menyarankan ia untuk mengkonsumsi makanan-makanan ringan seperti biskuit atau buah-buahan. Porsinya sedikit saja namun sering.
 
Kehamilan. Sumber : Pixabay.com

International SWAM 2016 Seminar dan Workshop

Minggu, November 13, 2016
Bagi penggemar film Korea, pasti terkagum-kagum dengan penampilan para artis yang selalu muncul di film itu. Wajah mereka mulus-mulus seolah tanpa noda. Kulitnya putih bersih, hidung mancung dan lipatan matanya terlihat sempurna. Alhasil banyak yag kemudian berbondong-bondong ke Korea agar wajahnya bak artis Korea.

Padahal, Indonesia memiliki kemampuan untuk bidang anti aging dan kosmetik. Ini dibuktikan dengan diselenggarakan Seminar and Workshop in Aesthetic Medicie (SWAM). Kegiatan ini merupakan event scientificmedis yang membahas perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Anti Aging dan Estetika. Tahun ini, kegiatan ini akan dilaksanakan di Indonesia. Wah, keren banget ya.
 
Sumber : SWAM

Yuk Jaga Kesehatan Gigi Mulai Sekarang

Jumat, November 11, 2016
Tiga hari lalu saya ngobrol dengan tetangga saya yang kebetulan adalah dokter gigi. Namanya drg. Laura Arman. Enaknya punya tetangga yang dokter gigi, saya jadi banyak tahu tentang kesehatan gigi. Bahkan drg Laura ini adalah dokter yang selalu menangani gigi Ayyas jika sakit gigi. Berdasarkan pengalaman saya, caranya menangani anak untuk mau berobat ketika sakit gigi, nggak bikin Ayyas menangis.

Pernah ya malam-malam saya ke rumahnya karena gusi saya bengkak. Sakitnya gusi bengkak, membuat saya tersiksa. Saya nangis karena gusi saya bengkak. Agak lebay, tapi ya itu kenyataannya. Nah, oleh drg Laura, saya langsung dikasih obat yang membantu meredakan rasa sakit akibat gusi bengkak. Tak lama, gusi bengkak pun sembuh.

Bu drg Laura Arman yang cantik dan baik hati

Potret Perempuan di Bidang Kesehatan

Kamis, November 10, 2016
Saat bertemu dengan Ekoningsih M Lema saya tertegun dengan kisah yang ia ceritakan. “Bagi ibu hamil, kematian bisa terjadi di rumah, jalan bahkan di fasilitas kesehatan,” kata warga Kupang ini kepada saya saat berjumpa awal bulan November di Jakarta. Kepada saya, ia bercerita ada ibu rumah tangga yang akan melahirkan, namun di dalam rumah tak ada suami karena sedang pergi berkebun. Tak ada telepon genggam untuk berkomunikasi karena lokasinya yang teramat jauh dari ibu kota Kupang. Keluarga meminta agar jangan mengantar ibu hamil ini ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum sang suami menyetujui. Sang suami dibutuhkan untuk memutuskan apakah sang istri ini dapat melahirkan di klinik atau tidak. “Proses pengambilan keputusan telat,” ungkap aktivis perempuan di Kupang ini.

Dampak dari menunggu itu, sang ibu mengalami kekurangan darah, badannya mulai menguning dan bergetar. Ketika suami datang dan diantar ke dokter, ibu hamil ini mengalami pendarahan. Kantong darah tak tersedia. Keluarga kemudian berupaya mencari pertolongan ke Palang Merah Indonesia (PMI) dan pasien di rujuk ke RS daerah. Tapi sayangnya, dalam perjalanan, sang ibu dan bayi meninggal dunia.

Sumber : pixabay.com

Film Me Vs Mami, Film Komedi Hubungan Ibu dan Anak

Rabu, November 09, 2016
Beberapa hari sebelumnya, Ayyas bilang ingin menonton film di bioskop. Akhirnya, disepakati Jumat, 4 November 2016, nonton bareng bertiga di bioskop. Kebetulan Mba Farah nggak ada les, saya juga libur kerja. Sebelum berangkat, saya bilang bahwa agar terhindar dari hujan, harus berangkat lebih awal. Maklum, kala itu cuaca sudah agak gelap. Jadwal nonton kami pilih untuk yang pukul 15.00 WIB.

Sebelum berangkat, kami menyiapkan berbagai hal. Termasuk jas hujan. Benar saja, saat di tengah jalan, hujan turun teramat deras. Jas hujan yang kami kenakan tampaknya tak mampu menahan derasnya air hujan. Alhasil, baju kami pun basah. Ayyas apalagi, karena dia di depan, baju dan celananya malah basah kuyup. Kami memilih nonton di Mall Cijantung karena dekat dengan rumah. Harga tiketnya Rp 25 ribu per orang. Jaket Army yang mba Farah beli di toko online yang jual jaket army juga basah. Jaket ini selalu dikenakan kemanapun ia pergi. Kesannya macho, tapi ia suka. 
Yuk nonton me vs mami 

Cara Menghilangkan Noda Bekas Jerawat

Selasa, November 08, 2016
Sabtu kemarin saat bertugas, saya melihat teman saya menggunakan masker untuk menutup wajahnya. Panggil saja namanya Siti (sst, dia minta namanya tak disebutkan). Maskernya pun dilapisi tissue. Penasaran, saya pun bertanya alasan dia menggunakan masker untuk menutup wajahnya. “Jerawatku meradang, mba,” katanya. Kemudian, dia membuka masker. Tampak jerawat berwarna merah hampir memenuhi pipi kanannya. Saya tahu dia malu saat tahu jerawatnya seperti itu. Tapi ya mau bagaimana lagi.
 
