Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Lakukan Ini Jika Naik Commuterline

Jumat, November 25, 2016
Saya setiap hari naik commuterline. Berangkat dari stasiun Pondok Cina, Depok dan turun di stasiun Tanah Abang kemudian dilanjutkan naik commuterline tujuan Serpong, turun di stasiun Palmerah. Rutinitas ini berjalan terus, setiap hari. Tidak hanya hari kerja, melainkan juga di hari libur. Apabila ada acara di luar kantor, saya memilih menggunakan commuterline dan turun di stasiun terdekat. Bagi saya, naik commuterline lebih cepat, tak macet dan harganya juga terjangkau. Bagi yang tak selalu naik commuterline, atau baru pertama kali naik commuterline, saya ingin berbagi apa saja sih yang harus disiapkan jika akan naik commuterline.
Commuterline
Jika penuh, kondisinya seperti ini. Sekalian, jangan lupa follow instagram @lidbahaweres ya :


Beli tiket sesuai tujuan

Jika menggunakan transaksi non tunai, cek dulu berapa saldo yang tersedia di kartu anda. Jika saldo tidak memungkinkan bisa langsung isi ulang di stasiun atau bahkan minimarket terdekat. Pernah saya tak bisa isi ulang karena fasilitasi isi ulang di stasiun rusak. Alhasil ya pakai tiket harian berjaminan. Namun apabila memilih menggunakan kartu harian, saat membeli di kasir harus pastikan turun di stasiun sesuai jadwal.
Commuterline
Tiket harian berjaminan
Saya pernah beli tiket harian untuk pulang pergi stasiun Pondok Cina-Palmerah. Tapi saat pulang, saya memilih tidak berangkat dari stasiun Palmerah melainkan di stasiun Cawang. Teryata saya kena denda menambah uang Rp 3000. Padahal jaraknya lebih dekat stasun Cawang dibandingkan stasiun Palmerah.

Gunakan Pakaian dan Sepatu yang Nyaman
Hindari menggunakan baju renda-renda yang panjang menjuntai sehingga bisa saja terinjak penumpang lain kalau di commuterline. Gamis sederhana atau celana jeans serta kaos santai, pilihan yang tepat. Sebaiknya hindari menggunakan sepatu hak. Mengapa? Percayalah, berdiri di commuterline dengan sepatu hak sangat melelahkan. Bisa-bisa jatuh saat commuterline berhenti di stasiun. Saya pernah lihat ada yang tetap memakai sepatu 5 cm untuk naik commuterline. Dampaknya? Ia terjatuh. Kalaupun harus menggunakan sepatu hak, sebaiknya sepatunya dimasukkan di dalam tas dan gunakan sepatu sol datar atau bahkan sandal jepit. Saya lebih memilih memakai sneaker atau sandal gunung kalau naik commuterline.

Harus Tertib Antre


Commuterline
Antrilah menungu commuterline
Saat menggunakan kartu harian, penumpang harus antre di kasir saat pembelian maupun penggembalian kartu. Antriannya bahkan panjang sehingga menghabiskan banyak waktu. Karena antri itu, ada juga yang tak sabar sehingga memotong antrian. Alhasil, banyak yang protes. Namun sekarang sudah banyak yang tertib antre. Tertib antre juga harus dilakukan saat mau tap out atau tabpin. Jangan karena mau buru-buru, akhirnya tidak antre yang bahkan membuat suasana semakin tak menyenangkan. Pengalaman saya, kalau tertib antri untuk di kasir ataupun saat tap in dan tap out selalu berjalan lancar. Namun untuk tertib menunggu penumpang turun dari commuterline, teryata sulit dilakukan. Kerap kali yang terjadi, penumpang belum turun dari commuterline, ada penumpang yang tak memberi jalan sehingga terjadi saling desak-desakan. Kemarin bahkan kejadian ada penumpang yang jatuh karena terdesak saat mau turun tapi dihalangi oleh penumpang yang akan naik. Kalau begini, siapa yang jadi korban?

Berikan Tempat Duduk Prioritas kepada yang membutuhkan
Seringkali kita dengar dan membaca bahwa ada tempat duduk prioritas. Tempat duduk prioritas itu diberikan kepada ibu hamil, ibu dan balita, manula dan kaum disabilitas. Nah, karena kursi prioritasnya tak banyak, maka kerapkali penuh. Alhasil, saya sendiri masih sering lihat ada ibu yang menggendong bayi tak kebagian kursi duduk. Kadang para penumpang saling mengingatkan untuk memberikan tempat duduk kepada mereka yang membutuhkan.

