Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Jangan Ragu untuk Memulai Bisnis di Usia Muda

Kamis, November 03, 2016
Saya salut dengan sosok anak muda yang memutuskan untuk menciptakan lapangan kerja, memulai usaha, di usia muda. Di kala anak muda seusianya memutuskan untuk bekerja di perusahaan, anak muda itu memutuskan untuk menciptakan usaha. Usaha yang kemudian membawanya ke gerbang kesuksesan.

Anak muda itu adalah Leni Apriyanti. Ibu muda kelahiran Garut, 19 April 1992 ini adalah pendiri sekaligus pemilik usaha ‘Casuga’ (Caramel, Susu, Garut). Usianya 21 tahun saat ia memulai berbisnis. Kepada saya, ia bercerita selesai sidang skripsi, September 2013, sang ibu menawarkannya untuk membuat permen. Kala itu, ia sedang menunggu lamaran kerja. Sang ibu memiliki resep membuat permen yang diperoleh dari pelatihan yang diadakan dari Dinas Kabupaten Garut, Jawa Barat. Harapannya, bisa menciptakan permen yang berkualitas lebih baik dan menyehatkan. Sang ibu yang awalnya selalu mengikuti bazar yang diadakan Dinas Kabupaten, kemudian membuka usaha pupuk yang kini semakin berkembang. Keinginan sang ibu untuk mengembangkan pengolahan permen menjadi tak fokus. “Awalanya saya ragu untuk mengembangkan usaha pengolahan permen,” katanya lagi.

Leni Apriyanti dan timnya
Namun berbekal semangat dan dukungan orangtua, ia memutuskan untuk mengembangkan usaha pengolahan permen. Ia memilih menamakan usahanya Casuga. Dengan modal usaha Rp 1 juta, Leni kemudian memutuskan untuk mengembangkan usahanya.

“Peluangnya lebih besar. Bahan pokoknya juga tidak sulit,” kata Leni. Manfaat lainnya adalah dapat memberikan peluang kerja untuk masyarakat sekitar. Apalagi, olahan susu ini memiliki nilai tambah dari segi ekonomi. Olahan susu juga merupakan salah satu kebutuhan bagi manusia. Ia memilih untuk mengembangkan usaha di wilayah rumahnya di kampung Bebedahan, Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.
 
Produk Casuga yang digemari 
Awal berusaha, ia sempat merasakan kesulitan dalam memasarkan produknya. Kompetitor telah masuk lebih awal di toko-toko oleh-oleh. Ia kemudian mencoba berinovasi dalam membuat rasa. Sebelumnya, ia hanya menjual permen susu tanpa tambahan rasa. Akhirnya ia berhasil menemukan pasta stroberi dan pandan. Resepnya dicoba berulangkali hingga kemudian dirasakan pas di lidah. Setelah permen rasa stroberi dan pandan berhasil, ia kemudian berlanjut ke rasa kacang dan wijen. Resep yang ia gunakan selalu dikonsultasikan dengan mentornya yang bekerja di Dinas Peridustrian. “Semuanya agar rasa dan kualitas tetap terjaga dengan baik,” ungkap ibu satu anak yang kini berusia dua bulan ini.  

Banyak yang awalnya meragukan permen susu yang ia buat. Namun lama kelamaan, permen susu miliknya menjadi idola. Kepada saya, ia mengaku dulu sempat melamar ke beberapa lembaga keuangan dan perusahaan. Namun setiap kali ada panggilan kerja, selalu saja bentrok untuk mengurus usaha Casuga miliknya. “Mungkin ini rahasia Tuhan bahwa saya harus fokus mengurus Casuga,” katanya.

