Jumat, Juni 17, 2016

Mencegah Penyakit Supaya Tak Sakit di In Harmony Clinic

Kanker mulut rahim. Penyakit kanker ini menjadi momok bagi saya dan keluarga. Penyakit kanker ini adalah penyakit yang disebabkan oleh human papilomma virus (HPV). Di Indonesia, sebanyak 37 perempuan terdiagnosis kanker serviks setiap harinya. Di keluarga saya, semua bermula sejak nenek saya, didiagnosis dokter menderita kanker mulut rahim di usianya yang menginjak tahun ke 58. Setelah sekian lama tidak menstruasi karena telah memasuki masa menopause, tiba- tiba Yangti (panggilan ke nenek) mengalami menstruasi. Tak ada yang pernah menduga penyakit ganas ini didiagnosis oleh Eyangti. Ada kekuatiran penyakit ini muncul karena Eyangti menikah muda yakni di usia 17 tahun dan memiliki 10 anak. Entahlah ... 

Saat saya duduk di bangku SMA, saya kerap menemaninya berobat di salah satu rumah sakit di Surabaya, Jawa Timur. Saya ingat, Yangti tidak pernah mengeluh sama sekali. Bahkan, terkadang Yangti masih memilih menggunakan angkutan umum menuju rumah sakit. Ia masih sabar menjalani pemeriksaan demi pemeriksaan, tak pernah mengeluh sakit dan selalu yakin sembuh. Yangti bertahan selama hampir empat tahun menghadapi penyakit yang dihinggapi. Kami sekeluarga mengira, penyakit itu tak akan pernah mampir di keluarga. Kami berharap, ini penyakit kanker pertama dan terakhir yang dialami anggota keluarga kami. Kepergian Yangti membawa luka mendalam bagi keluarga kami. 
 
Yuk, cegah sakit. Sumber : pixabay.com

Tapi harapan itu tak terwujud. Keluarga besar harus menerima kenyataan bahwa Mama saya terdiagnosis kanker mulut rahim. Mama saya adalah ke dua dari 10 bersaudara. Mama didiagnosis terkena kanker di tahun 2009. Sedih rasanya saat tahu tentang kenyataan ini. Mama mengetahui ada benjolan di mulut rahimnya setelah menjalani pap smear di Ambon. Hasil pap smear menyebutkan ada benjolan dan dikuatirkan akan menjadi kanker. Diagnosis itu membuat Mama ke Surabaya untuk melakukan pemeriksaan leep (loop electrpsugical excision procedure). Tindakan yang dilakukan ini untuk memastikan apakah Mama terkena kanker atau tidak.

Dua minggu setelah pemeriksaan, hasil pemeriksaan menunjukkan Mama terkena kanker serviks stadium 2B. Berbagai upaya pengobatan pun dilakukan. Dokter mengajurkan Mama untuk melakukan kemoterapi. Awalnya Mama menolak karena kuatif efek kemoterapi yang diterima. Mama kemudian memutuskan untuk mengkonsumi obat herbal hingga pengobatan herbal lainnya. Setelah itu, Mama kemudian memutuskan untuk kemoterapi. Efeknya, ia menjadi susah makan dan rambutnya semakin menipis. Tapi perjuangan Mama untuk sembuh membuat kami yakin, Mama akan sembuh. Doa yang selalu dipanjatkan setiap saat. Tapi, kanker serviks ini kembali merenggut kebahagiaan keluarga saya. Mama meninggal dunia pada 2 Mei 2011 karena kanker serviks.

Meninggalnya Mama semakin membuat saya sangat menguatirkan kanker serviks ini. Tapi tak hanya saja. Suami saya pun kuatir jika saya terdiagnosis kanker. Secara umum, kanker merupakan penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan tidak terkontrol dari sel-sel yang tidak normal. Penyebab kanker beragam. Mulai dari gen, diet, virus, polusi lingkungan, sistem kekebalan tubuh hingga usia lanjut. Saya tak bisa memungkiri saya memiliki gen gen terdiagnosis kanker, tapi upaya pencegahan tentu harus dilakukan. Selama ini saya dan suami pun melakukan berbagai cara agar penyakit ini tak menular kepada saya. Suami adalah pendukung saya untuk upaya pencegahan penyakit kanker. Bagi kami, ini tak mudah. Namun mau tak mau, ini harus dilakukan untuk kesehatan. Ada beberapa pencegahan yang saya lakukan  :

