Selasa, Juli 19, 2016

Katering Untuk Anak Sekolah

Saat mengantar anak sekolah pada 18 Juli lalu, saya sempat ngobrol dengan beberapa orangtua siswa. Obrolan tentu tak jauh dari persoalan anak. Semua bermula saat saya cerita kalau anak saya A meminta untuk membawa bekal makan siang dari rumah dibandingkan katering dari sekolah. Selama ini, saat masih kelas 1 SD, ia berlangganan katering dari sekolah. Menunya beragam. Biasanya, sebulan sekali, orangtua mendapat menu katering setiap hari. Menunya tentu selalu empat sehat lima sempurna.

Misalnya mengkonsumsi nasi dipadu dengan sayur capcay dengan ayam dan tahu goreng. Setelah itu, ada tambahan puding dan buah. Terkadang juga dikasih jus. Setiap hari, saat jam makan siang, anak-anak mengambil makanan katering yang telah disiapkan di kelas. Hanya saja, bagi anak yang makannya cenderung lama seperti A, makan katering tampak terlalu banyak. “Aku selalu telat ngabisin makanan, Mi,” kata A kepada saya. Alhasil, ia memilih untuk membawa makanan dari rumah.