Selasa, November 29, 2016

Resensi Buku Seberapa Berani Anda Membela Islam?

Sebuah buku berwarna kuning kecoklatan dengan ilustrasi seorang pria berpeci putih menghadap ke arah masjid. Judul bukunya ‘Seberapa Berani Anda Membela Islam?”. Dari judulnya, seolah mengusik relung hati saya paling dalam. Pertanyaan yang sungguh belum pernah saya tanyakan kepada diri saya sendiri tentang keberanian atas nama agama. Namun pertanyaan itu datang dari sebuah buku setebal 274 halaman.

Saya penasaran bagaimana definis berani yang ingin disajikan Nai’m Yusuf sebagai seorang penulis?. Na’im menyajikan esensi sikap berani yang secara bahasa disebut ar-Rujulah (kelaki-lakian atau berani). Kata ar-Rajul adalah sinonim dari kata adz-dzakar yang bermakna perempuan. Kata ar-Rajul dalam Al Quran disebutkan sekitar 45 kali. Di antara makna ar-Rajulah adalah, Allah menggambarkan para nabil dan rasul dengan kata rijal untuk membawa risalah dakwah dengan segala tantangan dan kesulitan di jalannya. Ra-Rujullah memiliki makna lebih luas dari ‘laki-laki’-anonim perempuan- mengingat betapa banyak perempuan yang lebih berprestasi dari laki-laki dalam beberapa posisi sulit.
 
Buku Seberapa Berani Anda Membela Islam
Oleh karena itu, sikap berani tidak identik dengan lak-laki saja. Sikap pemberani juga tidak hanya untuk usia muda. Sikap berani juga bukan berdasarkan kesempurnaan tubuh, tinggi tubuh dan kekuatan fisik. Lalu, apa yang dimaksud dengan sikap pemberani?.

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Naim kemudian memuat beberapa contoh sikap pemberani. Salah satunya adalah kisah yang terjadi di masa khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq. Di saat Khalid bin al-Walid mengeoung kota al-Hirah, dia meminta bantuan pasukan kepada Khalifah Abu Bakar. Namun Khalifah hanya mengirim seorang prajurit yaitu al-Qa’qaba’bin ‘Amr seraya berkata “Sesungguhnya, keberadaan al-Qa’da dalam pasukan lebih baik daripada seribu prajurit’.

Dalam buku ini juga memuat berbagai karakter pemberani. Ada 13 karakter pemberani yang dimuat di buku ini. Ke 13 karakter itu adalah :
Mencintai Masjid
Menyeru ke jalan Allah
Bersungguh-sungguh dan Tanggap
Bersikap Aktif dan Bertanggung Jawab
Bercita-cita yang Tinggi
Mulia dan Terhormat
Berani di atas Kebenaran
Berani
Berjihad dan Berkorban
Teguh di Atas Kebenaran
Sabar dan Membiasakan Diri
Memenuhi Janji dan Jujur kepada Allah
Tidak Mudah ‘Putus Asa’ dan ‘Pesimis’

Menurut saya, ke-13 karakter itu memiliki keterkaitan. Karakter-karakter itu merupakan karakter yang harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Entah dalam lingkup bertetangga, bekerja ataupun di  kantor. Karakter ‘Sabar dan Membiasakan Diri’ dalam buku ini dijabarkan sebagai kebutuhan pokok duniawi sebagaimana kebutuhan pokok agama. Dalam buku ini dikatakan bahwa tidak ada keberhasilan di dunia dan kebahagiaan di akhirat tanpa kesabaran. Di dunia, cita-cita tak akan dapat direalisasikan, tujuan tidak akan tercapai dan ilmu pengetahuan tidak akan didapat kecuali degan kesabaran. Orang yang sabar akan meraih kemenangan, sedangkan orang yang tidak sabar tidak akan mendapat apa-apa.

Dari ke 13 karakter yang dimuat di buku ini, karakter ke 9 tentang Jihad dan Pengorbanan, yang di ulas secara lebih dalam. Ada 12 poin yang kemudian menjabarkan inti dari karakter terkait jihad dan pengorbanan ini. Dalam karakter ini dijelaskan tentang makna berkorban yakni memberikan apa-apa yang dimiliki demi membela agama, bangsa, negara, kehormatan dan umat manusia. Pengorbanan yang dimaksud bukan hanya berkorban nyawa, tetapi juga berkorban tenaga untuk memahami agama ini secara mendalam, menerapakannya pada diri, menentukan speran dalam menyebarkan risalah serta menciptakan kedamaian dunia.

