Jumat, Juli 29, 2016

Wiwid Wadmira, Guru Bagi Anak Kembarnya

Menjadi guru adalah cita-cita yang telah lama diidamkan Wiwid Wadmira. Sejak kecil, ia memupuk cita-cita itu dan berharap keinginan itu akan terkabul. Namun keinginan tak semudah yang ia harapkan. Lulus SMA, ia hanya mampu melanjutkan D1 Sekretaris di Surabaya. Alasannya sederhana, agar selepas lulus ia bisa langsung bekerja. Lulus kuliah, ia bekerja sebagai sekretaris keuangan di perusahaan yang bergerak dibidang teknologi informasi. Setahun bekerja, ia memutuskan melanjutkan kuliah di jurusan Sastra Inggris. Harapannya untuk menjadi guru membuatnya harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah.
 
Si kembar belajar make up :p 
Saat ia melamar menjadi guru, teryata tak semudah yang ia bayangkan. Ada alasan keyakinan yang tak mungkin ia langgar. Ia juga mengalami kendala saat harus bernegosiasi sangat alot masalah gaji dan tunjangan. Negosiasi alot yang ditemui membuat ia merasakan ideaslime yang selama ini ia pertahankan, malah menemui jalan buntu.  Idealismenya mengatakan tak selamanya menjadi guru harus membuatnya di gaji ala kadarnya.Ia kemudian memutuskan untuk tetap menekuni pekerjaannya yang lama. Namuns etelah 12 tahun bekerja, ia memutuskan untuk berhenti. Jalan kehidupannya membuatnya bertemu seorang pria dan membuatnya jatuh cinta sehingga memutuskan untuk menikah. Kelahiran dua putri kembar, Kira dan Kara, membuat hidupnya penuh warna. Banyak hal yang membuat ia belajar banyak tentang dunia parenting.  Belajar tentang parenting ini juga ia pelajari dari komunitas ‘The Urban Mama’. Ratusan posts yang masuk setiap hari, juga dari berbagai seminar yang ia ikuti, rasanya terlalu sayang jika ia biarkan menguap begitu saja. 

Mba Wiwid dan si kembar
Semuanya ia tulis di blognya http://mykirakara.blogspot.com. Blog ini pula yang selama ini mencatat perkembangan kedua anak kembarnya. Ia menceritakan kedua anaknya ini adalah pasangan kembar identik. Mereka berbagi plasenta dan DNA sejak dalam kandungan. Jika ada yang mengira bahwa bayi kembar identik adalah anak-anak yang semuanya akan serba sama, tidak demikian dengan Kira dan Kara. Kira dan Kara memiliki sifat yang berbeda, bahkan sangat berbeda. Mba Wiwid pun menulis tentang fakta dan mitos memiliki anak kembar.
Postingan terbaru Mba Wiwid di blognya, adalah tentang memilih make up bagi anak. Make up bagi anak? Kalau penasaran, silakan mampir langsung ke blognya. Setelah mampir dan berkunjung di blog serta media sosial lainnya, saya percaya bahwa Mba Wiwid adalah guru terbaik bagi kedua anak kembarnya.

Jangan lupa follow medsosnya :)
Twitter: @wiwidwadmiraInstagram: wiwidwadmira  
*Tulisan ini diikutsertakan untuk arisna Blogger Perempuan   

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

20 komentar:

  1. Menceburkan diri di dunia pendidikan memang sering miris. Makanya rekan rekan cowokku banyak yang mundur di di tahun tahun awal mengajar.
    Berbahagialah si kembar punya ibu sekaligus guru terbaik di rumah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perjuangan juga ya untuk menjadi seorang guru, mba :)

      Hapus
  2. dari sejak nikah dulu aku tuh ngarep banget pingin punya anak kembar secara ada keturunan juga keluargaku. ayahku ada sodara kembar ibu juga ada sodara kembar. tapi ternyta aku gak ditakdirkan punya anak kembar. tapi gpp sih, alhamdulillah anakku sehat dan baik2 Masya Allah. Tapi tetap sih, selalu merasa seru jika liat anak kembar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya kita selalu mensyukuri semua pemberian Allah :)

      Hapus
  3. duluuuu pas jaman2 sekolah pgn bgt punya anak kembar... mungkin krn dulu aku prnh pacaran ama cowo kembar yg nth kenapa aku aja sulit ngebedain ;p hihihii... makanya berharap pgn anak kembar juga.. kyknya seru ya kalo kembar identik yg mukanya sama persis gitu.. tapi setelah kerja dan nikah gini, nth kenapa malah jd ga pengin sih mbak :D.. cuma kalo ada sodara ato temen yg punya anak kembar ttp aja suka ngeliatnya. cuma ngeliat lucu2nya doang sih ya.. blm ngerasain repotnya ngurus 2 bayi sekaligus pas baru2 lahir :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihiii
      Seru ya pacaran ama anak kembar #Eh :))

      Hapus
  4. Mbak Alidaaa... Terima kasih banyak sudah belusukan ke rumah. *peyuk*

    BalasHapus
  5. Dulu punya teman kembar.. lucu suka. Kayaknya kompak banget. Eh tapi giliran marahan juga ngeri.. hihi... kayaknya jadi ortunya anak kembar butuh ekstra bgt ya.. perlu belajar sama mba wiwid..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus siap repot kasih perhatian langsung ke keduanya. Hihii

      Hapus
  6. Saya juga dari dulu pengen punya anak kembar tapi ga ada keturunan kembar hihi..

    BalasHapus
  7. Mba Alida, salam kenal.. :D Kalo aku punya pengalaman dgn anak kembar. Kakakku kembar identik.. hehe.. Tapiii bener, lho, walaupun muka mirip, sifat, hobi, kesukaan mereka berdua berbeda.. Mamaku pernah cerita pas awal2 punya anak kembar suka nangis.. apalagi kakak kembarku itu anak pertama.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mba Dita. salam kenal juga. Seru pasti ya mba punya kakak kembar :)

      Hapus
  8. Pertama kali ketemu sama Mbak Wiwid, saya kira dia masih single. Eh ternyata sudah punya anak, kembar lagi. Salut sama mb Wiwid, dia ini ibu yang aktif dan kreatif.
    Terima kasih Mbak Alida sudah berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti kliatan awet muda. Eh masih muda sih. Hihii

      Hapus
  9. keren yahh ada arisannya segala. jadi kita saling promo lewat tulisan yahh. nanti keluarnya gimana tuh? *jadi kepo-in emak2 nih :D*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa. Biasanya keluar nama trus sibuk deh kita review gituuuu :)

      Hapus