Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Pengalaman Traveling Hemat ke Surabaya

Minggu, Oktober 23, 2016
Bulan Juni 2016, tante saya yang di Surabaya menelpon saya. “Chi, Sandra nikah bulan September. Chici pulang ya ke Surabaya,” kata Tante saat menghubungi saya via telepon. Sandra adalah adik sepupu saya. Saya hanya berkata ‘InsyaAllah’, walau dalam hati ingin sekali berkata iya. Maklum, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum traveling ke suatu tempat. Setelah diskusi dengan suami, akhirnya diputuskan, hanya saya dan Ayyas yang berangkat ke Surabaya.

Yuk traveling 
Bagi saya, berangkat ke Surabaya tak hanya menghadiri pernikahan sepupu dan nyekar ke makam Mama yang berada di Sidoarjo, Jawa Timur. Sudah hampir dua tahun saya nggak pulang ke Surabaya. Tapi juga menikmati jalan-jalan. 

Saya ketakan kepada Ayyas, “Dek, yuk kita traveling hemat. Jalan-jalan berdua tapi nggak menghabiskan banyak uang,” kata saya kepadanya. Ayyas senyum dan langsung berkata “Mauuu ….”. Dan, inilah yang kami lakukan saat traveling hemat ke Surabaya..

Persiapan Keberangkatan Sejak Awal
Sebelum berangkat, saya sudah menyiapkan rencana keberangkatan. Saya memilih memesan tiket keberangkatan bukan pada hari libur. Kalau pesan tiket pada weekend, harga tiket biasanya lebih mahal. Saya langsung memesan tiket pulang pergi sekaligus karena pengalaman saya, harganya menjadi lebih murah. Supaya lebih hemat juga, saya memesan tiket untuk membeli tiket untuk keberangkatan paling pagi. Biasanya, harga tiketnya lebih murah.  Oh ya, beli tiket di malam hari terkadang tengah malam atau dini hari lebih murah dibandingkan beli di saat jam-jam kerja. Saya juga membeli tiket yang memberikan diskon bagi anak usia di bawa 10 tahun. Untunglah, saya berlangganan newsletter untuk pembelian tiket sehingga bisa tahu harga promo yang ditawarkan dan bisa membandingkan harga. 
Cuaca mendung saat kami tiba di Surabaya
Sebelum berangkat, saya sudah menyiapkan rencana kegiatan selama di Surabaya. Jadi, saya sudah tahu sampai di Surabaya harus sarapan dulu dimana dan mengunjungi tempat-tempat apa saja. 
Saya memilih untuk menghindari membeli makanan atau minuman di airport. Karena berdasarkan pengalaman, harganya jauh lebih mahal dibandingkan membeli di luar bandara. Nah sebagai gantinya, malam sebelum berangkat saya sudah membeli aneka snack dan roti serta membawa botol minuman untuk saya dan anak. Perhatikan dengan seksama kapan jam keberangkatan pesawat sehingga dapat memperkirakan lama perjalanan menuju bandara. Jangan sampai tiket hangus karena terlambat sehingga harus beli tiket lagi. Duh, amit-amit ...

Makan Makanan di Pedagang Kaki Lima
Saya selalu makan di pedagang kaki lima setiap kali berkunjung ke sebuah wilayah. Bagi saya, makan di kaki lima selain harganya lebih murah, juga karena rasanya lebih enak. Sebelum memutuskan makan di suatu tempat, saya biasanya browsing di internet untuk mencari makanan pilihan. Makanan yang saya pilih adalah makanan yang rasanya enak (tentu!) dan kebersihannya dijaga.
 
Makan di nasi kuning Avon. Enaakk
Nah, karena saya sudah membuat jadwal kunjungan, setiba di bandara Juanda Internasional, Sidoarjo, Jawa Timur saya langsung dijemput adik. Dari bandara, kami langsung ke tempat makan Nasi Kuning Avon yang jualan di belakang Taman Bungkul, Surabaya. Nasi Kuning Avon ini merupakan langganan kami sejak masih tinggal di Ambon. Tapi sejak pindah ke Surabaya, walaupun berada di tengah-tengah pemukiman,  tempat makanan ini sangat ramai dikunjungi. Antriannya panjang dan yang membeli juga banyak yang menggunakan mobil karena datang berombongan. Padahal, warung makannya sempit. Hanya gerobak yang ditutupi terpal saja. Kursinya pun hanya menampung 10 orang. Harganya juga terjangkau yakni Rp 13 ribu untuk satu porsi nasi kuning dengan lauk ikan. 

