Kamis, Agustus 25, 2016

Pesona Janjang Koto Gadang, 'Tembok Raksasa' di Bukittinggi

Siapa yang tak mengenal The Great Wall of China atau Tembok Besar di China?. Tembok China terdaftar sebagai warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO sejak tahun 1987. Panjang keseluruhan Tembok China adalah 21.196.18 kilometer.   

Namun, tahukan kamu bahwa Indonesia juga memiliki ‘Tembok Besar’? Ya, Indonesia memilikinya. Keren kan? Jadi, kita tak perlu jauh-jauh datang ke China untuk merasakan sensasi menapaki langkah demi langkah di Tembok Raksasa. Cukup datang ke Bukittinggi, Sumatera Barat dan lihat langsung ‘Tembok Besar’ ini. Saya beruntung bisa datang ke Bukittinggi tahun 2012 dan menikmati pesona alam Indonesia ‘Tembok Besar’ yang bernama Janjang Koto Gadang atau Great Wall of Koto Gadang.



Pemandangan Ngarai Sianok. Dokumen pribadi

Desember 2012, bersama teman-teman organisasi, saya datang ke Bukittinggi untuk kongres organisasi. Setelah mendapat tiket pesawat saya berkunjung ke Bukittinggi menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Pesawat mendarat malam hari di Padang, Sumatera Barat. Setelah selesai urusan organisasi, pagi harinya saya dan teman-teman berkesempatan menikmati Bukittinggi. Pilihan kami adalah mengunjungi Janjang Koto Gadang. Nama ini diambil dari tempat yang dilewati Janjang Koto Gadang yakni Nagari Kota Gadang, Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, Ngarai Sianok dan Kota Bukittinggi.
 
Pemandangannya indah. Dokumen Pribadi
Pukul 06.00 WIB, saya bersama tiga teman langsung menunju Janjang Koto Gadang. Kami sempat melewati Lubang Jepang, namun karena masih dalam keadaan tertutup akhirnya kami langsung meneruskan langkah kaki. Jujur, kami semua tak ada yang tahu dimana letak Janjang Koto Gadang ini. Beruntung ada seorang bapak yang bersedia menemani kami. “Sekalian saya olahraga,” kata bapak itu.

Setelah berjalan kaki sekitar 20 menit, sampailah kami di gerbang masuk Janjang Koto Gadang. Di sana, saya bertemu dengan empat tempat lainnya. Setelah melewati gerbang itu, kami melewati sebuah jembatan merah yang hanya mampu dilewati 10 orang. Jujur, saya deg-degan melewati jembatan itu karena kondisinya yang bergoyang-goyang saat dilewati. Alhamdulillah, semua baik-baik saja.
 
Jembatan yang hanya mampu dilewati 10 orang
Saat di anak tangga, saya sempat bertanya dalam hati “Sanggup tidak melewatinya?.” Walau panjangnya hanya 1,5 kilometer, tapi harus melewati ribuan anak tangga. Harus bisa! Harus bisa!. Saya menyemangati diri sendiri. 

Langkah demi langkah awalnya dilewati penuh keceriaan. Saling foto, tertawa terbahak-bahak karena tingkah konyol salah satu teman. Saat capek, pilihannya adalah minum air putih dan foto-foto!.
Great Wall of Koto Gadang. Dokumen Pribadi 
Tapi lama kelamaan ...
Pada pijakan anak tangga yang kesekian (nggak sanggup ngitungnya!), saya dan teman-teman kelelahan. Saya memilih tetap jalan namun dalam tempo yang lebih pelan. Saya kuatir kalau berhenti lama, kaki semakin berat untuk melangkah. Dalam kelalahan tapi memaksa untuk jalan, saya bertemu kakek dan nenek berjalan perlahan-lahan sambil memegang dinding tembok. Saat melihat saya menghapus keringat yang menetes, sang kakek berkata “Capek ya?. Hayuk semangat,”.

“Iya, pak. Teryata melelahkan juga. Kakek dan Nenek mau kemana?. Nggak capek?,” kata saya sok akrab. “Mau jalan-jalan dulu. Kami sudah biasa. Setiap hari kami melewati tempat ini. Kami duluan ya,” kata kakek sambil tersenyum dan melangkah pergi.  
 
Kakek dan Nenek ini juara!
Apa??
Setiap hari melewati Janjang Koto Gadang??
Saya yang baru sekali saja sudah ngos-ngosan. Kakek nenek itu, yang usia tentu jauh lebih tua dari saya (ya iyalah), sanggup naik turun setiap hari. Seketika, saya jadi malu dan menyesal mengapa harus mudah menyerah dan jadi patah semangat.

