Rabu, Maret 30, 2016

Jembatan AMPUH Menuju Sukses

Kesempatan untuk mampir ke berbagai pameran selalu membuat saya bertanya-tanya.
Bagaimana mereka bisa memulai usaha?
Target mereka kedepan seperti apa?
Berapa banyak tenaga pekerja yang membantu usaha?
Bagaimana bentuk pemasaran yang dilakukan selain pameran?

Pertanyaan demi pertanyaan kemudian terjawab, dengan berjalannya waktu. Rata-rata pelaku usaha yang saya temui adalah wirausaha muda yang berani, inovatif dan kreatif. Sesuatu yang tak terpikirkan kemudian diwujudkan melalui usaha yang menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah.

Namun, berapa banyak wirausaha yang ada? Data di Kementerian Koperasi dan Usaha UKM mencatat hanya 2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Bandingkan dengan Malaysia yang memiliki 5 persen dan Thailand 4 persen dari total penduduk di negara masing-masing. Jika dikelola dengan baik, hanya dalam kurun waktu tiga tahun, sektor UKM bisa menyerap sekitar 77 juta tenaga kerja. Inovasi demi inovasi yang dihadirkan tentu menciptakan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja semakin banyak. Dalam benak saya, jika ini terjadi, tentu pengangguran semakin berkurang. Saya sendiri hingga kini belum berani menjadi wirausaha. Terlalu banyak kekuatiran yang terbayang. Padahal, melangkah untuk memulai usaha saja belum saya lakukan. Kala itu saya sempat berpikir, andaikan ada wadah bagi wirausaha dan saya mengetahui komitmen pemerintah bagi wirausaha, mungkin niat saya mulai kuat. Permasalahan permodalan hingga pemasaran merupakan hal mendasar yang saya alami.  

Diskusi AMPUH 

Niat untuk memulai usaha seakan mendapat titik terang saat saya hadir di Forum Berbagi Info (FBI) yang dilaksanakan oleh Anak Muda Punya Usaha (AMPUH) pada Jumat, 23 Maret di Cikini, Jakarta. Mengapa anak muda? Dimas Oky Nugroho, pendiri AMPUH mengatakan anak-anak muda Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan anak muda negara maju. Bahkan dalam hal industri kreatif. Menurut Dimas, hanya anak muda yang berjiwa entrepreunerur yang bisa membawa perubahan di era globalisasi, khususnya di MEA. “Wirausaha mewujudkan nasionalisme anak-anak muda,” katanya. Permasalahan permodalan teryata tak hanya saya alami. Tapi ini adalah pemikiran umum yang kerap dialami. Tapi, jika ada bantuan pemerintah, urusan permodalan menjadi terbantu.  

Braman Setyo, Deputi III Bidang Pembiayaan Kementerian Komerasi dan UKM menyatakan
ada tiga kendala yang kerap dialami wirausaha. Ketiga kendala itu meliputi permodalan, tenaga kerja dan pemasaran. Pemerintah menargetkan akan meningkatkan jumlah wirausahawan muda. Ini tentu menjadi angin segar bagi wirausaha. Tahun 2017, kementerian akan memfasilitasi 6200 wirausaha. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun ini yang hanya memfasilitasi 461 wirausaha. Teryata, kecilnya bantuan yang diberikan tahun ini dikarenakan adanya efisiensi anggaran.

Dengan adanya bantuan modal, wirausaha diharapkan akan bangkit. Sehingga tenaga kerja yang terserap juga semakin banyak. Nantinya, dana kapital yang akan diberikan sekitar Rp 20 juta per orang. Bagi wirausaha yang berminat bisa mengajukan e-proposal. Hanya saja, e-proposal belum dapat diakses hingga kini. Braman mengatakan proses perumusan e-proposal masih dikerjakan hingga kini. Tahun depan, mekanisme penyaluran pembiayaan akan dilakukan melalui seleksi sistem online.
Kedua narasumber memaparkan materi
Selain itu, masalah pemasaran hingga kini juga menjadi salah satu masalah yang kerap dihadapi. Ini bisa dilakukan dengan melakukan sinergitas dengan pelaku usaha seperti gerakan AMPUH. Dengan adanya Galeri Indonesia Wow yang terbuka untuk umum, masyarakat bisa berdiskusi hingga memamerkan karyanya. “Prinsipnya, tiada hari tanpa pameran,” kata Brahman.

