Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Cerita Lebaran Bermakna di Kudus

Sabtu, Juli 30, 2016
Kudus, 7 Juli 2016.
Tok..tok.. tok ...
Tiga kali ketukan di pintu tak membangunkan penghuni rumah. Saya melihat jam yang melingkar di tangan. Ah, pukul 03.00 WIB. Pasti penghuni rumah masih tertidur pulas. Setelah menempuh perjalanan 12 jam dari Jakarta, akhirnya kami tiba di Kudus, Jawa Tengah. Disinilah, kampung halaman suami saya. Berkunjung ke Kudus menjadi rutinitas kami setiap tahun. Kecuali tahun lalu karena seluruh keluarga berkunjung ke Jakarta.

Ketukan pintu rumah pun di lakukan lagi. Kali ini, berhasil. Adik ipar saya, Mba Tun, membuka pintu rumah. Saya melihat masih ada kantuk di matanya, tapi senyumnya menghiasi wajah. Kami saling bersalaman dan berpelukan. Terdengar bunyi pintu kamar terbuka, Mae, mertua tercinta saya muncul. Saya melihat tubuhnya yang semakin kurus. Sakit yang dialami saat puasa teryata membuat berat badannya menurun drastis. Mae berjalan perlahan dibantu sebuah tongkat. Tongkat yang terbuat dari batang pohon kering membantunya melangkah kaki secara perlahan. Bergegas, saya dan suami membantu Mae duduk di samping kami.

Kudus di malam hari. Sumber foto : Yusuf Nugroho


Wiwid Wadmira, Guru Bagi Anak Kembarnya

Jumat, Juli 29, 2016
Menjadi guru adalah cita-cita yang telah lama diidamkan Wiwid Wadmira. Sejak kecil, ia memupuk cita-cita itu dan berharap keinginan itu akan terkabul. Namun keinginan tak semudah yang ia harapkan. Lulus SMA, ia hanya mampu melanjutkan D1 Sekretaris di Surabaya. Alasannya sederhana, agar selepas lulus ia bisa langsung bekerja. Lulus kuliah, ia bekerja sebagai sekretaris keuangan di perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi. Setahun bekerja, ia memutuskan melanjutkan kuliah di jurusan Sastra Inggris. Harapannya untuk menjadi guru membuatnya harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah.
 
Si kembar belajar make up :p 

Perlindungan Diri Melalui Asuransi

Rabu, Juli 27, 2016
Ini kisah lama. Kala itu, saya mendengar ada salah satu rekan saya yang kecelakaan sepeda motor. Saat hendak berangkat kantor, motornya ditabrak dari belakang oleh mobil. Ia terjatuh. Luka lecet dan luka terbuka di kakinya. Saya langsung ke rumah sakit tempat ia di rawat. Saat pertama kali menjumpainya, ia menangis. Saya masih terbayang wajahnya yang sedih saat ia duduk di kursi roda. Untuk melangkah menurutnya masih agak sakit. Sesekali ia meringis, memegang kakinya yang luka. Ia yang sudah terbiasa mengendarai motor kemanapun, tak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini.

Saya mencoba menguatkannya. Siapapun yang mengalami kerjadian seperti ini tentu shock, kaget. Setelah nemaninnya, saya pun pamit pulang. Kejadian seperti ini membuat saya semakin sadar, segala sesuatu selalu terjadi, tanpa kita pernah tahu. Kita tidak bisa tahu apa yang akan terjadi nanti sore, malam atau besok. Bahkan ada yang bilang, kita tidak bisa tahu apa yang akan terjadi lima menit kemudian.

Segala sesuatu yang bisa terjadi kapan saja, membuat saya semakin menyadari bahwa manusia hanya bisa merencanakan tapi keputusan bukan di tangan saya. Tapi di tangan-Nya. Seperti kisah teman saya itu. Rencananya ingin ke kantor, tapi malah di rumah sakit. 

Sumber: pixabay.com


Menjadi Pengusaha Melalui Minimarket

Selasa, Juli 26, 2016
Sebagai seorang ibu bekerja, saya menyukai sesuatu yang praktis sehingga tidak merepotkan. Salah satunya ya dalam urusan belanja. Terkadang, saya memilih menyukai berbelanja online. Nah, belanja online ini mudah. Buka website yang dituju, cek harga, pilih barang mana yang diinginkan, langsung deh bisa transaksi. Mudah kan?
 
