Rabu, Oktober 12, 2016

Menata Hati Ala Dewi Ratnasari

Dewi Ratnasari, adalah seorang blogger yang menulis untuk blognya www.ratnadewi.me. Setelah berkenalan dengannya, saya kemudian mengetahui bahwa ia merupakan mantan jurnalis di TV One dan STV (Kompas TV Bandung). Suatu profesi yang sama dengan saya, yakni jurnalis. Namun tahun 2011, ia memutuskan untuk resign dari Kompas TV Bandung setelah lulus kuliah dan memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Di Jakarta, ia diterima sebagai reporter televisi yang mengharuskan ia untuk lebih kuat dan tak pantang menyerah.

Pengalaman yang tak dilupakan saat menjadi reporter adalah saat banjir di Jakarta tahun 2013, ia terpaksa tidak pulang dan harus berkeliling daerrah banjir di Jakarta selama tiga hari. Beberapa kawasan di Jakarta ibarat kota mati saat banjir melanda. Ia terpaksa tidur di pinggir jalan atau di dalam mobil, merupakan sesuatu yang harus ia lakukan. Berkat dedikasinya, ia yang pertama jali mengabarkan betapa parahnya kondisi korban banjir di Pluit dan Muara Karang. Di tahun yang sama, ia kemudian bergeser menjadi reporter news daily yang harus menggali informasi lebih dalam. Mba Dewi, nama panggilan saya kepadanya, kemudian memutuskan menikah dengan Kurniawan Aji Saputra. Stahun pernikahannya, ia hamil. Namun di usia kandungannya 24 minggu, tepatnya 8 November 2014, bayinya harus ‘berpulang’.

Perkenalkan : Dewi Ratnasari 

Senin, Oktober 10, 2016

Batik Pesisir, #BatikIndonesia antara Tradisi dan Inovasi

Batik Pesisir?
Saya jarang mendengar nama batik pesisir. Saya hanya tahu nama batik berdasarkan asal daerahnya. Batik Pekalongan, Batik Kudus dan lain-lain. Namun kemudian saya ketahui bahwa ada yang dinamakan batik pesisir, dan ada yang dinamakan batik keratonan. Batik keratonan dibuat di daerah keraton seperti Cirebon, Yogyakarta dan Solo. Batik Keraton lebih banyak dipakai oleh anggota kerajaan pada masa dulu. Sedangkan batik pesisir berasal dari daerah pantai seperrti Indramayu, Tuban dan Madura. Masyarakat pesisir lebih banyak terpengaruh pada budaya luar seperti India, China, Arab, Persia, Turki dan negara-negara lain.
 
Pameran batik pesisir di Bentara Budaya Jakarta

Minggu, Oktober 09, 2016

Berenang di Kolam Renang "Rumah Ibu"

Berenang!
Yaap, Sabtu kemarin memang waktunya untuk berenang. Seharusnya awal bulan lalu. Tapi saya tak bisa. Alhasil, Sabtu kemarin, 8 Oktober, menemani Ayyas untuk berenang. “Tapi kali ini aku pengen berenang di tempat baru,” kata Ayyas. Saya nggak ngeh awalnya, dimana sih Ayyas pengen berenang. Teryata dia komunikasi dengan temannya, Munis, via whatsapp. Tempat yang dituju adalah kolam renang ‘Rumah Ibu’ Di Cibubur. Awalnya saya mengira, teman anak saya ini akan berenang di rumah ibunya. Teryata ‘Rumah Ibu’ adalah nama kolam renang. Namanya sederhana dan mudah diingat.