Tapi karya tidak selalu dipamerkan di gedung atau ruang terbuka. Tapi bisa dipamerkan melalui digital. Penjualan melalui sistem digital inilah yang telah dilakukan oleh Nirwan Suwarso, sutradara kreatif, pakar marketing yang menciptakan aplikasi mobile tv bernama SuperSoccer TV. Aplikasi ini didukung sejumlah anak muda kreatif yang mahir di dunia IT dan desain.

Saat diskusi, Mirwan Suwarso menceritakan usahanya tentang SuperSoccer. Bagi pecinta bola, nama ini tentu tak asing. Tapi bagi orang yang tak terlalu hobi sepakbola, seperti saya, nama itu terasa begitu asing. Kisah Nirwan mengembangkan usaha ini, membuat saya takjub. Ia merupakan salah satu anak muda yang kreatif di bidang digital.

Usaha Digital Melalui SuperSoccer

Saat acara, Mirwan menceritakan awal mula ia mengembangkan SuperSoccer TV. Awalnya, Mirwan memiliki agensi di tahun 2009. Agensi ini diminta untuk mengurus situs yang bernama djarumsuper.com yang kala itu memiliki pengunjung mencapai 150 ribu pengunjung per tahun. Setelah dikelola dengan baik, jumlah pengunjung menjadi 89 juta per tahun. Namun lama-kelamaan, ada larangan rokok beriklan dan berafiliansi dengan olahraga. Larangan itu kemudian memunculkan inovasi terbaru. Terciptalah SuperSoccer yang terlepas dari Djarum dan menjadi Perseroan Terbatas (PT) di tahun 2013. SuperSoccer sama dengan online shop lainnya.
 
SuperSoccer

Awalnya, mereka ingin bekerjasama untuk liga Indonesia. Namun pertandingan kerap tidak tentu dan penonton tak mau bayar apa-apa. “Ini malah jadi rumit,” katanya. Mirwan dan timnya kemudian membuat games berbayar yang diakses hingga 250 ribu orang. Para penggila games bola, hanya membayar Rp 50 ribu per bulan. Games dikembangkan dari waktu ke waktu sehingga para penggila bola akan selalu membeli games tersebut. Dinamika pasar Indonesia yang cepat, teryata mendorong kreatifitas Mirwan dan tim meningkat.

Target pasar internasional menjadi target pasar yang kemudian dibidik oleh Mirwan. Dia bahkan memasang iklan SuperSoccer saat pertandingan liga Inggris. Memasang iklan di pertandingan liga Inggris? Tapi, teryata karena target pasar Internasional, hal itu menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Berkat kerjakerasnya dan tim, per April, aplikasi SuperSoccer sudah dapat dibeli di Timur Tengah. Bahkan ada di 13 negara lainnya seperti Jerman, Australia dan Italia yang telah mengembangkan aplikasi Supersoccer di playstore.

Perkembangan usaha tidak sampai disitu, pihaknya kemudian membuka lowongan untuk menerjemahkan produk ke bahasa Arab. Tak diduga, email pelamar yang masuk mencapai 200 orang. Para pelamar bisa berbahasa Arab dan tinggal di Indonesia. Hanya itu saja? Teryata inovasi terus dilakukan dari waktu ke waktu. Setelah melihat statistik pengunjung Suppersoccer, kemudian muncullah forum-forum yang diisi para wirausaha muda yang kemudian memulkan tiga produk yang terkait sepakbola. Inovasi demi inovasi yang dikembangkan secara kreatif melalui digital, membuka peluang lebih besar untuk wirausaha muda. Alhasil, lowongan kerja semakin bertambah, pengangguran pun semakin berkurang.

