Selasa, Juni 28, 2016

Tips Membeli Rumah Idaman

Saya kerap kali mendengar kalimat ‘Mencari rumah seperti mencari jodoh’. Kalau dicari, sekian lama tapi kadang tak menemukan. Pas sudah merasa menemukan yang pas, eh teryata rumahnya malah terlibat sengketa. Terkadang, calon pembeli sudah sreg tapi calon penjualnya malah nggak sreg untuk melepas rumahnya. Ada juga loh. Membeli rumah memang melakukan berbagai pertimbangan. Saya bagi beberapa pertimbangan yang harus dilakukan sebelum membeli rumah.

Jarak
Jangan lupa hitung berapa jarak antara rumah dengan kantor. Apabila jaraknya cukup jauh, pertimbangkan waktu yang akan dihabiskan untuk menuju rumah atau kantor. Apalagi di jam-jam sibuk, tentu kemacetan akan semakin padat dan membuat jarak tempuh akan semakin lama. Perhitungkan juga jarak dari jalan raya ke rumah bisa dengan bantuan google map. Tapi saat survey, coba kunjungi saat pagi dan sore dikala pulang dan pergi kantor.


Lingkungan Rumah
Kalau saya pribadi lebih memilih rumah di lokasi yang masih banyak pepohonan dan jauh dari jalan raya. Tujuannya agar tidak berisik sehingga bisa istirahat dengan nyaman bersama keluarga. Lingkungan rumah yang baik menurut saya juga jika keamanan di wilayah itu terjaga. Misalnya, bagaimana sistem pengamanan di malam dan siang hari?. Oh ya, jangan lupa cek apakah rumah di wilayah tersebut merupakan daerah rawan banjir atau tidak. Saya pernah hampir membeli rumah yang teryata menjadi langganan banjir. Beruntung setelah survey dan bertanya, akhirnya batal membeli rumah itu.  

Akses Transportasi
Penting juga untuk mengetahui apakah akses menuju rumah dapat dilalui satu mobil atau hanya untuk satu motor saja. Ini tentu juga terkait harga. Rumah yang dapat diakses mobil tentu harganya lebih mahal daripada yang di akses motor. Akses ini juga terkait transportasi yang bisa digunakan dari rumah ke pusat keramaian. Apakah dekat dengan stasiun kereta api atau hanya bisa ditempuh sepeda motor. Ini tentu ada plus dan minusnya.  

Harga Rumah
Rumah sebagus apapun disuka tapi kalau dana kurang, tentu rumah itu tak akan menjadi milik pribadi. Kalau menurut saya, mencari rumah yang sesuai degan budget keluarga. Misalnya mampu Rp 100 juta, maka dananya tak jauh dari angka itu. Kalaupun mampu untuk cicil di bank, pastikan apakah cicilannya memberatkan atau tidak. Saya pribadi lebih memilih untuk menggumpulkan dana untuk DP lebih besar sehingga cicilan tidak memberatkan.

Bijak Memilih Developer Rumah
Terlihat sepele, tapi ini juga penting. Apabila memilih membeli rumah di perumahan, pilihlah developer yang terpercaya. Ada banyak sekali developer yang ada. Salah satunya adalah Sinar Mas Land. Pengecekan bisa dilakukan dengan melihat track record penggembang selama ini. Saran saya, jika pengembangnya pernah membangun rumah maka bisa diketahui apakah developer itu bertanggungjawab atau tidak. Selain itu juga di cek bangunan yang telah jadi, kualitasnya seperti apa. Developer yang baik juga lebih transparan saat menyampaikan kapan serah terima bangunan.

Mungkin ada beberapa tips lain saat membeli rumah? Silakan berbagi …


Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

12 komentar:

  1. Satu lagi mungkin mba..cel juga kondisi air tanah di lokasi rmh berada.
    Aku pernah akhirnya pindah rumah krn gak nyaman sg air tanahnya. Buat mandi juga kuning gt kan gak nyaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh ya, bener juga mba Ophie. Air memang penting untuk sehari2. Makasih sudah berbagi, mba

      Hapus
  2. saya juga kalo beli rumah pengennya yang jauh dari jalan raya Mba, selain menghindari kebisingan juga khawatir sama anak kalo main-main di dekat jalan raya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, mba. Kalau anak main dengan aman dan nyaman kita jadi tenang ya

      Hapus
  3. kalau aku yang pertama dilihat budgetnya berapa --" berat itu soale wkwkwkw
    abis itu lingkungannya gimana soale kan sama anak bapake kerja takut kalau napa2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah yaa bener banget nih, mbaaa. Kadang ada yang bilang, ada harga ada barang sih :p

      Hapus
  4. Halo mbak Racj, salam kenal!:D kebetulan aku sekolah arsitektur jadi nambah ilmu nih tentang rumah idaman hihi, kalau ada waktu boleh main ke blog saya?:)

    isthiutamid.blogspot.co.id

    BalasHapus
  5. Skrg yg di utamain selalu harga..hehehe

    BalasHapus
  6. Wah kapan yaaa saya bisa punya rumah idaman yang harganya pas dan fasilitasnya lengkap :) Hehehehe

    BalasHapus