Tak Ragu Memulai Bisnis 
Namun berkat ketelatenan dan kerja keras, ia mampu mengembangkan usaha ini. Awalnya, ia dibantu oleh satu karyawan. Namun kini, ia telah memiliki empat karyawan. Awal usaha, ia mempromosikan melalui door to door. Awalnya hanya terjual 50 buah. Namun kini, dalam sebulan terjual 500-1000 buah. Omzetnya mencapai Rp 5 juta – Rp 10 juta. “Untuk hari libur panjang bisa berlipat karena kunjungan wisata,” katanya lagi.

Leni tak berpuas diri dengan apa yang ia peroleh. Ia kemudian berkreatif lagi untuk menciptakan berbagai inovasi. Setelah permen susu laku, ia pun mengembangkan keripik susu. Kerupuk susu yang ia jual, selain memiliki rasa gurih dari susu murni, juga memiliki tekstur crunchy.  Setelah kripik susu semakin laris, para konsumen kemudian meminta agar ia mengembangkan stik susu. Ia juga tak segan untuk mendengarkan keinginan konsumen untuk produk yang ia hasilkan. 
 
Stik susu 
Dalam sebulan, ia menghabiskan 400-800 liter per bulan. Untuk mengembangkan usaha, ia memilih bekerjasama dengan peternakan sekitar. Ke depannya, ia mengaku ingin mengembangkan produk olahan susu dengan jenis yang lain. Selain itu ia juga berharap memiliki tempat edukasi tentang sapi. “Saya juga ingin memiliki outlet oleh-oleh,” katanya. Produk Casuga dapat diperoleh di toko oleh-oleh Garut, Bandung, Jawa Barat. Termasuk di Bandara Husein Sastranegara dan  Smesco, Jakarta.

Leni merupakan salah satu orang yang memilih untuk usaha di usia muda. Memulai usaha, tentu tak mudah. Apalagi di usia muda. Banyak sekali tantangan yang dihadapi, seperti yang terjadi pada Leni. Menurut Rhenald Kasali di liputan6.com, ada tiga tantangan yang dihadapi perusahaan rintisan yang baru memulai usaha. Pertama, bagaimana membayar gaji. Kedua, anak-anak muda cenderung ingin cepat berhasil. Ketiga, tuntutan keluarga. Namun hal itu dapat diatasi dengan beberapa hal. Pertama, modal kepercayaan sangat penting. Kedua, tahan uji agar mental menjaid kuat dan ketiga mencari teman yang dapat saling melengkapi.

So, jangan ragu berusaha di usia muda, teman :) 

60 komentar on "Jangan Ragu untuk Memulai Bisnis di Usia Muda "
  1. Sukses selalu buat bisnis nya ya mbak :)

    BalasHapus
  2. Keren banget, usia muda udah punya nyali buat terjun langsung produksi sendiri. Serius deh ini bener-bener bikin semangat bahwa ketekunan dan keteguhan mental itu ya yang bikin bisnis maju atau tidaknya. Huhuhu, sepertinya saya juga harus mulai berpikir untuk ikut berbisnis nih

    BalasHapus
  3. keren ya, saya jualan online ada konsumen bawel aja udah isitrahat dulu jualannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi emang harus mental kuat ya mba ;)

      Hapus
  4. stik susunya kayanya enak..he2, orang yang bisnis gini biasanya mental mesti kuat..., nah kita gampang baperan..he2, di kritik dikit aja..atau ada masalah..langsung baper mundur...

    keren ah ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa beda ama kita-kita ya mba Nova. Hihihhi

      Hapus
  5. Kemasannya lucu dan menarik, semoga bisnis mbak Leni lancar dan semakin berkembang lebih besar lagi. Salut !