Tapi ada beberapa hal yang menurut saya harus diperhatikan apabila ingin belanja online. Pertama, cek reputasi toko online tersebut. Jangan sampai toko online itu sudah klaim telah berdiri sejak lama tapi teryata bohong. Kalau sudah bohong sejak awal, kayaknya lebih baik putus #Eh. Kedua, detail soal barang yang akan dibeli. Untuk beli baju, misalnya harus di cek ukuran bajunya berapa, warnanya apa, apakah sesuai di badan kita atau tidak. Perhatikan juga tentang warna. Nah saya pernah nih pas belanja online lihat warnanya bagus sekali, tapi pas barangnya datang, barangnya tidak seperti yang digambarkan. Saya lupa memperhatikan komposisi pencahayaan. Ketiga, cek pembayaran. Apakah pembayarannya harus bayar di tempat atau bisa melalui transfer antar bank. Saya selalu milih transfer sesuai bank yang saya ikutin. Maklum, setahu saya jika transfer antar bank, bisa ada ongkos kirim. Kesannya sih Cuma Rp 5000 tapi kan lumayan?. Keempat, cek berapa lama proses pengiriman. Misalnya, kalau tokonya di luar kota tentu membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan jika sesama satu kota.  
    
Banyak pilihan yang ditawarkan  

Kemelut Sengketa Laut China Selatan

Senin, Juli 25, 2016
Selama bulan Juli, salah satu berita luar negeri yang seringkali dibahas adalah  sengketa Laut China Selatan. Jujur, awalnya saya nggak begitu ngeh dengan topik ini. Tapi karena topik beberapa kali terlihat di media sosial akhirnya saya pun mencari banyak informasi tentang sengketa Laut China Selatan.

Jadi begini, China berdalih sebagai pemilik seluruh kawasan Laut China Selatan. Dalih yang dikeluarkan oleh China ini berdasarkan buku kuno bertulisan tangan yang dijuluki ‘holy grail’. Buku ini diklaim China sudah menjadi warisan turun temurun nelayan China dan dianggap sebagai panduan navigasi tradisional yang  dikenal dengan nama ‘genglubu’.  
Sengketa Laut Selatan. Sumber foto : Sindonews

Nuansa Elegan dan Romantis Hotel Ciputra World Surabaya

Minggu, Juli 24, 2016
Mungkin sudah tak asing lagi terdengar bahwa Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Timur, tepatnya kota ini merupakan ibu kota Jawa Timur. Banyak banget bangunan-bangunan megah yang ada di sini. Apalagi Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta.

Surabaya adalah kota yang tak asing bagi saya. Beberapa tahun saya sempat kuliah dan bekerja di kota ini. Bedanya dengan Jakarta, Surabaya tidak begitu padat dengan kendaraan-kendaraan yang membuat macet. Mungkin ada sih, beberapa titik yang seringkali macet, tapi tidak sesering Jakarta. Saya ingat saat berkunjung ke Surabaya, jalanannya lancar. Padahal itu jam-jam kerja.

Hotel Ciputra World Surabaya. Sumber foto : Traveloka  

Katering Untuk Anak Sekolah

Selasa, Juli 19, 2016
Saat mengantar anak sekolah pada 18 Juli lalu, saya sempat ngobrol dengan beberapa orangtua siswa. Obrolan tentu tak jauh dari persoalan anak. Semua bermula saat saya cerita kalau anak saya A meminta untuk membawa bekal makan siang dari rumah dibandingkan katering dari sekolah. Selama ini, saat masih kelas 1 SD, ia berlangganan katering dari sekolah. Menunya beragam. Biasanya, sebulan sekali, orangtua mendapat menu katering setiap hari. Menunya tentu selalu empat sehat lima sempurna.

Misalnya mengkonsumsi nasi dipadu dengan sayur capcay dengan ayam dan tahu goreng. Setelah itu, ada tambahan puding dan buah. Terkadang juga dikasih jus. Setiap hari, saat jam makan siang, anak-anak mengambil makanan katering yang telah disiapkan di kelas. Hanya saja, bagi anak yang makannya cenderung lama seperti A, makan katering tampak terlalu banyak. “Aku selalu telat ngabisin makanan, Mi,” kata A kepada saya. Alhasil, ia memilih untuk membawa makanan dari rumah.

Kurma Muda Dipercaya untuk Program Hamil

Rabu, Juli 13, 2016
Saya ingin menulis pengalaman umrah Mei lalu (6 Mei-16 Mei 2016) secara bertahap. Kali ini, saya ingin cerita tentang salah satu info menarik yang saya peroleh selama umroh. Salah satu jamaah umroh bernama Pak Sigit bercerita kepada saya tentang kurma muda saat kami di Perkebunan Kurma di Madinah. Saat keluar dari toko di perkebunan kurma, ia membawa satu plastik yang berisikan kurma muda. “Sayangnya hanya satu plastik, kalau ada banyak saya mau beli,” kata Pak Sigit kepada saya. Awalnya saya mengira kurma muda itu seperti kurma lainnya. Tapi teryata, teman saya mengatakan kurma muda dipercaya dapat membantu untuk program hamil.