Siapkan Hiburan Untuk Mengatasi Kebosanan
Terkadang kalau naik commuterline, saat memasuki stasiun tertentu seperti stasiun Manggarai terjadi antrian. Belum lagi kalau ada gangguan sinyal. Jika ini yang terjadi, sebaiknya kita sabar tapi jangan lupa untuk mengabarkan kondisi ini melalui media sosial atau menanyakan penyebab keterlambatan ke masinis. Supaya tak bosan, bisa dengan menajak ngobrol penumpang lain atau mendengarkan musik. Kalau ada buku, bagus juga untuk dibaca namun pilihlah buku yang berukuran lebih kecil sehingga tak menganggu yang lain.

Apakah teman punya pengalaman naik commuterline? Yuk berbagi  :)















96 komentar on "Lakukan Ini Jika Naik Commuterline "
  1. aku beberapa bulan ini sering naik commuterline mbak, kemarin naik commuter line ada 3 cowok duduk dibangku prioritas trus ada ibu-ibu yang lagi berdiri, aku bilang aja ke anak-anak cowok itu kasi si ibu duduk, yg bikin gemes kok nggak ada inisiatif memberi tempat duduk malah mesti di tegur dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Tuty. Kita harus tegas :)
      Bagus tindakan mba

      Hapus
  2. aku pengguna mulai dari jaman masih kereta jadul yang gelap yang banyak asongannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaaa aku juga begitu mba Innayah ;)

      Hapus
  3. Aiihsss.. Aku ga kebayang mbak :D. Belum pernah naik coomuterline soalnya :D. Ga berani hihihi.. Suami juga ngelarang sih.. Tapi aku salut ama semua anker yg kuat berdesak2an gini stiap hari.. :)

    BalasHapus
  4. Pernah sekali pake commuterline ke situ babakan dan yg khawatir malah suami, takut aku nyasar dll, alhamdulillah sih baek2 aja.. Pengen barengan sama Raya jalan2, tapi kayaknya harus nyari waktu yg tepat biar ngga terlalu rame :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalau bawa anak sebaiknya pas jangan sam kerja mba Sandra :)

      Hapus
  5. Satu lagi mbaaaaaa: Air minum. Berhubung saya gampang haus, selalu sedia minum untuk diminum di stasiun, terutama kalau nunggu lama di siang hari. Kalau di dalam commuternya kan dilarang makan minum yak... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ooh ya bener mbaaaaa. Tapi kalau haus dan lapar ya minum aja ama makan cemilan buat ganjal perut :p

      Hapus
  6. aku, bawak makanan, apalgi klo ama anak

    BalasHapus
  7. Komuter itu sama dg KRL bukan mak?

    BalasHapus
  8. aq tadinya awam bgt naek commuterline mba, baru terakhir2 ini aja coba naik kereta klo wiken, sedikit udah lmyn nyaman dgn kereta, aq byrnya pake kartu yg biasa aq pake klo naek busway untung bs ya mba jd ga merepotkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa kalau pakai kartu yang bersinergi gitu pas mbaa. Nggak perlu ribet antri ;)

      Hapus
  9. Pas masih kerja di Jkt dulu pernah naik commuterline. Hmm jadi kangen. Sekarang naik kereta kalau jalan-jalan jauh.

    Dan memang benar, siapkan hiburan plus camilan kalau saya pas lagi antri. Xixixi

    BalasHapus
  10. waah itu uyel2an gitu senengnyaa... hihiii...
    Aku pernah terdampar di manggarai ganti kereta, nunggunya lama mana malem2, eh dapet uyel2an gitu deeeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar unyel2 tapi hati senang mbaa, Hihihii

      Hapus
  11. Kebayang perjuangannya mbak tiap hari naik commuterline. Semoga kuantitas kereta makin ditambah ya mbak.... Biar gak terlalu menumpuk

    BalasHapus
  12. Hebat Mba Rach tiap hari naik commuter di jam kerja. Aku yg cuma weekend aja kalau keseringan jadi sakit :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Leyla. Mau gimana lagi mba. Hihihiii

      Hapus
  13. Tooss Mba Alida, sesama roker dari Depok.. Hehe.. Selama naik Cl banyak banget pengalamannya mba, dari liat org berantem gara2 penuh, liat orang pingsan, gak dikasih duduk pas hamil hiks, macem2 mba.. hihi.. Seru tapi yah.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iya banyak juga yang berantem ya mba. Hihihi

      Hapus
  14. Semenjak d sawangan sy jg sering naik kereta mba klo k daerah jkt

    BalasHapus
  15. wah...kayanya emang pilih pakaian n sepatu yg ringkas..ya mba lida... betdesakan gitu..jgn sampe sendal keinjak org lain...he2

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba. Capek juga kan kalau harus pakai sepatu berhak :)

      Hapus
  16. Lebih bagus naik commuterline yaa ... Bebas macet dan bebas bebas polusi ya...?

