Senin, Mei 02, 2016

Gamis untuk Perempuan Berpostur Mungil

Perempuan itu berdiri sambil menggengam buku. Matanya seringkali menatap arah kedatangan commuter line dari arah Stasiun Duri. Sesekali ia memandang jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Saya berdiri tak jauh dari perempuan itu. Menggunakan gamis berwarna bunga-bunga dipadu jilbab berwarna pink, penampilan perempuan itu menarik perhatian saya.
 
“Naik commuter line turun di mana, mba,” kata saya membuka percakapan. Bosan juga menunggu hampir setengah jam, commuter line tujuan Depok belum juga muncul di stasiun Tanah Abang. Dia menoleh dan tersenyum. “Turun di stasiun Pondok Cina, mba,” katanya. Kemudian obrolan pun berlanjut. Perempuan itu bernama Rani, pekerja swasta yang bekerja di kawasan Senayan. Setiap kali ia mengaku menggunakan commuter line untuk transportasi sehari-hari. Mmmh ... saya seperti saya yang memiliki commuter line juga. Obrolan kemudian berhenti saat commuter line tiba, dan kami pun berpisah mencari celah agar bisa masuk ke commuter line.

Tinggi perempuan itu seperti saya. Tapi gamis yang dikenakan perempuan itu terlihat serasi untuk dikenakan. Selama ini, saya selalu merasa kesulitan untuk mencari gamis sesuai ukuran tubuh saya. Tinggi saya tak semampai seperti model yang seringkali saya lihat di online shop. Saya memang belum menggunakan gamis untuk keperluan sehari-hari. Gamis seringkali saya gunakan apabila ada pengajian atau arisan di perumahan tempat saya tinggal. Tapi jika ada acara pernikahan, saya terkadang memilih menggunakan gamis. Saya belum bisa membayangkan lari mengejar commuter line saat mengenakan gamis. Kelihatannya ribet, dalam pandangan saya. Tapi itu mungkin hanya pemikiran saya. Padahal, banyak juga perempuan yang memilih menggunakan gamis untuk keperluan sehari-hari. Saya tak melihat mereka kerepotan atau kepanasan menggunakan gamis.  
 
Jika saya memilih gamis, seringkali saya harus memotong bagian bawah gamis karena terlalu panjang. Begitupula di bagian tangan yang kerap kali kepanjangan. Alhasil, saya memilih gamis yang tidak terlalu banyak hiasan. Kalau menemukan gamis seukuran tubuh saya, saya tentu tak perlu repot-repot memotongnya. Dengan kondisi seperti ini, saya memilih beberapa tips memilih gamis bagi perempuan bertubuh mungil seperti saya.
 
Gamis keren. Sumber : MatahariMall.com 
Perhatikan Ukuran Gamis
Seperti yang tadi saya ungkap, seringkali gamis yang di jual berukuran besar. Alhasil, saya pun terpaksa memotong agar tak kepanjangan. Nah, apabila memutuskan untuk memotong, usahakan tidak terlalu banyak yang harus di potong. Kuatirnya, akan mempengaruhi penampilan gamis.
 
Desain Sederhana
Gamis rata-rata yang di jual adalah gamis yang berpotongan sederhana. Tapi seringkali ada juga gamis yang memiliki hiasan. Salah satunya hiasan di bagian bawah. Jika ini dipilih, maka kita akan terlihat semakin mungil karena bagian bawah terlihat lebih ‘berat’. Gamis yang terlalu banyak payet dan hiasan juga membuat penampilan kita semakin mungil.
 
Pilih Motif Vertikal daripada Horizontal
Ini tidak hanya berlaku pada pemilihan gamis. Baju apapun, bagi yang berpostur mini, sebaiknya memilih motif vertikal. Motif ini akan membuat kesan tinggi dan lebih ramping. Jika memilih gamis motif horisontal, tubuh akan terlihat semakin mungil.
 
Warna Netral dan Motif Simpel
Jika menyukai gamis bermotif bunga-bunga, pilihlah bunga-bunga yang ukurannya kecil. Jangan sampai penampilan kita tertutup dengan bunga-bunga yang berukuran besar di gamis. Untuk warna, saya lebih menyukai warna netral. Warna netral ini juga membuat kita bisa dengan mudah memadu padankan jilbab sesuai pilihan.
 
Beli di Toko yang Terpercaya
Memilih baju memang sebaiknya dilakukan langsung. Tapi jika harus membeli di toko online, sebaiknya membeli di toko online terpercaya. Salah satunya membeli di MatahariMall.comDi sana banyak pilihan model baju gamis terbaru yang menjadi pilihan.  
 
Dengan memilih gamis sesuai ukuran tubuh, penampilan akan menjadi lebih baik. Saya membayangkan suatu waktu akan menggunakan gamis untuk keperluan sehari-hari. Saya juga membayangkan suatu saat akan ada toko yang menjual gamis untuk perempuan bertubuh mungil seperti saya. Doa yang saya harapkan, dapat dikabulkan. 

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

20 komentar:

  1. Wah mba Alida mungil to? Sama dong..pas banget tipsnya buat saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungil, mba Ety. Mungil biar ngangenin. Hhaaa. Sama kita ya, mbaa :)

      Hapus
  2. Mbak..postingannya bikin iri ih, utk ukuran big nggak ada ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ntar aku jahitin buat mba Tuty ya. Yang mungil juga. HEhehe

      Hapus
  3. Aku juga kecil mba badannya kalo beli gamis,harus dikecilin seringnya .. hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiihi idem. Kalo aku paling seringnya potong bagian bawah dan di bagian tangan. Hehehe

      Hapus
  4. Aku juga kecil mba badannya kalo beli gamis,harus dikecilin seringnya .. hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiihi idem. Kalo aku paling seringnya potong bagian bawah dan di bagian tangan. Hehehe

      Hapus
  5. badan saya termasuk mini Mba, tapi saya suka banget pake baju yang bermotif bunga-bunga :)
    sepertinya mulai sekarang harus pakai yang warna netral yah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada juga tuh mba. Banju bunga-bunga tapi berwarna netral . Kalo bunga2 gede ntar kita nggak keliatan. Hihii

      Hapus
  6. ada koleksi gamis beberapa di lemari tapi jarang dipakai utk aktivitas yang mobile...sy blom bisa bergerak bebas dg gamis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku seringnya make pas acara pengajian atau acara tertentu aja, mba :)

      Hapus
  7. Jangan lupa pakai heels hehhe. Pokoknya mah polos paling aman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbaa, aku nggak pede pakai heels. Hihiii. Tapi bolehlah sekali-skali. Hehhee

      Hapus
  8. Nah iya.. nyari gamis yg pas itu tricky apalagi buat si mungil *ikut barisan mungil... salah pilih jadi gembrong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idem kita ya, mbaaa Iraa.
      Kalau salah pilih, kitanya nggak keliatan. Hihii

      Hapus
  9. Salut sm yg bisa gamisan sehari2nya, aq pun jg belum bisa mak :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Latihan yuk make untuk kegiatan tertentu dulu. Hihii

      Hapus
  10. sesekali bikin tulisan buat yg agak gendut ya Mba

    BalasHapus