Saat jalanan mulai menanjak, kami melihat pemandangan yang bernama Ngarai Sianok. Ngarai Sianok ini merupakan lembah curam yang juga dapat disaksikan dari atas Janjang Koto Gadang. Lembah curam ini memiliki kedalaman 200 meter dan panjang kurang lebih 15 kilometer dan panjang 200 meter. Di dasarnya terlihat sungai-sungai kecil yang berliku-liku. Mata serasa dimanjakan dengan melihat pesona alam Indonesia yang luar biasa indahnya. Jadi, ya tak perlu jauh-jauh ke Grand Canyon, Arizona di Amerika Serikat untuk melihat sebuah lembah yang curam. Cukup datang ke Bukittinggi.
Pemandangannya keren kan? Eh, tapi ada yang kecapean. Hehhe
Dokumen pribadi 
Oh ya, tembok ini dibangun dari sumbangan masyarakat khususnya para perantau. Semakin menanjak, udara semakin terasa lebih dingin. Angin bertiup menambah suasana terasa lebih sejuk. Saya terganggu saat melihat berbagai coretan-coretan di dinding-dinding tembok. Ah, kebiasaan jelek!. Kenapa juga ya keindahan tembok ini harus tercemari oleh tangan-tangan usil yang tak bertanggung jawab?. 
 
Ada tangan-tangan usil!
Dan tak terasaaa ... kami pun tiba di ujung tembok Jajang Koto Bukittingi.
Hore ... Hore ...
Saya lupa berapa lama saya berjalan menempuh perjalanan 1,5 kilometer itu. Saat tiba, kami memilih beristirahat di sebuah warung sederhana sambil memesan minuman panas dan cemilan ringan seperti kacang rebus dan lain-lain.

Penat yang terasa bagaimanapun tak mampu menghapus kekaguman saya terhadap pesona alam Indonesia. Tak perlu jauh-jauh ke China ataupun Amerika Serikat jika ingin melihat pesona alam yang luar biasa. Semuanya ada di sini. INDONESIA ...
#AkuCintaIndonesia
  
Bagaimana Menuju Janjang Koto Gadang dan Ngarai Sianok?
Dari Jakarta, kota Bukittinggi dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang ke Bandara Internasional Minangkabau di Padang, Sumater Barat. Bandara ini terletak di 23 kilometer dari pusat kota Padang. Ada berbagai maskapai penerbangan yang menawarkan rute langsung dari Jakarta ke Padang. Dari bandara ke kota Bukittinggi dapat dilakukan dengan menggunakan jasa sewa mobil. Jarak tempuh dari bandara ke kota Bukittinggi adalah 2 jam. Biayanya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Bagaimana Akomodasi di Bukittingi?
Jika ingin menginap, bisa memilih beraneka tempat penginapan yang tersedia di pusat kota Bukittingi. Letaknya saling berdekatan dan menawarkan beraneka harga. Nah, dari kota Bukittingi, bisa berjalan kaki, atau naik kendaraan umum ke Janjang Koto Gadang.

Apa Saja Pilihan Obyek Wisata di Bukittinggi?
Lubang Jepang. Dokumen Pribadi 
Bukittinggi tak hanya menawarkan Janjang Koto Gadang dan Ngarai Sianok saja. Tapi juga ada Jam Gadang yang sangat terkenal, hingga Rumah Kelahiran Bung Hatta. Di Jam Gadang, kita bisa mampir ke pasar yang menjual beraneka cendramata khas Bukittingi. Sayangnya, saya tak sempat menjelajah semua tempat-tempat menarik di Bukittinggi. Hingga kini, saya masih menyimpan keinginan untuk kembali ke Bukittinggi dan menuntaskan keinginan untuk berjalan-jalan menganggumi keindahan pesona Bukittinggi. 
  
Tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #Airpaz #AkuCintaIndonesia



Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

61 komentar:

  1. Mba aku ga sanggup naik turun tangga nya itu loh.. hahaha.. pdhl ya pengen bgt liatnya..nyerah duluan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayan olahraga pagi, mbaa Ruli. Hihiii

      Hapus
  2. Aku ngeliat tangganya, langsung berasa ngos-ngosan.. pernah liat di TV tp gak begitu jelas,, ternyata mayan mirip sama tembok cina ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaa ..
      Apalagi kalau sudah naik ya mba Meriska. Hihii
      Iyaa mayan mirip mbaa :)

      Hapus
  3. Beh... ittu elok banget tembok Koto Gadangnya mbak.
    Hampir mirip kek di tembok Cina ya mba.. hee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa. Kurang panjang aja temboknya, mbaa. Hihiii

      Hapus
  4. Wah...baru tahu ada 'tembok besar,' di Indonesia. Kakek neneknya so suit banget. Jalan tiap hari berdua naik turun nggak kenal lelah. *sayang nggak gandengan tangan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya lebih aman pegang dindin tembok kalau suasana gitu deh. Hihiii

      Hapus
  5. nggak sanggup naik turun tangga deh, kemaren habis naikin 625an anak tangga waktu ke makam matram XD
    gempoor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah banyaka banget anak tangganyaaa
      Siap2 pijet2 kaki nih mba :)

      Hapus
  6. waah... kakek nenek itu hebat banget, saya juga pastinya bakalan ngos2an. pemandangan dr gadang temboknya bagus banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jagoan banget. Kayaknya mereka nggak ngos-ngosan.
      yaaa pemandangannya juara ...

