Jumat, November 11, 2016

Yuk Jaga Kesehatan Gigi Mulai Sekarang

Tiga hari lalu saya ngobrol dengan tetangga saya yang kebetulan adalah dokter gigi. Namanya drg. Laura Arman. Enaknya punya tetangga yang dokter gigi, saya jadi banyak tahu tentang kesehatan gigi. Bahkan drg Laura ini adalah dokter yang selalu menangani gigi Ayyas jika sakit gigi. Berdasarkan pengalaman saya, caranya menangani anak untuk mau berobat ketika sakit gigi, nggak bikin Ayyas menangis.

Pernah ya malam-malam saya ke rumahnya karena gusi saya bengkak. Sakitnya gusi bengkak, membuat saya tersiksa. Saya nangis karena gusi saya bengkak. Agak lebay, tapi ya itu kenyataannya. Nah, oleh drg Laura, saya langsung dikasih obat yang membantu meredakan rasa sakit akibat gusi bengkak. Tak lama, gusi bengkak pun sembuh.

Bu drg Laura Arman yang cantik dan baik hati

Kamis, November 10, 2016

Potret Perempuan di Bidang Kesehatan

Saat bertemu dengan Ekoningsih M Lema saya tertegun dengan kisah yang ia ceritakan. “Bagi ibu hamil, kematian bisa terjadi di rumah, jalan bahkan di fasilitas kesehatan,” kata warga Kupang ini kepada saya saat berjumpa awal bulan November di Jakarta. Kepada saya, ia bercerita ada ibu rumah tangga yang akan melahirkan, namun di dalam rumah tak ada suami karena sedang pergi berkebun. Tak ada telepon genggam untuk berkomunikasi karena lokasinya yang teramat jauh dari ibu kota Kupang. Keluarga meminta agar jangan mengantar ibu hamil ini ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum sang suami menyetujui. Sang suami dibutuhkan untuk memutuskan apakah sang istri ini dapat melahirkan di klinik atau tidak. “Proses pengambilan keputusan telat,” ungkap aktivis perempuan di Kupang ini.

Dampak dari menunggu itu, sang ibu mengalami kekurangan darah, badannya mulai menguning dan bergetar. Ketika suami datang dan diantar ke dokter, ibu hamil ini mengalami pendarahan. Kantong darah tak tersedia. Keluarga kemudian berupaya mencari pertolongan ke Palang Merah Indonesia (PMI) dan pasien di rujuk ke RS daerah. Tapi sayangnya, dalam perjalanan, sang ibu dan bayi meninggal dunia.

Sumber : pixabay.com

Rabu, November 09, 2016

Film Me Vs Mami, Film Komedi Hubungan Ibu dan Anak

Beberapa hari sebelumnya, Ayyas bilang ingin menonton film di bioskop. Akhirnya, disepakati Jumat, 4 November 2016, nonton bareng bertiga di bioskop. Kebetulan Mba Farah nggak ada les, saya juga libur kerja. Sebelum berangkat, saya bilang bahwa agar terhindar dari hujan, harus berangkat lebih awal. Maklum, kala itu cuaca sudah agak gelap. Jadwal nonton kami pilih untuk yang pukul 15.00 WIB.

Sebelum berangkat, kami menyiapkan berbagai hal. Termasuk jas hujan. Benar saja, saat di tengah jalan, hujan turun teramat deras. Jas hujan yang kami kenakan tampaknya tak mampu menahan derasnya air hujan. Alhasil, baju kami pun basah. Ayyas apalagi, karena dia di depan, baju dan celananya malah basah kuyup. Kami memilih nonton di Mall Cijantung karena dekat dengan rumah. Harga tiketnya Rp 25 ribu per orang. Jaket Army yang mba Farah beli di toko online yang jual jaket army juga basah. Jaket ini selalu dikenakan kemanapun ia pergi. Kesannya macho, tapi ia suka. 
Yuk nonton me vs mami 

Selasa, November 08, 2016

Cara Menghilangkan Noda Bekas Jerawat

Sabtu kemarin saat bertugas, saya melihat teman saya menggunakan masker untuk menutup wajahnya. Panggil saja namanya Siti (sst, dia minta namanya tak disebutkan). Maskernya pun dilapisi tissue. Penasaran, saya pun bertanya alasan dia menggunakan masker untuk menutup wajahnya. “Jerawatku meradang, mba,” katanya. Kemudian, dia membuka masker. Tampak jerawat berwarna merah hampir memenuhi pipi kanannya. Saya tahu dia malu saat tahu jerawatnya seperti itu. Tapi ya mau bagaimana lagi.
 
Jerawat muncul. Sumber foto : pixabay.com

Minggu, November 06, 2016

Kekerasan Terhadap Jurnalis

Saat aksi 4 November yang terjadi di Jakarta, banyak sekali jurnalis yang meliput. Mereka melakukan peliputan untuk menyampaikan kondisi aksi secara live kepada masyarakat. Termasuk teman saya, Muhammad Guntur dari Kompas TV. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang ramah dan sopan. Saat saya masih di koordinator liputan, dia adalah salah satu jurnalis andalan. Mas Guntur, saya memanggilnya demikian, selalu update peristiwa, koordinasi sangat bagus, sangat diandalkan untuk peliputan. Dan saat aksi 4 November, dia pun melakukan peliputan seperti biasanya.

Namun peliputan hari itu membuatnya menjadi korban kekerasanSetelah kejadian, dia langsung melakukan visum di RSCM. Pagi hari setelah kejadian, saya bertemu dia di kantor. Saat bertemu dengan saya, saya bertanya kejadian yang dia alami.  Dengan nada suaranya yang pelan (suaranya emang pelan dan orangnya ramah banget), dia menceritakan kepada saya. “Kepala saya dipukul dari belakangmba,” katanya.  Awalnya, dia meliput dari pagi di kawasan Gambir, depan Bareskrim. Kemudian dia digeser liputan ke Istana Wakil Presiden (Wapres). Di Jalan veteran ini dia menjadi korban pemukulan. Saat mau mengambil gambar untuk persiapan live, tiba-tiba ada botol mineral yang terlempar dan kemudian terjadi aksi dorong mendorong.

Hentikan kekerasan terhadap jurnalis