Saya tak hanya makan di Nasi Kuning Avon saja. Tetapi juga makan di Lontong Balap Pak Gendut. Lontong balap ini berjualan di depan biskop di kawasan Blauran, Surabaya. Tempat makannya juga hanya tenda biasa saja.Tapi yang makan, banyak. Rasanya pun lezat. Lontong balap ini harganya hanya Rp 11 ribu.
 
Lontong balap khas Surabaya
Berkunjung ke Tempat yang Murah Namun bernilai Sejarah
Setiap kali datang, saya sering mengajak ke tempat wisata yang memiliki makna atau sejarah. Saya ingin mengajarkan bahwa banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari suatu wilayah. Saat ke Surabaya, saya dan Ayyas pergi ke  Monumen Kapal SelamHarga tiket masuk Monumen Kapal Selam hanya Rp 10 ribu per orang. Secara visual, Monumen Kapal Selam ini merupakan monumen Kapal Selam terbesar di kawasan Asia yang dibangun di sisi sungai Kalimas, Surabaya. Panjangnya 76,6 meter dan lebar 6,30 m. Monumen ini memiliki tujuh ruangan.
 
Rama-ramai ke Monumen Kapal Selam
Ketika tiba waktu shalat, kami pergi ke Mesjid Cheng Ho Surabaya. Ke masjid ini selain intuk menunaikan shalat, juga mengajarkan kepada anak nilai sejarah. Mesjid ini unik karena berbentuk klenteng dengan perpaduan warna yang menonjol yakni merah, hijau dan kuning. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 21x11 meter. Ke mesjid ini, sebaiknya menyumbangkan dana untuk menjaga kebersihan masjid.
 
Masjid Cheng Hoo keren ..
Oh ya, ini kedatangan saya kedua. Terakhir saya datang pada 2005 saat liputan untuk majalah tempat saya bekerja dulu. Hingga kini, tak ada perubahan secara fisik bangunan.
 
Tampilan bagian dalam mesjid Cheng Hoo
Pilih Sewa Mobil atau Angkutan Umum? 
Pengalaman saya, jika ke luar kota bersama anak dan berniat berkunjung ke beberapa tempat, sebaiknya sewa mobil. Mengapa? Jadi, apabila menyewa mobil anak bisa istirahat di mobil daripada harus berganti-ganti kendaraan umum untuk menuju ke tempat yang dituju. Saya kuatir anak kurang istirahat. Padahal. sepulang liburan juga harus masuk sekolah. Tapi, jangan ragu untuk mengajak anak mencoba kendaraan umum yang unik yang belum pernah anak kendarai. Misalnya delman atau becak yang semakin jarang ditemui di kota besar di Indonesia. Untuk menghemat anggaran saat sewa kendaraan, sebaiknya patungan dengan saudara. Nah, saat ke Surabaya saya memilih untuk sewa mobil karena berniat jalan-jalan dengan keponakan yang masih kecil serta ipar yang hamil 6 bulan. Saya tak ingin mereka kecapekan. Tapi saat bepergian sendirian, saya lebih memilih mengendarai angkutan umum seperti ojek yang harganya murah dan cepat tiba di tujuan.

Serunya di kendaraan 
Menginap di Hotel
Sebelum memutuskan untuk menginap di hotel, saya memilih untuk berhati-hati. Saya lebih memilih untuk menginap di hotel yang harganya terjangkau tapi bersih dan nyaman. Pengalaman saya, memesan melalui online lebih murah dibandingkan datang langsung ke hotel yang dituju. Namun, saya biasanya memesan hotel yang menyediakan sarapan. Jadi biar sekaligus karena biasanya kalau pagi, anak masih pengen nyantai di hotel (sst..padahal saya yang ingin nyantai). Intinya, kalau pesan hotel online, sebaiknya periksa dengan seksama harganya hanya kamar saja atau all in. Perhatikan juga aturan pembatalan reservasi hotel. Apakah ada denda yang dikenakan jika pembatalan sebelum tiba atau tidak ada denda. Terlihat sepele, tapi jika terkena denda, tentu menanbah biaya liburan.

Jangan lupa, harga hotel juga ditentukan oleh lokasi. Misalnya, hotel yang terletak di pusat kota dengan berbagai fasilitas pendukung, tentu lebih menjadi favorit. Nah, salah satu hotel pilihan adalah Quds Royal Hotel. Saya sekeluarga ingin puas-puasin jalan-jalan di Surabaya karena besoknya fokus ke acara pernikahan adik sepupu.

Hotel ini terletak di kawasan Ampel yang menawarkan wisata religi. Posisinya pun masih di pusat kota sehingga saya tak perlu melakukan perjalanan jauh jika ingin ke tempat wisata yang dituju. Tiba di hotel, saya menunjukkan bukti pemesanan kepada resepsionis. Tak sampai lima menit, kunci hotel sudah berpindah ke tangan saya. Kamarnya luas. Saya memesan kamar yang ada dua tempat tidur. 
Suasana lobi hotel yang kami pilih
Untuk sarapan, makanannya banyak pilihan. Mulai dari bubur, beraneka lauk pauk hingga makanan penutup. Semuanya enak. Lobinya memamerkan beraneka lukisan yang menarik sehingga memanjakan mata.
 