Kurma Muda sekilas mirip anggur hijau


Bebas Selfie Karena Wajah Bersih

Selasa, Juli 12, 2016
Kegembiraan terbesar selama mudik adalah tiba di kampung dalam kondisi sehat dan selamat, serta bisa berkumpul dengan keluarga. Mudik tahun ini sekaligus nengok ibu mertua yang kondisinya masih belum begitu sehat. Saat bulan puasa kemarin, bahkan sempat masuk rumah sakit karena tekanan darah dan gulanya, naik drastis. Alhamdulillah, sebelum puasa bisa keluar rumah sakit sehingga dapat berkumpul bersama keluarga.

Oh ya, selama di Kudus lima hari, panasnya sangat terasa menyengat. “Sejak akhir puasa bahkan belum pernah hujan,” kata adik ipar saya. Bagi saya yang terbiasa tinggal di Ambon dan Surabaya, panas di Kudus entah mengapa memang terlihat sangat terasa. Pernah tahun lalu, Kudus sangat panas, sehingga dua sumur di lingkungan rumah mertua, kering. Untuk mandi pun sempat kesulitan. Keluarga akhirnya membuat sumur pompa lagi untuk di salah satu rumah di lingkungan keluarga. Alhamdulillah, kondisinya sedikit menjadi lebih baik.
 
Wajah bersih bebas selfi bersama keluarga 

Pengalaman Mudik Melewati Tol Cipali

Minggu, Juli 10, 2016
Tahun ini pertama kali saya sekeluarga mudik melewati Tol Cipali (Cikopo-Palimanan). Kebetulan tahun lalu kami tidak mudik ke Kudus, Jawa Tengah karena keluarga di Kudus lebaran ke Jakarta. Kami ke Kudus bulan April 2015 saat Tol Cipali masih belum di operasikan. Saat mengetahui kami akan melewati Tol Cipali, saya pun menyiapkan kartu Flazz BCA. Apalagi ada informasi bagi pengguna kartu Flazz akan mendapat diskon 20 persen. Dua hari sebelum berangkat, saya pun membeli kartu Flazz di Halte Transjakarta di Palmerah, Jakarta Selatan.

Saya membeli kartu Flazz dan mengisi pulsa total Rp 120 ribu. Usai shalat Idul Fitri, 6 Juli dan berkumpul bersama tetangga, kami pun bergegas mudik. Saya sekeluarga sempat berhenti di Stasiun Tanjung Barat dan membayar parkiran dengan kartu Flazz senilai Rp 5000. Dana pun tersisa Rp 115 ribu.

Mmh .. nggak semua terfoto nih ...

Mereka Tetap Bekerja Meskipun Lebaran Tiba

Senin, Juli 04, 2016
Tak terasa Ramadan akan segera berlalu. Hari ini adalah hari ke 29 di bulan Ramadhan.Tahun-tahun sebelumnya, rasa kehilangan tidak sekuat tahun ini. Kekuatiran kehilangan bulan penuh rahmat yang entah kapan akan ditemui lagi. Akankah tahun depan akan ditemui lagi? InsyaAllah. Saya berharap demikian. Amin.

Hanya dalam hitungan hari, lebaran di depan mata. Berbagai persiapan pun telah dilakukan. Salah satunya persiapan mudik menjelang lebaran. Saya rencananya baru akan mudik saat lebaran pertama. Namun beberapa persiapan anak seperti makanan kecil, perlengkapan makan, bedak JohnsonBaby, sabun, permainan hingga buku telah disiapkan. Saya sekelurga tak sabar menyambut lebaran dan mudik di Kudus, Jawa Tengah. Saya merasa bersyukur masih mendapat kesempatan untuk mudik, pulang ke kampung dan berkumpul bersama keluarga. Padahal masih banyak teman-teman seprofesi saya yang masih tetap bekerja meskipun lebaran tiba. Bagi saya, bekerja di saat lebaran tiba butuh perjuangan untuk menahan rindu terpisah sementara dari keluarga. Mereka yang bekerja di saat lebaran ada juga yang muslim sehingga tak mampu berkumpul bersama keluarga. Saya yakin, apa yang dilakukan dibalas pahala oleh Allah SWT. Sepengatahuan saya, ada beberapa profesi yang masih tetap bekerja meskipun lebaran tiba.
 
Selamat Idul Fitri

Auto Post Signature

Auto Post  Signature