Senin, Mei 23, 2016

Kebahagiaan Lahirnya Sang Buah Hati

Family, Bebe, Crawling, Mother, Smiling, Happy
Kebahagiaan Keluarga. Phot by : pixabay.com

Kelahiran anak, tentu membawa kebahagian bagi orangtua. Walaupun kelahiran anak pertama atau keempat, semuanya terasa sama yakni bahagia. Apalagi jika anak yang lahir adalah anak yang telah ditunggu bertahun-tahun. Saya ingin berbagi pengalaman saudara saya yang bahagia menyambut kehadiran anak setelah delapan tahun menanti kehadiran buah hati. Sejak awal pernikahan, salah satu doa yang mereka panjatkan adalah mendapat keturunan. Namun keinginan itu tak langsung terwujud. Maka, orang-orang sekitar mereka pun kerap kali mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan selalu sama. “Kok belum punya anak?”, “Anaknya udah berapa?”. Setiap pertanyaan yang diajukan hanya bisa dijawab dengan senyum dan berkata “Doain saja ya,” kata saudara saya. Tahun demi tahun terasa lama berganti. Usia pasangan suami istri pun semakin bertambah. Doa yang mereka panjatkan masih tetap sama, namun Tuhan belum mewujudkan apa yang diinginkan. Saudara saya bercerita, ia beruntung mendapat suami yang tetap mendampingi dan tak meninggalkannya walau ia tak kunjung memberikan keturunan. Suaminya pula yang selalu memberi semangat untuk tetap mempertahankan rumah tangga. Keduanya tak ragu datang ke berbagai tempat sesuai saran yang diberikan, untuk memperoleh anak.   

Di tahun ketujuh pernikahan, apa yang diinginkan terkabul. Saudara saya hamil. Hamil untuk pertama kali. Kami sangat bahagia," katanya sambil memegang tangan saya. Dan di tahun kedelapan pernikahan, seorang anak laki-laki hadir menghiasi pernikahan yang selama ini menanti hadirnya anak. Di awal kelahiran, keduanya pun belajar bersama. Mulai dari pemberian ASI hingga memandikan anak. Sebagai orangtua baru, mereka kemudian belajar cara memandikan bayi yang benar. Untuk memandikan bayi, emang bukan perkara mudah. Tak sedikit orangtua muda yang meminta bantuan bidan atau orangtua untuk memandikan bayi. Saudara saya memilih untuk belajar memandikan bayi. Berbeda dengan saya yang terbantu suami yang jago memandikan bayi. Jika saya selalu keringat dingin kalau memandikan bayi, saudara saya mampu mengatasi rasa gugup karena kebahagiaan yang mereka rasakan.


Bagi mereka, tahapan demi tahap perkembangan anak merupakan berkah yang harus mereka syukuri dan dipahami. Saya tak pernah mendengar mereka memarahi atau membentak anak. Dengan mata kepala sendiri, saya melihat mereka menjaga amanah Tuhan dengan penuh suka cita. Dan saya pun turut merasakan kebahagiaan itu.        

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

16 komentar:

  1. Pasti sensasinya luar biasa ya Mbak, mandiin dedek bayi. Kalau saya mgk akan super gugup juga kalau mandiin bayi yg masih usia beberapa hari:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, aku baru bisa mandiin anak di ember saat anak udah bisa duduk. Hihiii. Nervous bangeet

      Hapus
  2. Subhanallah.. Bahagia sekali pasti orangtua yang sudah lama merindukan kehadiran anak, lalu dikasih oleh Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, mba Leylaa. Alhamdulillah bangeet :). Kadang kita nggak pernah tahu ya rencana Allah :)

      Hapus
  3. Mbak sendiri anaknya berapa ya? Beberapa kali baca postingan anak disini tapi belum ngeh juga. Maafkan saya heheee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaaa iyaa, mba Lusi. Anak tiga, mbaa :)

      Hapus
  4. Setiap ibu baru pasti mengalami tahapan2 seperti itu.
    Gradual tapi pasti
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pakdhe Cholik. Bahagia pastinya
      Salam hangat kembali, pakdhe :)

      Hapus
  5. Iya anak itu pemberian berharga dari Allah SWT, tapi terkadang banyak yg lupa itu...menyia-nyiakan atau tidak mendidiknya dgn optimal... ihiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah mba Ida. KAdang aku juga nggak paham. Ada yang berusaha untuk mendapatkan anak, tapi ada yang menyianyiakan pemberian Allah :(

      Hapus
  6. Jadi inget Kakakku. 10 tahun bahkan nunggu hadirnya buah hati. Alhamdulillah kesabaran mereka berbuah manis. Sekarang putrinya udah 6 bulan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah banget ya, mba Mukjizat itu luar biasa :)
      Selamat ya untuk kakaknya mba :)

      Hapus
  7. Bener bu Lida, anak anugerah dari Sang Pencipta, amanat yang dititipkan, sebab gak semua orang diberikan kesempatan untuk melahirkan dan mengasuh anak. Sudah seharusnya kita yang diberi keturunan, menjaga anak dengan sebaik-baiknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn, mba Muti. Smoga kita sellau menjaga amanah Allah dengan baik, mba Muti :)

      Hapus
  8. Pasti bahagia sekali menyambut kelahiranan buah hati ya mbak. Apalagi yang sudah dinanti-nantikan. Pengalaman mengandung selama 9 bulan, bisa dijadikan alasan untuk selalu mencurahkan kasih sayang pada buah hati ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, mba. Smoga kasih sayang sellau tercurahkan untuk anak ya. Amin

      Hapus