Dan, setelah saya mengikuti diskusi demi diskusi, rencana menjadi wirausaha semakin kuat. Ada harapan yang kemudian muncul. Tapi saya berharap, harapan ini juga dialami para pembaca yang berniat wirausaha tapi masih belum berani untuk melangkah. Langkah menuju kesuksesan …  



Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

34 komentar:

  1. Semangaaaat... bener banget Mbak.. dengan ikut diskusi ttng bisnis atau usaha, kita jadi motivasi utk berbisnis pula...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mba. Motivasi bisa datang dari mana saja, mba Yulia :). Makasih

      Hapus
  2. boleh dipakai nih kata-katanya, ampuh sebagai anak muda punya usaha, keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapannya, penulis dan pembaca nanti juga akan punya usaha sendiri. Hihhii
      Makasih mba

      Hapus
  3. Acaranya keren mbak. Bikin termotivasi :)

    BalasHapus
  4. keren banget tuh supersoccer

    good luck supersoccer

    BalasHapus
  5. wah memang kita harus berinovasi, kreatif menjelang MEA ya, kalau gak wah bisa kalah dg negara lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moga inovasi dan kreatif selalu bersama kita ya mba Tora :)

      Hapus
  6. Ternyata masi sedikit yah mba, moga bisa punya usaha sendiri yaaa kita mbaa, amin.. Ngga berhenti utk kreatif ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin amiin
      Selalu ada peluang jika kita bisa dan mau :)

      Hapus
  7. Dulu org tua takut klo anaknya mau jadi pedagang. Sekarang karna namanya udaj wirausaha, enterprenueur dan masifnya kampamye wirausaha anak muda ga malu lagi ya mba. Semoga makin tumbuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin masih dlihat dari gengsinya belum dianggap se wah orang kantoran kali ya mba :(

      Hapus
  8. Berwirausaha memang harus berani. Terutama nanggung rugi :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, siap naggung rugi itu yang masih pe er, mba Leyla :)

      Hapus
  9. tulisannya keren Mbak, lengkap, full data, paparan masalah dan tawaran solusi serta contoh wirausahawan yang sudah sukses seperti supersoccer. selamat mencoba di dunia baru Mbak, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah, ada mas Kiki. Hihiii. Makasih, mas Kiki :)

      Hapus
  10. Keinginan untuk menjadi pengusaha itu ada
    tapi selalu mentok di bidang usaha apa yang mau dijalankan...
    plin plan terus, hehehe modal juga selalu dibikin kendala :-P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget, mbaaa
      Moga ada titikterang ya. Biar bisa punya usaha sendiri, mba :)

      Hapus
  11. Saya setuju Mbak. Sekarang anak2 muda Indonesia tak kalah sama anak2 muda di negara2 maju. Btw, tema postingan kita sama. Saya baru2 buat 2 postingan ttg UMKM dan digitalpreneurship, baru mau nulis yang ketiganya. Nara sumbernya datang dari Jakarta, pionir digitalpreneurship Indonesia dan yang satunya founder Orami dot Com, keren deh, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa anak muda kita kan emang keren-keren :)
      Wah iya sama ya. Ntar insyaAllah aku mampir ya, mba Niar. Aku senang buat tentang tema usaha sih, mba Niar :) Makasih mba

      Hapus
  12. Waaah memotivasi banget ya ini Mak untuk bikin usaha sendiri. Keren acaranyaaa

    BalasHapus
  13. Jadi semangat untuk menjadi wirausah.

    BalasHapus
  14. Salut sama inovasi Supersoccer,mereka bisa menerabas kendala dengan ide briliannya.

    BalasHapus
  15. Wah iya tuh mbak jadi nambah banyak tuh ilmunya,.

    BalasHapus