Pose dulu saat sarapan di hotel
Saat akan keluar dari hotel, saya penasaran dengan harga jika datang langsung ke hotel. Teryata harganya lebih murah memesan online. Pilihan hotel di Zen Room memang terpercaya. 

Perhitungkan Anggaran Sebelum Membeli Oleh-oleh
Banyak yang memilih untuk tak membeli oleh-oleh saat akan bepergian karena dianggap dapat menguras kantong. Tapi saya memilih tetap membeli oleh-oleh kemanapun saya pergi. Bagi saya, kebahagiaan itu harus dibagi. Mungkin orang lain hanya mendapat oleh-oleh, tapi toh kita masih lebih beruntung karena bisa bebas travelling. Hanya saya, sebelum membeli oleh-oleh, saya memilih untuk browsing tempat oleh-oleh yang menjual makanan khas. Selain itu, saya juga membuat daftar akan membeli apa saja dan untuk siapa. Harganya pun harus terjangkau sehingga tidak berlebihan. Misalnya, untuk teman kantor, biasanya saya membeli sesuatu yang bisa dikonsumsi bersama. 
 
Salah sau tempat beli oleh-oleh 
Oh ya, jangan lupa mengajarkan kepada anak untuk membeli seperlunya saja. Namanya anak, terkadang pengen membeli sesuatu yang menurutnya menarik padahal tidak.   

Jangan Lupa untuk Menjaga Kesehatan
Bawalah obat-obatan jika diperlukan atau sekedar minyak kayu putih. Tentu tak ada yang menginginkan sakit saat travelling. Bukan hanya biaya yang membengkak, tapi siapa yang ingin sakit saat travelling?. Selama travelling saya usahakan beristirahat jika lelah. Selain itu, minum vitamin juga membantu kesehatan selama traveling. Itu juga yang saya lakukan saat travelling ke Surabaya.

Setelah puas jalan-jalan, akhirnya ke nikahan adik sepupu
Nah, itu pengalaman saya traveling hemat ke Surabaya. Bagi saya,traveling hemat bukan berarti harus ngirit segalanya. Kuatirnya malah jadi tak menikmati travelling. Traveling hemat bagi saya adalah traveling cerdas yang dapat mempertimbangkan, mana yang perlu dan mana yang tak perlu. Saya suka traveling. Teman, pasti suka juga kan? Apa rencana traveling yang akan teman lakukan ?  
62 komentar on "Pengalaman Traveling Hemat ke Surabaya "
  1. jadi pengen ke Surabaya lagi.. terakhir September tahun lalu, dan senang sekali karena bisa ke Ampel, berkunjung ke salah satu saudara suami. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa segera ya berkunjung lagi ya mba

      Hapus
  2. Sebelum Travelling memang harus direncanakan matang2 ya mba biat gk kerepotan pas hari H

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, mba Siti. Jangan sampai kerepotan ntar :)

      Hapus
  3. Lontong balap Surabaya nya sepertinya enak mba, duh aku ya kalo makanan cepet aja hihi
    Emang zen rooms memanjakan traveling bareng keluarga ya mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak mbaa. Iyap, pilihannya emang di Zen Room mba ;)

      Hapus
  4. Lontong balap-nya bikin ngiler mba..haha..seru juga ya ke surabaya..saya ke surabaya cuma mampir pas mau ke malang..nice article mba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalao mampir Surabaya agak lamaan ya mba Gena. Hihiii

      Hapus
  5. Ngomong-ngomong tentang Surabaya, sekarang ada event keren lho, Mbak Alida; The Big Bad Wolf Book SALE di JX International

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, mba. Sayangnya aku nggak bisa ke sana. Hikss

      Hapus
  6. pengen banget ke surabaya blom pernah kesana mbak dan nggak ada saudara disana, tapi gampang lah ya nginapnya di zenrooms aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skarang kemanpun dipermudah mba Tuty ;)

      Hapus
  7. Bagian menghindari membeli makanan atau minuman di airport ini aku banget kalo mau traveling sama suami. Di ruang tunggu, which is terminal 3 yang masih baru, kami cuek makan nasi goreng bekal pake tupperware, hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa sama, mbaa.
      Daripada jajan di luar :p

      Hapus
  8. Halooi mba Lida...
    Saya sedang di Surabaya juga niiih...

    *tp mba Lida nya uda balik ke Jakarta yaa..?