    BalasHapus
  17. aku membayangkan alangkah penuh semangatnya ya harus berdesakan naik kereta ya semoga sehat sampai tujuan.

    BalasHapus
  18. Ntar kalo ke Jakarta mau nyoba naik komuter line..

    BalasHapus
  19. kalo di hari kerja naik commuter line challenging banget ya mba..kadang risih kalo dempet2an sama cowo.jadi lebih memilih yang gerbong khusus wanita meskipun gerbong ini katanya lebih sadis sesama wanita, haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba. ENakan di gerbong perempuan kalau berdesak-desakan walaupun .. (ya gitu deh_ HIhiii

      Hapus
  20. aku belum pernah naik commuter laine mbak.....seru ya pastinya tapi harus hati2 juga ya mbak takut nek kecopetaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba Prana. Pernah kejadian ada yang kepocetan. Smoga nggak terjadi deh. Aamin

      Hapus
  21. Ternyata commuterline masih umpel2qn kayak gitu ya mbak.Jadi inget dulu mau ke Depok dari Jakarta adikku hampir kegencet orang dan pintu yg otomatis menutup 😉

    BalasHapus
  22. Saya naik commuter paling kalau mau ke KoTu aja 😀 kalau di jam2 pulang kantor emang padat banget ya

    BalasHapus
  23. Aku pernah naik commuter line dr Tebet ke Bogor. Ya Allah, pusing udh mulai masuk stasiun. Di keretanya tambahbpusing krn mpet2an. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii sabar ya mba Nurul Noe :p
      Iyaa meget2an tapi kadnag juga nggak :)

      Hapus
  24. Saya masih nyimpan kartu itu. Gak harus dikembalikan, ya. Ntah kapan ke ibukota lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu kartu jaminan, mba Relinda. Jadi, kalau mba kembaliin sebetulnya uang jaminan dikembalikan. Tapi harus dikembalikan saat itu juga ;)

      Hapus
  25. Dan aku belum pernah lagi naik CL hahaha klo dlu masih suka naik KRD :)

    BalasHapus
  26. Memang menyenangkan naik commuterline apalagi jika tdk terlalu padat
    Saya jg baru tau..meskipun udah tap in tp ga jd naik pas tap out saldo kartu kepotong jg y mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa skaarng kepotong mba walau tap out dan tab in di stasiun yang sama :)

      Hapus
  27. aku jarang naik com line. dibanding jaman dulu, skr jauh lebih nyaman ya bias sama desek2an juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya smoga ke depan makin nyaman ya mba :)

      Hapus
  28. Saya belum pernah naik CL. Ya wajar ya mbak. Ke Jakarta sekali dua kali. Hehehe... Tapi pengin ngerasain. Ngerasain pakai transJakarta juga. Hehehe... Maklum orang desa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa ntar kapan2 mbaa maen Jakarta trus rasakan sensasi pakai commuterline :p

      Hapus
  29. Benar sekali mbak, memberi kursi yang lebih membutuhkan. Pengalaman saya, waktu belum menikah sering melakukan hal itu, dan ketika memiliki baby, sering di prioritaskan sama penumpang lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalau banyak yang memperhatikan ya mba Anis :)

      Hapus
  30. Aku belum pernah naik CL jaman sekarang. Kata suamiku enak kok tapi beliau seringnya nggak di jam sibuk sih. Dulu banget pernah naik KRL & trauma krn empet2an dg laki2. Problem utama angkutan massal Ind itu salah satunya memang ketertiban. Susah banget ngajak mereka berpikir kalau mau antri segala urusan jadi lebih cepat selesai, nggak malah ngejam krn pada mau menang sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kalo empet2an enaknya di gerbong perempuan aja biar nggak risih :)

      Hapus
  31. Sekali waktu pas ke Jakarta saya pernah nyoba commeterline, sambil keluarga nanya gimana caranya. Aslinya sih enak aja ya, terus pas nggak antri full, terus pas gak padat, hehe. Pas beruntung apa ya

    BalasHapus
  32. Pengen naik CL lagi hehehe, kalo di jakarta CL ini andalan saya untuk kemana-mana. Cuma kalo jam kerja, ampoooon mak, nyerah. Mau dibilang ada gerbong khusus perempuan pun, kadang ibu-ibu di gerbong perempuan lebih 'ganas' (no offense ya) karena saya SERING banget disikut, pernah sampe biru-biru. Udah ga kebagian kursi, disikut pula, nyerah deh.