Pap Smear
Sejak awal, suami selalu memaksa saya untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Pap smear adalah pengambilan contol sel rahim untuk di analisa. Dengan melakukan pap smear juga untuk mengetahui apakah ada infeksi atau sel-sel abrormal yang dikuatirkan berubah menjadi sel kanker. Bicara soal pap smear, saya sempat menolak karena trauma teringat saat menemani Mama menjalani pemeriksaan. Saya juga trauma terbayang sakit jika di pap smear. Tapi suatu sore sepulang sekolah, suami secara mendadak memutar mobilnya ke arah rumah sakit. Saya kaget saat suami mendadak memutar mobil. Padahal sebelumnya suami bilang ke tempat yang lain. Saya sempat tak bisa bicara saat suami berhenti di rumah sakit yang dulu Mama menjalani pemeriksaan. “Ummi harus pap smear,” kata suami saya. Saya menolak. Tapi suami tetap paksa. “Aku trauma lihat Mama sakit seperti itu. Aku nggak ingin Ummi sakit seperti Mama,” kata suami saya. Saya menangis setelah suami menyampaikan itu. Saya kemudian masuk ke dalam ruang periksa dokter. Kurang dari lima menit, pemeriksaan pap smear berhasil dilakukan. Tanpa sakit sama sekali. Beberapa hari kemudian, hasil pemeriksaan pap smear selesai. Saya lega hasil pap smear menujukkan saya ‘bersih’. Pap smear ini seharusnya dilakukan setahun sekali untuk mencegah penyakit kanker serviks.

Vaksinasi
Setelah pap smear pertama, saya kemudian langsung memutuskan untuk vaksinasi. Vaksin ini akan memberikan perlindungan kesehatan pada virus HPV. Harga vaksinasi tergolong agak mahal, tapi demi kesehatan, maka harus dilakukan. Harga vaksin lebih dari Rp 500 ribu untuk sekali suntik. Suntik vaksinasi ini harus dilakukan secara teratur dan sesuai jadwal yang telah dikonsultasikan oleh dokter. Pada vaksin pertama dan kedua, saya melakukan di dokter yang berbeda tapi pada vaksin ketiga, saya tak menepati jadwal yang disepakati dengan dokter. Saya datang satu minggu setelah jadwal yang disepakati. Vaksinasi ini menjadi pelengkap untuk mencegah terjadinya penyakit kanker serviks. Di In Harmony Clinic ada fasilitas vaksinasi untuk pencegahan penyakit.   

Menghindari Penyebab Kanker (Karsinogen)  
Saya membaca bahwa ada beberapa jenis makanan dan minum yang menjadi penyebab kanker. Setelah tahu adanya jenis makanan dan minuman penyebab kanker, saya selalu berusaha untuk menghindari. Beberapanya adalah daging olahan, soda, makanan yang dibakar hingga makanan kalengan. Daging olahan seperti nugget dan sosis memang terasa enak untuk dikonsumsi, tapi teryata ini berpotensi kanker. Saya mencoba untuk sangat membatasi konsumsi daging olahan untuk kesehatan. Soda sama sekali tidak lagi saya konsumsi karena sejak dulu memang tidak terlalu minat. Oh ya, saya juga menjauhkan diri dari asap rokok dan polusi kendaraan. Keduanya teryata juga berbahaya bagi kesehatan tubuh.   

Perbanyak Sayur, Buah dan Minum Air Putih
Jujur, saya dulu termasuk orang yang jarang sekali konsumsi sayur. Saya lebih suka mengkonsumsi daging atau lauk tanpa sayuran. Apalagi kalau makan dengan nasi panas dan sambal. Terbayang lezatnyaaa …
Tapi berkat dorongan suami dan setelah konsultasi dengan dokter, maka saya memutuskan untuk memperbanyak makan sayur. Minimal dua hari sekali makan sayur.  Paling bagus memang tiap hari. Saya lebih suka sayur bening atau yang di tumis. Pas di lidah dan lebih menyehatkan. Kalau buah, saya menyediakan pisang atau pepaya. Kedua buah ini murah, mudah ditemui tapi sangat menyehatkan
 
