Rabu, Agustus 10, 2016

Semangat Meutia Mansur Menuntut Ilmu Hingga ke Khartoum

Saya belum pernah ke negara Khartoum. Nama itu terdengar begitu asing bagi saya. Negara ini teryata terletak di benua Afrika, berdekatan dengan Mesir, Libya, Somalia. Tapi bagi Meutia Rahmah Mansur, negara ini memiliki kesan tersendiri baginya.

Tahun 2009, Meutia kuliah Pascasarjana jurusan pendidikan bahasa Arab untuk non Arab di Khartoum. Jauh dari keluarga berbeda benua terbayang bagaimana rasa rindu itu, puasa hingga lebaran terlewati dua tahun di negeri orang. Di Khartoum itu pula ia berkenalan dengan blog. Awalnya ia hanya sekedar menulis pengalamannya selama di Khartoum. Namun lama kelamaan, ia jatuh cinta dengan blog dan membuat ia menulis tentang banyak hal. Mulai dari kuliner hingga blog tutorial. Rencananya, ia akan menulis metode belajar bahasa Arab dengan mudah dan cepat. Bagi yang ingin kuliah di Sudan, ia membagikan tulisan di blognya tentang empat Universitas yang bisa dipilih jika ingin kuliah di Sudan. Keempat Universitasnya adalah International University of Africa, Oumdurman Islamic University, Khartoum International Institute For Arabic Language dan University of Holy Qur’an and Islamic Sciences.
 
Mba Meutia
Perkenalannya dengan blog pun dikarenakan dukungan temannya saat melihatnya rajin update status di facebook. Berbekal berselancar di google akhirnya ia membuat blog pada awal 2011 saat itu masih menggunakan blogspot gratis. Sejak punya domain akhirnya ia hijrah ke nama asli.

Saya mengenal Mba Meutia karena kami sama-sama satu link arisan Blogger Perempuan Kelompok 1. Mengenal Mba Meutia membuat saya tahu bahwa perempuan asli Aceh selain aktif menulis di blog http://www.meutiarahmah.com, juga mengajar di IAIN Langsa Pada Prodi Pendidikan Bahasa Arab. Tak hanya itu saja. Mba Meutia juga menjadi supervisor Qatar Charity Aceh untuk anak-anak yatim khususnya dalam bidang pendidikan.
 
Salah satu buku yang memuat cerpen, mba Meutia
Mba Meutia berkata, ia pernah mondok di pesantren selama enam tahun. Kesenangannya menulis di awali dari menulis di diary atau buku catatan. Selama di pondok, ia lebih menyukai belajar bahasa arab dibandingkan bahasa inggris. Ia rajin berlatih nulis dalam bahasa arab sehingga akhirnya kuliah memilih jurusan pendidikan bahasa Arab.  Ia lihai menggunakan bahasa Arab dariji. Bahasa Dariji adalah bahasa sehari-hari yang digunakan di Sudan. Namun kemmapuannya menggunakan bahasa Arab Fushah, bahasa Arab sesuai kaidah, pun ia mampu pandai. 

Kemampuannya menulis telah terwujud dalam beberapa cerpen yang pernah dibukukan di empat antologi cerpen diantaranya : Ramadan di Rantau 2 (2012), Sajadah cinta (2012), Apa Kabar Sahabat Dumay-ku (2013), Mustajab Cinta (2013). Keinginanya untuk menulis novel hingga kini belum terwujud. “Saat ini novel saya masih bab 2,” katanya. Semoga terwujud keinginannya ya, mba ….
 

 *Tulisan ini untuk arisan link Blogger Perempuan 



Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

18 komentar:

  1. Weh... baru tahu banget kalau mbak Mutia kuiahnya di Sudan. Pantas aja pas baca postingan blognya ada tulisan ttg bahasa arab gitu...
    Kerenn mba Mutia :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa aku juga baru tahu. Padahal bbrapa kali mampir ke blognya :)

      Hapus
  2. Terima Kasih tulisannya.

    Kalau Khourtum ada di salah satu surat dalam Al Qur'an.

    Keren, terima kasih infonya. Mau ke Aceh lagi ah. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya. Aku baru tahu, Mba Intan :)
      Aku juga ingin sekali ke Aceh :)

      Hapus
  3. keren.. banget mba mutia.., aku belum sempet ulik ulik blognya.. buat bahan arisan....

    BalasHapus
  4. Wahhh mau deh nungguin cara mudah berbahasa arab nya

    BalasHapus
  5. Hebat menuntut ilmu ke Sudan, ditunggu kursus gratis bahasa Arabnya secara online hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nih daftar tunggunya makin panjang
      Siaap mba Muti :)

      Hapus
    2. Terima kasih mba alida, insyaallah segera lauching bljar bhasa arabnya

      Hapus
  6. saya juga mau belajar kursus bahasa arab sama mba muthia, wah keren2 ya menginspirasi sekali

    BalasHapus
  7. Kapan ya bisa nyusul kesana. Hahaha

    BalasHapus
  8. Gw baru denger lho nama khartoum hehehe

    BalasHapus