Sabtu, September 10, 2016

Me Before You. Film Drama Romantis tentang Cinta dan Perjuangan Hidup

Seorang pria tampan, muda, ceria dan kaya raya. Pria itu adalah anak tunggal pewaris kerajaan bisnis. Ia memiliki tunangan cantik yang membuat hidup (hampir) sempurna. Tapi, kesempurnaan itu kemudian lenyap akibat kecelakaan yang membuat hidupnya berubah 180 derajat. Ia menjadi manusia yang hanya dapat menggerakkan kepalanya saja. Bahu hingga mata kakinya tak dapat digerakkan sama sekali. Tunangannya pun pergi meninggalkan Will. Perubahan itu membuat ia lebih memilih untuk mengurung diri di paviliun milik keluarga. Pria itu adalah Will Traynor (Sam Claflin).
Sumber foto : mebeforeyoumovie.com

Kemudian hadirlah seorang perempuan muda berusia 26 tahun. Perempuan ceria yang hadir di kehidupan Will untuk menemani kehidupan sehari-harinya. Pekerjaannya adalah menyuap makan, memberikan obat dan hal-hal sederhana lainnya. Perempuan yang mengaku terpaksa bekerja agar keluarganya masih tetap bisa melanjutkan hidup. Perempuan itu adalah tulang punggung keluarga. Sang ayah, ibu dan seorang kakak perempuan (yang memiliki anak kecil) adalah pengangguran. Louisa Clark (Emilia Clarke), nama perempuan itu, adalah penyelamat. Tak hanya penyelamat untuk keluarga saja, melainkan juga penyelamat untuk  bagi Will.


Will yang tertutup, akhirnya mulai membuka diri dengan keceriaaan Lou. Namun dengan berjalanannya waktu, Lou mengetahui rahasia keluarga Will. Sebuah keputusan berani telah diambil oleh Will. Will merasa, keputusan itu yang akan membuat ia lebih tenang. Will kerapkali berteriak dalam tidurnya, menahan sakit akibat kecelakaan yang dialami.“Saya menyukai kehidupan saya yang dulu. Bukan kehidupan seperti ini yang saya inginkan,” kata Will kepada Loisa. Keputusan apakah yang akan diambil oleh Will? Apakah Lou akan membiarkan keputusan itu dilakukan, atau mencoba mencegahnya?.


Film ‘Me Before You’, adalah film drama romantis yang mampu mengaduk-aduk emosi tanpa berlebihan. Mengapa saya katakan demikian? Film ini menunjukkan realitas kehidupan yang kerap terjadi. Seorang perempuan muda yang terpaksa jadi tulang punggung keluarga namun mampu melewati kehidupannya penuh kegembiraan. Ayah Loiusa, walaupun pengangguran, bukanlah pribadi yang mudah marah apalagi main tangan (seperti yang kerap ditunjukkan di sinetron-sinetron, walau memang ada yang seperti itu). Keluarga itu, walau dengan keterbatasan perekonomian, masih berusaha untuk mencari pekerjaan hingga melanjutkan kuliah. Keluarga yang ramah dan hangat.   
Lou dan Will saat awal-awal perkenalan
Sedangkan keluarga Will, walaupun berasal dari keluarga kaya, namun tetap menghormati orang tak mampu. Tak ada sekat kehidupan yang mereka ciptakan. Saya bayangkan jika di sinetron ala-ala pasti akan ada adegan majikan melarang asistennya untuk ‘dekat’ dengan anaknya. Tapi di film ini, keluarga itu bahkan merasa terpukul ketika Louisa memilih untuk menggundurkan diri dari pekerjaan. Karena berkat Loiusa-lah, Will menjadi lebih ‘hidup’. Saya juga menyukai film ini karena penampilan Louisa yang mampu mempadu-padankan pakaiannya. Warna-warni ceria yang entah mengapa terlihat menarik saat digunakan Loiusa. Mata saya, sebagai penonton, sangat dimanjakan pemandangan hijaunya pedesaan hingga birunya pantai di film Me Before You. Penggambilan gambarnya sangat menarik. Ending film ini disajikan apik. Saya suka!

Lou dan kaos kaki idamannya
Film yang diadaptasi oleh novel berjudul sama karya Jojo Moyes ini memiliki beberapa nilai kehidupan yang menarik untuk disimak. Misalnya, hidup itu tak semuanya sesuai keinginan. Kebanyakan manusia, walaupun tak semuanya, ingin hidup mendekati sempurna. Kaya, berpenampilan menarik dan memiliki segalannya. Ya, manusia memang hanya bisa merencanakan. Namun, bagaimana jika Tuhan tak berkehendak demikian?. Siapa yang menyangka, seseorang yang sebelumnya sehat bugar kemudian lumpuh dan hidupnya sangat tergantung pada orang lain?. Film ini menjadi salah satu film yang saya rekomendasikan untuk ditonton. Film drama romantis apa adanya namun tak disajikan berlebihan. Hingga kini, film ini masih bisa ditonton di bioskop-bioskop di Indonesia.  


Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

45 komentar:

  1. Tapi menurut aku, endingnya kurang greget mba, karena gak dikasih tau dg jelas will mengambil keputusan apa.
    Apa aku yg kurang fokus nonton kali ya, aku enggak nemu kenapa will bisa meninggal. Hehe. Tapi akting mereka kereeeennnnn bangeetttttt sukak pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah ada keputusan mbaa. Ada simbol daun yang jatuh ke taman, mbaaa :)
      Simbolisasinya loh. Cakeep

      Hapus
  2. terimakasih mbak untuk reviewnya, sepertinya bagus ney filmnya utk ditonton..
    nanti diagendakan deh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa bisa mbaa ;)
      Nonton sendirian atau rame2 juga oke

      Hapus
  3. waaa... kalau dari gambar dan gambarannya, sepertinya sinematografinya keren nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kece mbaa sinematografinyaaa. Ngagk rugi deh ;)

      Hapus
  4. Baca reviewnya jadi pengen nonton.. Dramatis tapi tetap realistis, begitu ya Mba?

    BalasHapus
  5. aku mau nonton iniiiii, semoga gak keburu turun tayang dari bioskop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smoga berhasil buat nonton mba Evrinaa ;)

      Hapus
  6. Jadi endingnya sad atau happy sih...duh kalo sad mah jadi menciut deh mau nontonnya...

    BalasHapus
  7. Uda lamaa banget aq stop nonton drama bule begini, yg terakhir bridesmais klo gak salah. Waktu liat poster film ini aq gagal fokus di pemainnya, ganteng euy. Hahaa.. tp kayaknya sad ending ya mba?

    BalasHapus
  8. Selalu menarik tema-tema tentang perjuangan hidup.
    apalagi dituangkan dalam film yang pemerannya ganteng, cantik dan berbakat :)

    salam kenal dan terima kasih Mbak

    BalasHapus
  9. Wah, jadi pnasarn, reviewnya cakep banget bikin greget pengen nonton

    BalasHapus
  10. ulalalaaaa..dah lama bgt ga nonton film yg genre-nya macam gini mba..ahhh, jadi pengen nonton..hehe

    BalasHapus
  11. Yes, hidup itu tak semuanya sesuai dengan keinginan, setuju sekali. Dramanya menyentuh perasaan, emngasah rasa.
    Trims ya mba sudah berbagi inspirasi

    BalasHapus
  12. Belum nonton ini. Nonton aaah

    BalasHapus
  13. Hmm... nonton jangan ya hehehe jadi bimbang mau liat yang ini atau hologram for the king.

    salam kenal mba Alida

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nonton dua duanya ajaahh hhehe
      Salam kenal juga mas :)

      Hapus
    2. udah mba, kalau menurut saya judulnya harus diganti jadi "me before suicide squad" deh :D

      tapi saya suka detailnya, kayak hp jadulsi Lou dan gaya fashionnya yang norak hahaha

      Hapus
    3. Haha bisa tuh kalau dibuat versi lainnya yaa :))

      Hapus
    4. Lagi nyari ide ah buat versi lainnya :))

      Hapus
  14. Gagal fokus ama templatemu mb, jadi makin cakep suer hihihi
    Filmnya aku blom nonton

    BalasHapus
  15. Nonton ah kayaknya seru .. Cowoknya pun lumayan ganteng hihi

    BalasHapus
  16. Saya udah nonton filmnya ceritanya kalo menurut aku mirip2 cinderela dimana ada seorang gadis miskin bertemu pangeran kaya raya dan tampan. tapi over all seru filmnya

    salam kenal dr blogger ala2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya bener jugaa. Tapi endingnya beda ya mas Budy. Hihi. Salam kenal kembali. terima kasih sudah mampir

      Hapus
  17. Belum nonton langsung masuk list dulu tontonan buat weekend, selalu suka yang berbau drama kebalikan sama suami yang sukanya action lalu kita rebutan TV-nya akhirnya nonton horor biar bareng nontonnya *tutup muka pake selimut* hahaha

    BalasHapus
  18. Aku kalau nonton pilem horor, sering heboh sendiri karna takut mba :))

    BalasHapus
  19. Ceritanya menarik. Saya suka drama kayak gini tapi pak suami kalau nonton film drama suka ngantuk.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaaa kalau pilem action pasti semangaat ya mbaa

      Hapus
  20. Hmmm sebagai penyuka genre film drama romantis, kayaknya ini film cocok buat masuk list buat ditonton.

    BalasHapus
  21. saya ketinggalan bgt kaya nya, belum sempet nonton hahha tapi menurut temen2 kantor saya film nya memang bagus..jadi penasaran saya :)

    diniratnadewi.blogspot.co.id

    BalasHapus
  22. Wah, sinematografinya memang keren ya. Sudah terlihat sih dari trailer di Youtube. Tapi... hiiksss, endingnya itu... huuaaaa
    Why? why?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa begitulaah mbaaa. Aku pun merasaa ... ah sudahlah ...

      Hapus