Jerawat muncul. Sumber foto : pixabay.com

Kekerasan Terhadap Jurnalis

Minggu, November 06, 2016
Saat aksi 4 November yang terjadi di Jakarta, banyak sekali jurnalis yang meliput. Mereka melakukan peliputan untuk menyampaikan kondisi aksi secara live kepada masyarakat. Termasuk teman saya, Muhammad Guntur dari Kompas TV. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang ramah dan sopan. Saat saya masih di koordinator liputan, dia adalah salah satu jurnalis andalan. Mas Guntur, saya memanggilnya demikian, selalu update peristiwa, koordinasi sangat bagus, sangat diandalkan untuk peliputan. Dan saat aksi 4 November, dia pun melakukan peliputan seperti biasanya.

Namun peliputan hari itu membuatnya menjadi korban kekerasanSetelah kejadian, dia langsung melakukan visum di RSCM. Pagi hari setelah kejadian, saya bertemu dia di kantor. Saat bertemu dengan saya, saya bertanya kejadian yang dia alami.  Dengan nada suaranya yang pelan (suaranya emang pelan dan orangnya ramah banget), dia menceritakan kepada saya. “Kepala saya dipukul dari belakangmba,” katanya.  Awalnya, dia meliput dari pagi di kawasan Gambir, depan Bareskrim. Kemudian dia digeser liputan ke Istana Wakil Presiden (Wapres). Di Jalan veteran ini dia menjadi korban pemukulan. Saat mau mengambil gambar untuk persiapan live, tiba-tiba ada botol mineral yang terlempar dan kemudian terjadi aksi dorong mendorong.

Hentikan kekerasan terhadap jurnalis 

Jangan Ragu untuk Memulai Bisnis di Usia Muda

Kamis, November 03, 2016
Saya salut dengan sosok anak muda yang memutuskan untuk menciptakan lapangan kerja, memulai usaha, di usia muda. Di kala anak muda seusianya memutuskan untuk bekerja di perusahaan, anak muda itu memutuskan untuk menciptakan usaha. Usaha yang kemudian membawanya ke gerbang kesuksesan.

Anak muda itu adalah Leni Apriyanti. Ibu muda kelahiran Garut, 19 April 1992 ini adalah pendiri sekaligus pemilik usaha ‘Casuga’ (Caramel, Susu, Garut). Usianya 21 tahun saat ia memulai berbisnis. Kepada saya, ia bercerita selesai sidang skripsi, September 2013, sang ibu menawarkannya untuk membuat permen. Kala itu, ia sedang menunggu lamaran kerja. Sang ibu memiliki resep membuat permen yang diperoleh dari pelatihan yang diadakan dari Dinas Kabupaten Garut, Jawa Barat. Harapannya, bisa menciptakan permen yang berkualitas lebih baik dan menyehatkan. Sang ibu yang awalnya selalu mengikuti bazar yang diadakan Dinas Kabupaten, kemudian membuka usaha pupuk yang kini semakin berkembang. Keinginan sang ibu untuk mengembangkan pengolahan permen menjadi tak fokus. “Awalanya saya ragu untuk mengembangkan usaha pengolahan permen,” katanya lagi.

Leni Apriyanti dan timnya

Ungkapan Rindu Nova Violita

Selasa, November 01, 2016
Buaian Rindu
Berlariku di penhujung waktu
Mengejarmu jauh dalam harapku
Jejak-jejak rindu
Tertinggal di setiap waktu

Hinggap senyummu di bayang rembulan
Mengguncang rasa pucuk rindu
Mengapai angin
Raih genggam belai jemarimu

Kalimat-kalimat puitis itu tertulis dalam puisi berjudul “Buaiyan Rindu”. Kalimat rindu yang ditulis Nova Novilli, seorang blogger yang juga merupakan staff administrasi di PTAIS di Riau. Puisi yang ia tulis bukan tanpa makna. Puisi itu merupkan ungkapan kerinduannya untuk segera meminang anak. Ia menikah pada tahun 2009, namun baru lima tahun kemudian, ia hamil. Sebuah penantian yang panjang untuk kelahiran putra pertamanya Abdul Hamid yang kini berusia hampir dua tahun. “Anak saya lagi aktif-aktifnya memanjat,” katanya. Penantian lama itu. Baginya merupakan salah satu cara Tuhan untuk membiarkan ia dan suami menghabiskan waktu lebih lama untuk pacaran.

Tentang Mba Nova

Auto Post Signature

Auto Post  Signature