    BalasHapus
  6. Anak mudah yg bikin bangga ya Mb,.,

    BalasHapus
  7. Wah, pengen bisa berbisnis online tapi masih maju-mundur syantieekkk, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Samaa. Aku pun mundur maju cantiiikk. Hihii

      Hapus
  8. wah, totalitasnya luar biasa...berapapun modal yg dikeluarkan, harus serius menanganinya jadi hasilnya bisa keren seperti itu. Salut deh sama yg muda2 yg berprestasi

    BalasHapus
  9. aku tersindir mba, kan aku juga masih muda

    BalasHapus
  10. Anak-anak muda sekarang patut diacungi jempol ya. Ada ide, berani mewujudkan juga. Aku juga pengin bisnis online, tapi bingung melulu, banyak yang dipikirkan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bisnis onlinenya menggiurkan juga nih mba

      Hapus
  11. Masih muda, kreatif dan mandiri. Keren nih anak-anak zaman sekarang. Kebantu sama internet juga ya untuk promosinya.

    BalasHapus
  12. dari dulu pingin berbisnis. tapi enggak jadi-jadi. banyak aja alasannya

    BalasHapus
  13. Jempol buat org muda yg berkarya... Semoga sukses utk mb Leni. Dan sukses jg mb Lid utk lombanya yaa..

    BalasHapus
  14. abis baca ini jadi malu, usahaku berbisnis setengah2, ini malah masih muda tapi totalitas, saluut, semoga impiannya tercapai buka outlet

    BalasHapus
  15. Salut yaa skrg msh pd muda2 tp usahanya keren2, kreatif bgt.. Pernah jg nyoba usaha online tp gak lanjut, klo baca cerita kayak gini jd pingin coba usaha lg mba.. :)

    BalasHapus
  16. keren, masih muda, punya usaha dan rajin berinovasi jadi penasaran nyobain produknya

    BalasHapus
  17. Anak muda sekarang kreatif2 ya mba, smoga usaha mba leny sukses selalu

    BalasHapus
  18. Keren! Inspiratif banget.
    Semoga makin banyak enterpreneur muda yang berhasil ya Mba.

    Jadi ngaca nih.. Dl sempat semangat wirausaha tapi lama-lama melempem 🙈🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangatnya harus kuat ya mba Arina :)

      Hapus
  19. Saya malu..dg para enterpreneur muda ini
    Ingin seperti mereke tp tak punya tahan banting :(

    BalasHapus
  20. Ahhhh, ini keren banget deh mba..muda tapi punya jiwa enterpreneur yang bagus..saya jadi malu sama usia sendiri.hahaha..tapi ya mba, kemajuan iptek saat ini memang berpengaruh banget ya bagi pengembangan usaha, terutama yang berbasis online..benar-benar menjangkau pasar yang lebih luas.hehe

    BalasHapus
  21. hmm 21 tahun udah mulai berbisnis, ahh salut banget. Akh boro2 sampe sekarang ga bisa berbisnis niy (beloon kali yaa)

    BalasHapus
  22. Ini .... remaja kreatif yang tahu cra menghabiskan waktunya dengan manfaat yang luar biasa.
    Jangan ragu memulai bisnis sedari muda

    BalasHapus
  23. Hebat banget di usia 21 tahun berani buka bisnis unik ini. Kemasannya eye-catching dan lucuuu

    BalasHapus
  24. keren ya, 21 tahun ya ampun.
    Aku masih di luar negeri merantau, dia nggak perlu keluar negri heheheh
    semangat selalu untuk berbisniis

    BalasHapus
  25. keren yaaa...kreatif banget

    BalasHapus
  26. Selalu kagum dengan kaum muda yg sukses berbinis eaaay keeren☺

    BalasHapus
  27. Wah keren mbak,, ane juga pengen jadi pembisnis. Lagi nyoba-nyobain sih sekarang yang pas yang mana. Hehehe

    BalasHapus
  28. Wah suksesya jualanya ^_^ suksesbuat lombanya pula

    BalasHapus
  29. Jadi inget katanya Bob Sadino, ga usah mikir, ngapain mikir wong cuma selangkah..

    BalasHapus
  30. Urusan kemasan ini mesti di perhatian semenarik mungkin yaaa

    BalasHapus

Auto Post Signature

Auto Post  Signature