Minggu, April 10, 2016

Arisan dan Cerita Kehamilan

Sebuah pesan pendek masuk di telepon gengam saya. Pengirimnya adalah Bu Agus, tetangga saya, yang mengajak untuk berangkat arisan bersama. Segera saya balas dan mengiyakan ajakannya itu. Kebetulan Sabtu, 9 April saya libur kerja sehingga bisa mengikuti arisan RT di wilayah saya. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan di wilayah tempat tinggal saya. Sayangnya saya tak bisa selalu hadir karena terkadang terbentur waktu kerja. Tetapi sudah menjadi komitmen saya, selagi libur saya selalu menyempatkan hadir. Bagi saya, arisan menjadi salah satu sarana menjalin tali silaturahmi. Terkadang, di arisan selalu saja ada informasi atau mengundang pembicara atau sekedar jualan produk.

Setengah jam kemudian kami pun tiba di balai warga, tempat arisan dilaksanakan. Belum banyak peserta arisan hadir. Hujan yang mengguyur sejak pagi nampaknya masih menjadi salah satu penghalang hadir di arisan. Saat hujan reda, secara perlahan, para peserta arisan pun hadir sehingga memenuhi balai warga. Saat hadir, kami langsung membayar arisan dan sekaligus uang kebersihan dan uang keamanan. Untuk arisan, membayar Rp 50 ribu sedangkan uang kebersihan dan keamanan sebesar Rp 65 ribu.
 
Sumber : pixabay.com
Sambil menunggu arisan di mulai, saya dan para tetangga pun asyik ngobrol ngalur-ngidul. Pertama tentang beraneka kue enak yang disajikan hingga diet mayo yang masih saja tetap ngehits. Saya sendiri sejak lama ingin mencoba diet mayo tapi hingga kini belum tersampaikan. Sepertinya saya tak sanggup jika harus mengikuti diet mayo.

Saat asyik ngobrol datang salah satu tetangga saya yang sudah lama tak muncul.
“Bu, kemana aja kok lama nggak muncul,” kata saya.
“Iya nih, bu. Maklum lagi isi (hamil). Mabok banget,” katanya. Tetangga saya ini menikah setahun lalu dan sedang hamil dua bulan. Kepada kami, ia bercerita hampir tak bisa mengkonsumsi makanan sama sekali. Setiap kali lihat makanan di rumah, perutnya mual. Tapi uniknya, setiap kali melihat orang makan, ia selalu ingin mencicipi. Itu ya uniknya ibu hamil ... 

Saya sendiri beruntung tak pernah merasakan mual-mual seperti yang dialami tetangga saya. Saya hanya mual saat mencium bau plastik kresek warna hitam dan bau mie instan. Tapi tetangga saya ini sempat bed rest karena mual yang dirasa cukup menganggu. Walaupun mual yang ia rasakan tak membuat ia tak bahagia atas kehamilan yang sangat ia dan suami harapkan. Sejak diketahui hamil, bersama suami, ia selalu mengikuti perkembangan janin penuh suka cita. “Saat tahu saya hamil, semua buku tentang kehamilan saya baca,” katanya dengan mata berbinar. Saya menangkap aura kebahagiaan yang memancar.

Obrolan kemudian membahas tentang pengalaman hamil tetangga saya yang lainnya. Bu Arif menceritakan tentang dua kehamilannya yang membuatnya berulangkali pingsan karena mual yang amat sangat menganggu. Sedangkan saya, ya sama seperti yang saya ceritakan sebelumnya, tak pernah mengalami mual parah. Bu Agus menceritakan kebahagiaannya saat memiliki sepasang anak perempuan dan laki. Bu Arief beda lagi. “Dulu saya berdoa ingin punya anak kembar,” kata bu Arif. Kini, Bu Arief memiliki dua remaja pria, walau tak kembar, telah menjadi sumber kebahagiaan bagi ia dan suami. Bagi kami, perkembangan demi perkembangan calon buah hati selalu diikuti dengan teliti. Hingga kini foto USG kehamilan saya masih tersimpan rapi.

Obrolan kami terhenti saat pengurus RT mengumumkan arisan akan dimulai. “Ibu-ibu … siapa yang dapat arisan ya?,” kata bu Bambang. Dengan seksama, kami mendengar satu per satu nama yang ‘menang’ arisan. Saya memang tak beruntung ‘menang’ arisan. Tapi bersyukur mendapat cerita kebahagiaan salah seorang tetangga. Arisan menjadi pererat kami, para warga untuk lebih mengenal tetangga sekitar.






Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

18 komentar:

  1. Arisan emang salah satu ajang pengikat silahturahmi ya, kalau aku pengen ikut arisan ceritanya udah nikah ni jadi udaah masuk golongan calon emak"hihihi, jadi nunggu kloter arisan terbaru aja biar makin akrab saama tetangga :D

    www.leeviahan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru mba kalau ikut arisan. Ada aja yang di obrolin. Sampe lupa waktu. heheheh

      Hapus
  2. Bawaan hormon emang bikin perilaku ibu hamil unik ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba. Walau unik tapi bahagia bangeet, mba Ety :)

      Hapus
  3. Aku paling sebel kalau ada presentasi orang jualan, macem yg pernah datang, ada jualan karpet, blender, panci dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku malah suka, mba Lusi. Lumayan liat orang masak. Apalagi nyoba gratis :))

      Hapus
  4. arisan bisa buat hiburan ya mbak,
    ketemu teman...bisa jualan... bisa ngutang hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Avy, kalau bisa ngutang itu yang belum tentu mbaaa ... Biasanya kredit. Eh sama ya :))

      Hapus
  5. Arisan bisa jadi ajang menimba ilmu dari pengalaman peserta arisan lain
    salam sehat dan semangat amin

    BalasHapus
  6. arisan juga bisa membantu kita dalam menemukan teman-teman baru. jadi bisa kumpul-kumpul ngobrol-ngobrol serta untuk menjalin silatuhrami. itu yang terpenting

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget. Apalgi obrolan yang produktif ya :)

      Hapus
  7. bingung nech mau komentar arisannya apa kehamilannya hehehe..kaya ibuku ikut arisan yang usianya udah hampir dua belas tahun..jadi anggotanya ibu-ibu yang anaknya TK nya bareng..kalau bicara nilai sech dikit banget, tapi kalau kata ibu yang penting silaturahminya.Ngobrol tentang anak, resep masakan, dll. pernah ikut beberapa kali8 nganterin ibu dan memang bener-bener pelepas stres ibu rumah tangga hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahhaaa.. bisa komen keduanya, mbaa. Aku juga merasa terhibur untuk ngobrol bareng mba kalau di arisan :)

      Hapus
  8. Gampang2 susah yaa kalo hamil
    Liat makanan mual tapi kalo liat orang makan pengen hahaha

    BalasHapus
  9. Aku seneng banget kalo ketemu orang yang lagi hamil dan dgr ceritanya. Soalnyaaaaa aku keingat pas hamil dulu, hahaha. Rasa bahagia, deg degan dan sebagainya. Ckckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ide, mbaaa. Aku jugaak, walau nggak akan hmail lagi mungkin :)

      Hapus