    Assikk niih...wiskul di Surabaya.
    Bener jadi kangen Lontong Balap.
    Yuumm....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku udah mencari sesuap nasi mbaaa. Hihii

      Hapus
  9. Huaaa, aku belum pernah ke Surabaya. Masjidnya bagus yaaa :D mau ke sana ahh kalo ke surabaya

    BalasHapus
  10. Jalan-jalan memang seru, apalagi plus wiskul. Btw,itu kapal selam beneran mbak?

    BalasHapus
  11. Beneran banget mba. Untuk bisa liburan hemat perencanaannya mesti matang banget ya. Kalau udah menjelang hari H biasanya jadi ga banyak pilihan. Ah sudah lama tak ke surabaya. Apa kabar Bu Risma.. :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sukanya persiapan sih mba. Kalo mefet malah kuatir nggak konsen

      Hapus
  12. Hmmm selama aku kuliah di sby. Ga pnh sekalipun aku ke monumen kapal selam. Pdhl jg ga jauh.. ujung2nya selalu ke mall.. dasar mahasiswa.. wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sering maen ke sini, mba Ruli. Hihihii

      Hapus
  13. Wah asyik banget jalan-jalannya mba, apalagi bisa sambil berhemat neh.

    BalasHapus
  14. pilih zen rooms. siap, dicatet

    BalasHapus
  15. ke surabaya cuma lewat..banyak banget objek wisata di sana ya mba lida..ihh pengen cobain ke masjid cheng ho-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mesjid Chengho keren banget mbaaaa Lingga :)

      Hapus
  16. duh saya jadi pengen jalan2 lagi, jadi pengen nginep di zenrooms lagi ;p

    BalasHapus
  17. Wah aku mau ke Surabaya nih. Jadi ingin coba nasi kuning Avon dan lontong balap. Enaaak

    BalasHapus
  18. Hmmm, museum kapal selam dan mesjid cheng ho y boleh juga nih buat referensi jika ke Surabaya...
    Btw itu nasi uduknya sampai antre gitu berarti enak banget ya Mbak..

    BalasHapus
  19. Baca ini malah fokus ke nasi kuning Avon sama lontong balapp, bikin laper mak :(. Kapan yak bisa ke surabaya...

    BalasHapus
  20. Kaaaak aku ngga nikah bulan Sept kok, beneran deh kaaak! Hihihihi, kalau jalan2 makanan kaki lima itu justru yg paling mantep & ngangenin. Hotel jg ngga perlu mahal yg penting nyaman & aman kayak si zenroom ini ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa namanyaa samaa :))
      IYaa pilihan banget deh

      Hapus
  21. Iya, makan di airport mencekik harganya. Jgnkan makanan, air mineral aja arganya brp ali lipat arga di minimarket :))
    Wa serunya yg jalan2 ke Surabaya :D

    BalasHapus
  22. Ah malah jadi kangen lontong balap liat postingan ini :D

    BalasHapus
  23. Saya belum pernah nyoba sih pakai zenroom, tapi lihat2 di web-nya, hotel2nya udah pilihan ya, jadi ga perlu ragu lagi.

    BalasHapus
  24. Belum pernah ke surabaya samsek. Hhee... btw... penawaran dri Zenrooms emang menggiurkan buat kamar2myaa mbakm hhee

    BalasHapus
  25. waaaah rumahku dekat banget sama Juanda nih :D

    BalasHapus
  26. aku conteh ah tips hematnya ke Surabaya mbak. anak-anak pingin ke museum kapal selam di sana

    BalasHapus
  27. masyaallah masjidnya indah sekali ya mbak.. huhu jd mupeng pengen jalan2 ke surabaya, apalagi pake bantuan zenrooms jd nyaman ya

    BalasHapus
  28. Duluu aku klo pesen penginapa yang penting murah. Gk peduli gknada sarapan, gk peduli bentuk kamar n kamar mandi gmn. Yg penting bisa tdr. Wkwk. Tp skrg udh kenal zenrooms mah beda. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skarang mah sudah tahu kan harus kemana. Hihii

      Hapus
  29. Saya traveling hematnya pakai sepeda motor, Bu. Hihi...
    Lebih hemat lagi sudah banyak penginapan zen rooms di berbagai lokasi wisata ya.
    Makin hemat dech acara travelingnya 😊

    BalasHapus
  30. SUKA DENGAN KATA-KATANYA --> ,traveling hemat bukan berarti harus ngirit segalanya. Kuatirnya malah jadi tak menikmati travelling. Traveling hemat bagi saya adalah traveling cerdas yang dapat mempertimbangkan, mana yang perlu dan mana yang tak perlu.

    BalasHapus

Auto Post Signature

Auto Post  Signature