    BalasHapus
  33. Udah lama nggak naik CL. Terakhir tahun 2014 gitu yaa.. Terus kartunya aku lupa kembaliin kubawa sampe ke Bandung, Mba :))

    BalasHapus
  34. Di Balikpapan belum ada.
    Tapi kalau pas Di Jakarta seringnya naik busway.
    Cuma pernah dulu tahun 2012 apa ya, dari Jakrata ke Surabaya naik KA bisnis. Keren banget dan puas. Berangkat malam, sampai Turi pagi jam 6.30.

    Pernah juga coba naik MRT di Singapore, pengalaman tak terlupakan. Kayaknya kudu ditulis.

    BalasHapus
  35. hiks jd ingat waktu naik commuter dr depok....padat banget...bawa koper pula tuh...klu ga mepet waktu ga bakal naik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti banyak yang protes yaaa. Hihiiii

      Hapus
  36. dulu waktu masih kerja, KRL menjadi andalan transportasi mba... sekarang paling kalau lagi ikut aacara blogger aja naik KRL. Kalau ndak mendesak sebaiknya jangan ikut rombongan jam kerja... bakal sesak banget... di antaranya relatif lebih sepi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYaaa tapi nyaman skarang pakai KRL mba Ira :)

      Hapus
  37. Tulisan ini sangat membantu, apalagi tahun depan pindah ke ibukota, jd mulai sounding kebiasaan-kebiasaan warganya. Makasih mbak infonya

    BalasHapus
  38. comuterline sepertinya bisa dibilang sudah menjadi transportasi andalan ya mbak sekarang ini

    BalasHapus
  39. Pernah nyoba naik CL beberapa tahun lalu pas main ke Jakarta, mba. Dan itu lumayan padet. Hahahaha. Tapi ya pengalaman nyobain, kalo ngga gitu rasanya ngga sah :D.

    BalasHapus
  40. ya kadang sedih ya klo kita berdiri bareng nenek-nenek atua ibu gendong balita tapi ada pemuda yang kelihatannya sehat ngga mau ngasih tempat duduk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengen jewer nih kalau ada yang ngasih tempat ke ibu dan anak :(

      Hapus
  41. pertama kali naik komuter saat di kalibata, huaduh gak dapat duduk harus berdiri dengan sabar :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang harus sabar sih mba kalau naik commuterline. Hihiii

      Hapus
  42. Wah nda teras sudah setahun aku nda naik krl lagi, #time flies

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, harus segera naik lagi nih mba :p

      Hapus
  43. Aku belum pernah naik comuterline..suatu saat semoga bisa naik itu ya. Haha ndeso banget deh akuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga naik karena tuntutan pekerjaan, mbaa #Eaaaa :p

      Hapus
  44. Aaaak pas banget baca ini, minggu depan perdana nih Mba mau naik KRL. Kudu siap mental dan fisik nih desek-desekan, kereta dari Jogja nyampe Jatinegara pas jam pulang kantor soalnya huaaaa :(((

    BalasHapus
  45. Aku belum pernah naek CL mba hihi di sini adanya KRD, tapi hampir sama situasinya kalau mau naik kadang ada yang ngga sabaran, jadinya desek-desekan di pintu -_-

    BalasHapus
  46. sebagai bukan warga jabodetabek, proses tapping ini agak membingungkan, terlebih jika salah tappping malah yang kebuka yg disebelah :D (pernah ngalamin sendiri)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya emang tapping kebuka yang di sebelah. Hihiii

      Hapus
  47. Samaan kita mbak, aku juga Angker (Anak Kereta) Citayam-Pasar Minggu hihihi deket :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah jalur itu susah dilewati kalau jam pulang kerja, mba :p

      Hapus
  48. suami suka request kalo aku lagi pamit ke jakarta ada acara blogger "bun, pakai baju yang praktis, biar ngelangkahnya di KRL enak" hemm bener juga ternyata ya mbak. Ngebayangin berdesakan dengan baju yang mengganggu malah khawatir tidak nyaman kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Kalau nggak nyaman bisa emosian :)

      Hapus
  49. Klo ke Jkt saya malah lebih suka pake TransJakarta Mbak, krna menurutku lbh gampang dapat haltenya, heheh. Laguna tempt tujuan says jg dekat Dari hate buses jd lbh simple. ohya Junk kemarin ke Jkt naik KRL, bawa si Batita pula, dia senang banget pengennya bergantung di pegangan, untungnya waktu itu udh sepi jd bs bebas, hehehehh

    BalasHapus

Auto Post Signature

Auto Post  Signature