Senin, April 25, 2016

Eksistensi Ida Tahmidah Sebagai Blogger

Saya mengenal mba Ida Tahmidah sebagai sosok yang sederhana dan rendah hati. Saat tahu ia menjadi pemenang arisan link blogger yang diprakasai Blogger Perempuan, ia merasa biasa-biasa saja. Padahal, mba Ida adalah sosok yang keren. Mba Ida terlahir sebagai orang Bandung yang lahir hingga kuliah di Bandung. Mba Ida mengenang masa kecil yang indah di Bandung. Saat kecil, ia sering ke Alun-Alun Bandung dan bermain air mancur. Terkadang, ia hanya sekedar duduk-duduk di atas kursi sambil menikmati gorengan tahu. Sejak kecil hingga kini, ia menyukai Kupat Tahu Mangunreja yang menurutnya enak. Kenangan masa kecilnya ia bagi melalui tulisannya di blog www.idatahmidah.com.

Mba Ida adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki lima orang anak. Ia sebelumnya pernah bekerja di beberapa yayasan Islam yang bergerak di bidang pendidikan. Tapi kemudian ia memilih bekerja di perbankan dan rumah sakit. Namun setelah hamil anak pertama, ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih mengembangkan usaha laundry yang ia miliki. Terkait hobi menulis, mba Ida mengaku telah menulis sejak tahun 2005. Karya tulisnya dituangkan di multiply. Mba Ida memutuskan untuk serius ngeblog di tahun 2014. Semangat menulis yang dilakukan oleh mba Ida teryata mmenular kepada anak-anaknya. Anaknya, Azizah Amatullah bahkan telah menerbut buku #23Days. Buku ini banyak yang mengapresiasi positis bahkan memasukkan ke 10 buku yang direkomendasikan di Mizan Media Utama. Anak ketiganya juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan menulis. Mba Ida juga menulis untuk Kompasiana dan menjadi content writer di sebuah website keluarga. Tak hanya itu saja, mba Ida juga menjadi Dewan Redaksi di sebuah buletin komunitas.

Mba Ida Tahmidah
“Saya orangnya sangat moody. Jadi walaupun dibilang serius ngeblog, tetap saja nggak serius,” kata mba Ida. Alhasil, ia mengaku memaksakan diri dengan aktif di event-event beberapa komunitas saat mendapat undangan dari klien. Ia mengaku ingat saat pertama kali ikut event blogger. Kala itu, mba Ida diminta untuk mereview sebuah restoran di Bandung. Ia mengaku kaget karena acaranya hanya ngobrol-ngobrol sambil mencoba beraneka makanan. “Ini the udah aja acaranya gini?,” katanya polos. Nah, event kedua mba Ida diminta mereview produk selain makan-makan dengan hidangan hingga mendapat honor dari hasil reviewnya.   

Mba Ida mengaku tak semua event bloger tak selamanya menghasilkan materi. Namun ia mengaku selalu berupaya mengambil manfaat setiapkali bepergian ke acara blogger. Mba Ida membagi tips agar bisa mengatur waktu dengan baik. Saya merasa, apa yang dibagikan mba Ida merupakan hal yang berguna bagi saya. Ini sebagian tips yang mba Ida lampirkan di blognya :

Menata kebiasaan kita sehari-hari dengan membuat rencana yang SMART ( Specific - Measureable-Achievable-Timeline ). 

Buatlah skala prioritas,  Ini juga penting, karena tidak mungkin mengerjakan dan meraih semua yang ingin kita capai. 

Buatlah targetan berkala. Tanpa memiliki target, kita tak tahu apa yang harus kita raih, sehingga kita tidak akan terpacu untuk meraih sesuatu dan yang lebih parah kita malah akan jalan di tempat 
Tips yang disampaikan mba Ida membuat saya merasa bahwa inilah kunci mba Ida mampu tetap menjaga eksistensinya sebagai penulis. Saya jadi belajar banyak dari mba Ida … 


Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

14 komentar:

  1. Aduuh makasiih tulisannya ya mba...:) jadi malu bacanya apalagi tips atur waktu itu..baru sebatas teori hahahs....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sudah mampir, mba Ida. Makasih yaa. Tuh kan ya merendah lagi :)

      Hapus
  2. salam kenal Mbak Ida Tahmidah
    salam sehat dan sekses amin

    BalasHapus
  3. Mengaku ga serius ngeblog tapi tulisan mb Ida di blog keren-keren ya, Mbak :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu lah, mba :)
      Jadi senang melihatnyaa :)

      Hapus
  4. saya pernah baca tulisannya mbak ida tahmidah, emang berbobot. buat saya yang awam, bisa jadi pembelajaran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang ya kalau yang ditulis menjadi berguna :)

      Hapus
  5. Setuju sama tipsnya mba Ida, kita harus punya target supaya tau apa yg mau dicapai. Target tadi juga harusnya achievable ya mba ;).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, mba. Mengukur kemampuan juga, mba Molly :)

      Hapus
  6. tipsnya..bermanfaat banget.., malah aku gak punya skala prioritas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuuk dibikin skala priorotas, mba
      Aku juga lagi mencoba :)

      Hapus
  7. xi..xi..belum pernah ikutan perkenalan restoran.., pasti aku juga bakal bingung seperti teh Ida, kok acaranya makan2 doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihii ada-ada aja :)
      Harusnya asyik ya acaranya cuma makan-makan doang :)

      Hapus