Bahasa yang digunakan buku ini mudah dipahami dengan kalimat yang tak mengggurui. Buku ini juga menceritakan kisah-kisah yang sesuai dengan karakter yang ditulis. Ada hadist dan ayat al Quran yang dimasukkan dalam setiap karakter yang ditulis. Kisah perempuan pemberani juga diceritakan dalam buku ini. Buku ini, bagi saya, akan menjadi menarik juga dilengkapi dengan foto atau ilustasi sehingga menjadi semakin enak dibaca.

Judul: Seberapa Berani Anda Membela Islam
Penulis : Na’im Yusuf
Penerbit : Maghfirah Pustaka
Tahun Terbit : 2016
Cetakan: I. Jakarta 2016
Tebal : xiv + 274 Halaman
ISBN: 978-979-25-2643-1

  



Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

33 komentar:

  1. Sayangnya untuk karakter berani terutama mencintai mesjid sudah agak kendor y mba berasa direminder :) makasi ulasanya mba bukunya keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa membaca buku ini juga reminder buat aku mba :)

      Hapus
  2. Sungguh jauh ternyata keberanian saya dalam membela Islam jika merujuk pada kriteria dalam buku ini ya Bu
    Tapi paling tidak, menciptakan kedamaian itu juga sudah termasuk keberanian
    dan menciptakan kedamaian itu bukan berarti memberhentikan perang saja, tapi juga termasuk damai dengan hati, alias bersyukur atas apa yang telah kita terima...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali Teteh Okti. Menciptakan perdamaian juga termasuk keberanian. SUka sekali dengan kalimat teteh :)

      Hapus
  3. aku jadi pengen beli buku ini mba, sangat bagus neh. Apalagi tentang 13 karater pemberani.

    BalasHapus
  4. Membacanya lancar mudah dan selesai, artikel keren ! Memahami mencerna dan mempraktekkannya tantangan berat semua akhlak musti di tanam sejak dini jika telah dewasa berjuangnya jadi berlipat ganda, terima kasih telah menuliskannya dengan rinci.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bunda Intan :)
      Iya benar, bun. Harus diajarkan sejak dini :)

      Hapus
  5. Ini covernya soft atau hard Mba? Pengen juga baca buku-buku ginian, nggak novel sama buku anak-anak aja, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hard cover, mba. Iya silakan membaca mba :)

      Hapus
  6. nah dalem banget nih judulnya, keberanian ku masih patut dipertanyakan

    BalasHapus
  7. Merasa ditampol. Iya, saya pun merasa digilitik hatinya. Mengaku islam, tapi ya, begini.. Masuk ke masjid udah jarang, sok sibuk di tempat kerja, pulang malem, lewat semua deh ke masjidnya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita jadi introspeksi diri ya mba Eri :)

      Hapus
  8. Menarik bukunya ya mbak. Bisa jadi reminder utk terus menerus belajar bgmn jd muslim/ muslimah yg baik, gk hny di mata manusia, tp lbh peting lg di hadapan-Nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba April. Pengingat untuk diri aku juga mba :)

      Hapus
  9. Point terakhir mb tidak mudah putus asa ato pesimis jadi pemacu untuk pengen tau bagaimana kiat2 yg dijabarkan buku ini

    BalasHapus
  10. Nah, yg point jihad dan pengorbanan nih mba, banyak yg memaknainya dengan sepenggal saja ya, sehingga akhirnya perdamaian dunia malah makin jauh ditinggalkan. Wajib baca nih buku ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penegakan perdamaian dunia penting ya mba :)

      Hapus
  11. Rekomendasi yg tepat bagi org2 yg salah pentafsiran

    BalasHapus
  12. Setuju, berani berkorban sembari tetap menjaga perdamaian dunia ya

    BalasHapus
  13. Iya mba Muti. Perdamaian dunia penting mba :)

    BalasHapus
  14. Buku ini, relevan banget ya mba, ama kasi yangs edang marak dilakukan...seberapa berani, tapi bukan konyol juga ya mba rach

    BalasHapus
  15. Pikiranku kok masih di 212 ya? Diluar pembahasan pro kontranya, merinding melihat foto dari omku yang ikutan, benar2 luar biasa kekuatan ukhuwah Islamiyah.

    BalasHapus
  16. Buku yang bagus sebagai pengingat mba, merenung labih dalam tentang pembelaan terhadap keyakinan yang kita anut.

    BalasHapus
  17. Wow bacaan yang cukup berat πŸ˜€ asyik juga ya jadi bisa mengenal karakter2 pemberani sebagai umat muslim 😊

    BalasHapus
  18. Pengen nyari buku yang sejenis ini tapi genre anak-anak dan remaja, adakah referensinya ?

    BalasHapus