Makan sayur yuk. Sumber : pixabay.com
Berbagai cara untuk pencegahan itu dapat dilakukan secara perlahan tapi konsisten. Mencegah kanker melalui deteksi dini juga dapat dilakukan. Di In Harmony Clinic, teryata memiliki teknologi terbaru untuk mendeteksi bibit kanker, bahkan sebelum kanker itu muncul. Teknologi ini disebut Genetic Screening. Dengan adanya pemeriksaan ini, akan ada program konseling serta tes pemeriksaan genetik untuk mendeteksi DNA yang berpotensi muncul. Deteksi dini ini penting untuk pencegahan yang tepat dapat diberikan. Di In Harmony Health Clinic menyediakan berbagai pilihan layanan medis, alternatif dan pencegahan serta memiliki kerjasama strategis antara berbagai institusi dan penyedia layanan. Dengan adanya one stop solution, In Harmony Health Clinic menyediakan segala layanan medis dan alternatif yang terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya tentu bahagia jika penyedian layanan kesehatan untuk pencegahan kesehatan seperti yang saya butuhkan, tersedia di In Harmony Clinic
                                                                  
Hingga kini, saya berusaha untuk hidup sehat demi masa depan yang lebih baik. Saya masih ingin menikmati masa tua bersama anak dan cucu kelak. Saya masih ingin berbagi tentang apa saja dengan anak dan cucu. Saya ingin hidup sehat dan memberikan inspirasi kepada banyak orang bahwa, walaupun memiliki gen kanker dapat dicegat sebelum sakit. Memang benar kata pepatah, ‘Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati’. Mari jaga kesehatan agar selalu sehat agar dapat menikmati hidup bahagia bersama keluarga.  

Referensi : InHarmonycenter.com



Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

54 komentar:

  1. Wah baru tahu, mbak, kalo pencegahan kanker serviks juga bisa dengan vaksinasi. Terima kasih infonya, semoga menang lombanya ya, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, mba. Dan itu sudah aku lakukan, mba Rahayu :)

      Hapus
  2. Ada vaksin untuk pencegaha. Kanker serviks
    Sekarang vaksin makin lengkap, ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba Witri. Vaksin anak hingga vaksin dewasa pun tersedia :)

      Hapus
  3. keren ya in harmony clinic, kalau mau vaksin ingat in harmony clinik aja semua tersedia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, mba Ernawati. Paket lengkap semua tersedia :)

      Hapus
  4. Air putih dan buah ini mb aku yang masi suka moody konsumsinya
    Klo buah sebenernya suka tapi suka ga sempet beli
    Air putih yang masi suka angot2an

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuuk perbanyaak minum air putih dan makan bua demi kesehatan, mbaa ;)

      Hapus
  5. setelah melahirkan anak kedua, pingin banget pap smear tapi kok ya kelalen terus sampe akhirnya lahir anak ketiga.
    Jadi, harus segera pap smear dan vaksin neh.
    TFS, Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Novia. Sempatkan untuk papsmear dan vaksin ya, mba :)

      Hapus
  6. mencegah lebih baik dari mengobati ya, Mak.
    saya juga mau papsmear bulan depan.

    TFS, Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah hasilnya baik-baik aja ya mba

      Hapus
  7. aku kok masih takut ya mau papsmear :(

    BalasHapus
  8. kanker serviks memang jadi momok bagi para wanita yah Mba :)
    setuju banget Mba, mencegah selalu lebih baik dan lebih murah dari pada mengobati :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Ira. Ini penyakit yang menakutkan mba
      IYa. Kalau sakit, biayanya banyak mba

      Hapus
  9. Kanker memang jadi momok buat para wanita. Saya juga tak kunjung pap smear Mba, padahal sdh tahu manfaatnya dari dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smoga suatu saat bisa pap smear ya mba Ety

      Hapus
  10. Mahal juga ya mba 500rb untuk sekali suntik. Memang tidak salah apa yang di katakan kedua orang tua saya yang berkata Mencegah itu lebih baik daripada mengobati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau sakit, biayanya jauh lebih mahal, mas. Berpuluh-puluh kali lipat, mas :(

      Hapus
  11. Betul mba...jauh lebih aman melakukan pencegahan. Apalagi mba Alida ada riwayat kanker jg di keluarga.
    Semoga sehat selalu ya.
    Sy nih blom papsmear lagi 10 tahun lalu terakhir papsmear...
    Ada aja halangannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Makanya aku dan suami ya was-was :(
      Amin. Makasih ya mba Ophi doanya.