      Hapus
  7. Eh, ternyata Di Indonesia jga ada tempat yang menyerupai tembok cina,ya...asik, nih!
    Tapi bentuknya ternyata berupa tangga ya...waduh, kalau saya ke sana sanggup, gak, ya?? He he he
    Kayaknya kalah sama kakek dan nenenk itu ya...
    Tapi mereka sudah biasa, sih. Gak kayak kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Nurul coba deh kalau pas ke Bukittinggi mampir :)
      Iyaa .. aku ngos2an mereka tenang2 aja :)

      Hapus
  8. tempat ini emang bagus banget kak

    BalasHapus
  9. Baru tau saya. TRIms infonya mba semakin banyak rupanya destinasi wisata dalam negeri yang harus dikunjungi ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Banyak tempat menarik di Indonesia yang menarik untuk dikunjungi :)

      Hapus
  10. Aku pernah ke sini mb hihi, bahkan ke lorong lorong goanya, puanjaaaaang banget, cucok tuk uji nyali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku belum pernah ke Gua Lubang Jepang itu mba. Pengen ke sana ah kapan2 :)

      Hapus
  11. Biyuuuh kakek nenek ini yaaaa, sesuatuh banget deh. Oiya mba, kalo Tembok Besar di sini panjangnya berapa ya? Penasaran eh

    BalasHapus
  12. Pingin ih ke Sumbar, aku pingin ke Lembah Harau itu lho mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah belum pernah ke Lembah Harau mba Nurul

      Hapus
  13. Baru tau kalau di Bukit Tinggi ada tembok besar juga. TFS Mbak :D
    Aku belum pernah menginjak Sumatera huhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. SMoga ada kesempatan injak Sumatera ya mba April ;)

      Hapus
  14. keren juga ia itu tembok, jadi pengen kesana tapi masih buta daerah bukit tinggi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Skarang banyak petunjuknya kok :)
      Termausk di blog ini juga :)

      Hapus
  15. Wow, ada greatwall juga yaa, kayak di China. Bisa jadi wishlist piknik nih.

    BalasHapus
  16. mbak, ajaklah aku ke ngarai sianok, aku suka hijaunyaaa, huaaa mupeng banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iaaa ...
      Moga bisa ke sana ya mba Evrinaa ;)

      Hapus
  17. kalau ada rejeki pengin dolan bersama keluarga kesana deh mba, gak usah jauh2 ke luar negeri china ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mba Tanty. Aku cinta Indonesia banget deh
      Moga kesampean ya mba :)

      Hapus
  18. Iya memang mirip ya mba sekilas.. suasana nya juga mirip2 gitu..

    BalasHapus
  19. gak kuat deh klo harus naik...maklum faktor U hehehe...
    beberapa kali ke sana hanya menikmati dr kejauhan aja sambil makan itiak lado mudo hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Ophi kan masih muuudaaaa
      Hihiiii
      Aku malah belum pernah makan itiak lado mudo mbaa :)

      Hapus
  20. Whaaa beneran kayak yang di Cina yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuh kaan tuh kaan
      Nggak perlu ke China cukup ke Indonesia aja :p

      Hapus
  21. naiknya ngos-ngosan. Tapi kalau udah di atas, rasanya puas banget, ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeet mbaaa. Walau ngos-ngosan tapi menyenangkan sekalii pemandangannyaa

      Hapus
  22. Aku punya temen kuliah orang Padang, pokoknya kalo dr luar kota harus nyoba diajakin jalan-jalan ke tempat asal mereka nih :D

    BalasHapus
  23. Lihat foto pertama tak kira itu di tembok China :D Hahaha

    BalasHapus
  24. Jadi pengen ke bukittinggi, kayaknya bagus ya, mba. Mirip di china hehe

    BalasHapus
  25. Tulisan menarik. Terimakasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz. Semoga menang dapat tiket pesawat gratis dari Airpaz yah 
    Airpaz
    stevelovechrist18@gmail.com
    http://blog.airpaz.com/id/lomba-blog-cinta-indonesia-total-hadiah-17-juta-rupiah/

    BalasHapus
  26. Tulisan menarik, terima kasih atas partisipasinya dalam lomba blog Airpaz.
    Semoga menang dapat tiket pesawat gratis dari Airpaz yah :)

    Airpaz
    Vivianstephanie140@gmail.com

    BalasHapus
  27. aku juga sudah pernah ke Bukit Tinggi mbak, tapi belum sempat ke tembok raksasanya...mudah2an next time berkunjung ke sana lagi. Keren ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Moga bisa main ke sini kapan2 ya mba ;)

      Hapus
  28. kunjungan kedua Janjang Koto Gadang belum ada
    kunjungan berikutnya di 2014 eh ujan deras melulu, batal deh ke sini ..hiks..

    BalasHapus
  29. ah kerenn.....cerita traveling nyah seruu.. :D

    BalasHapus
  30. Banyak tempat di Indonesia yang asyik ya ternyata..keren.

    BalasHapus
  31. wuh keren great wall ala ala :D

    BalasHapus