      Hapus
  12. Kanker serviks Ini salah satu penyakit yg menakutkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu takut mba dengan penyakit kanker :(

      Hapus
  13. Kesehatan memang kudu dijaga selalu ya, btw vaksinasi untuk mencegah penyakit kanker serviks ini dilakukan berapa kali dalam waktu berapa lama yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk satu paket, tiga kali suntik, mba Muti. Tapi bergunanya selamanya mba. Makasih mba

      Hapus
  14. Aku merinding baca ini.. Ibu mertuaku breast cancer survivor.. Jd belajar banyak dr blio.

    Makasih Mba Lid..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smoga ibu mertua selalu sehat ya, mba.
      Sama-sama, mba Arina

      Hapus
  15. Turut berduka buat ibunya Mbak Alida. Aku blm papsmear nih, maju mundur mulu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan ditunda ya mba April. Terima kasih mba

      Hapus
  16. Wah, pengalaman ttg kanker serviks ini hampir sama mbak, mamaku juga meninggal krn kanker serviks. Wah, aku hrs cepetan pap smear juga nih kayaknya:) mencegah emang lebih lebih dr mengobati yah mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sampai terulang dan kita tertular, mba Prita. AMin. Yap, bagaimananpun pencegahan lebih baik

      Hapus
  17. mdh2an terhindr dr yg namanya kanker ya mbk, amiinn
    iyak lbh baik mencegah deh, deteksi dini atau divaksinasi
    turut brduka cita ats meninggalnya almarhumah mama ya mbk , smoga beliau mendptkn tmoat terindah di siaiNya amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, mba Inda. Amin atas doanyaa. Terima kasih ya mba

      Hapus
  18. Hai mbaa.. Aku jadi inget cerita sahabatku. Mamanya meninggal karena kanker juga, dan dia pun berisiko tinggi kena kanker. Pas kuliah dia punya kista. Kalau lagi haid, bisa nggak kuliah karena sakit. Biasanya saya nengokin ke kamar asrama. Keliatannya kesakitan banget. Kasiaann..
    Semoga mba sehat2 selalu yaa.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh kasian ya, mba :(
      Amin amin doanya ya mba. Terima kasih banyak

      Hapus
  19. Vaksinasi itu ternyata manfaatnya jauh lebih banyak dr yg selama ini saya bayangkan ya mba. Banyak yg mengira vaksinasi cuma buat bayi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, mba. Buat orang dewasa juga ada karena perlindungan kesehatan sampai usia berapapun, mba Ira :)

      Hapus
  20. Saya juga paling ngeri sama kanker serviks mbak. Tapi mau cek papsmear, saya juga takut. Hi..hi...
    Semoga kita semua bisa terbebas dari kanker serviks ya, mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yang merasa demikian, mba. Pdhal mencegah lebih baik daripada mengobati

      Hapus
  21. lengkap mba alida... semoga menang ya... aku belum ikutan nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin amin. Makasih doanya, mba Nova.
      Yah nggak sempat ikut ya mba

      Hapus
  22. Mencegah lebih baik dari pada menggobati yaaa

    BalasHapus
  23. Judulnya aga rancu ga itu mba hehehehe Supaya Tak Sakit di In Harmony Clinic. tp ga apa-apalah yang penting tahu maksudnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai, mas. Maksudnya cegah penyakit biar tak sakit di In Harmony Clinic, mas :)
      Makasih ya

      Hapus
  24. artikel dan web yang sangat bagus, dan bisa jadi pengetahuan, dan di perbanyak lagi artikel-artikelnya, agar banyak juga yang berkunjung kesini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih ya mas :)
      InsyaAllah diperbanyaak

      Hapus
  25. Aku jd kuatir juga abis baca ini. Kyknya mw periksa juga deh mbak.. blm prnh samaskli cek papsmear. Jujurnya krn aku takut :(. Tp bnran ga sakit kan mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sebagai upaya pencegahan, mba. Kata dokterm dibuat rileks aja, mba. atau pakai cara aku yakni menutup mata mba

      Hapus
  26. Kudu jaga kesehatan ya Mba agar gsk kena penyakit menyeramkan spt kanker..

    BalasHapus
  27. Iya mbak kebayang takutnya kalo tahu hasil papsmear.untung alhmdullilah aku juga bersih mb cuma peradangan

    BalasHapus