Sabtu, Maret 05, 2016

Inilah Hak Pekerja Perempuan

Sebagai pekerja perempuan, ada beberapa hak yang dimiliki dan harus dipenuhi oleh perusahaan tempat bekerja. Hak-hak ibu bekerja tertuang mulai dari Peraturan Menteri, Undang-Undang Ketenagakerjaan hingga Konvensi ILO (International Labour Organization). Banyak yang belum paham dengan aturan sebagai pekerja perempuan.
Perempuan Pekerja. Sumber disini
Di bawah ini, saya lampirkan hak-hak pekerja perempuan yang saya ketahui :



Jam Kerja
Pada Pasal 76 UU Ketenagakerjaan disebutkan bahwa pengusaha dilarang mempekerjakan wanita hamil yang menurut keterangan dokter membahayakan kesehatan dan keselamatan diri maupun kandungannya jika bekerja antara jam 23.00 – 07.00. Selain itu, pengusaha yang mempekerjakan wanita antara jam 23.00 -07.00 WAJIB :
a. Memberi makanan dan minuman bergizi.
b. Menjaga keamanan dan kesusilaan di tempat kerja.
c. Wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi pekerja wanita yang berangkat dan pulang kerja antara jam 23.00 – 05.00

Dalam Kep.224/Men/2003 tentang Kewajiban Pengusaha yang Mempekerjakan Pekerja Perempuan antara pukul 23.00 sampai dengan 07.00 adalah : Menjaga kesusilaan dan keamanan selama di tempat kerja. Pengusaha wajib menjaga keamanan dan kesusilaan pekerja perempuan dengan menyediakan petugas keamanan di tempat kerja dan menyediakan kamar mandi yang layak dengan penerangan yang memadai serta terpisah antara pekerja perempuan dan laki-laki. Pengusaha juga diharuskan menyediakan antar jemput mulai dari tempat penjemputan ke tempat kerja dan sebaliknya. Lokasi tempat penjemputan harus mudah dijangkau dan aman bagi pekerja perempuan

Haid
Dalam UU Ketenagakerjaan Pasal 81 disebutkan pekerja perempuan dalam masa haid, merasa sakit dan melapor pada pengusaha tidak wajib bekerja pada hari 1 dan 2 pada waktu haid.

Hamil dan Menyusui
Dalam Pasal 82 UU Ketenagakerjaan disebutkan pekerja perempuan berhak cuti 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan menurut perhitungan dokter / bidan. Pekerja perempuan yang mengalami keguguran berhak cuti 1,5 bulan sesuai surat keterangan dokter / bidan. Pasal 83 disebutkan bahwa pekerja perempuan yang anaknya  masih menyusui harus diberi kesempatan untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.Konvensi ILO No. 183 tahun 2000 pasal 10 mengenai Ibu Menyusui menyebutkan bahwa perempuan harus diberi hak istirahat harian atau pengurangan jam kerja harian untuk menyusui anaknya. Berapa lama istirahat menyusui atau pengurangan jam kerja harian ini akan diberikan, banyaknya dalam sehari, lamanya tiap-tiap istirahat dan cara-cara pengurangan jam kerja harian ini diatur berdasarkan hukum dan kebiasan nasional. Istirahat dan pengurangan jam kerja harian ini harus dihitung sebagai jam kerja dan dibayar

UU Kesehatan No 39 Tahun 209 tepatnya pada Pasal 128 tentang Kesehatan disebutkan bahwa setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan selama enam bulan, kecuali atas indikasi medis. Selama pemberian ASI, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus. Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan di tempat sarana umum. Ini sesuai juga Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.

Kenyataannya :
Namun beraneka peraturan yang ada tak semuanya dipenuhi oleh perusahaan. Misalnya masih ada yang belum menyediakan antar jemput bagi pekerja yang berangkat dan pulang kerja antara jam 23.00-05.00. Padahal pada jam-jam tersebut rawan bagi perempuan. Penyediaan fasilitas antar jemput ini bisa berupa penyediaan mobil berdasarkan rute pekerja. Masih ada juga perempuan yang mengalami pelecehan seksual di kantor. Misalnya dalam bentuk gurauan yang terkadang bernada cabul dan merayu sehingga pekerja perempuan menjadi tak nyaman dan aman.

Pemenuhan ruang menyusui pun belum semuanya dimiliki oleh perusahaan. Ada perusahaan yang beralasan jumlah perempuan yang sedikit hingga keterbatasan tempat di kantor. Kalaupun memiliki ruang menyusui, terkesan seadanya. Hanya kamar yang tertutup tirai dan sebuah kursi untuk duduk. Tapi saya pernah juga mengunjungi kantor yang bagi saya luar biasa bagus dan memenuhi. Bayangkan saja, di dalam ruang menyusui berpendingin udara itu ada box bayi, kursi goyang, sofa empuk, wastafel hingga kulkas serta beraneka mainan anak. Suasananya sangat nyaman!

Terkait cuti haid, tak banyak pula pekerja perempuan yang mengetahui bahwa ada hak untuk cuti haid. Ada kawan saya yang harus menahan sakit jika haid tiba sehingga ia harus cuti. Tentu saja tak nyaman harus bekerja saat kesakitan tersebut. Tapi ada juga yang tak mengambil cuti haid karena tidak tahu ada cuti haid. Dengan mengetahui hak pekerja perempuan, kewajiban pun juga harus dilaksanakan oleh para pekerja.

Mungkin, ada yang mau berbagi berdasarkan pengalaman masing-masing? Mulai dari kondisi ruang menyusui hingga dukungan perusahaan mendukung aktivitas sebagai pekerja perempuan. Mari berbagi :) 





Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

24 komentar:

  1. Moga suatu hari nanti ada tambahan cuti buat busui selama enam bulan atau bahkan setahun ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di beberapa negara setahu saya sudah berlaku aturan itu. Di Indonesia pernah diusulkan tapi belum berlaku nasional

      Hapus
  2. wah hana baru tahu soal pekerja perempuan yang mengalami keguguran berhak cuti 1,5 bulan :D makasih infonya Mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya, mba Hana. Tidak hanya untuk melahirkan tapi juga keguguran juga ada cutinya :)

      Hapus
  3. Ini harus diketahui perempuan yang bekerja di luar rumah ya Mbak. Biar tahu hak-haknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba Niar. Sekalian buat perusahaannya agar mematuhi peraturan yang sudah dibuat, mba :)

      Hapus
  4. Ruang menyusui itu penting sekali. Adik iparku jadi berhenti menyusui karena di kantornya ga ada tempat buat meras ASI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mba. Dlu kantorku juga nggak ada ruang menyusui, mba. Aku menyusui pindah2. Apalagi masih pas di lapangan malah perjuangannya luar biasa.

      Hapus
  5. Wah aku aja baru denger nih ada cuti haid.. Sayangnya mungkin belom banyak pekerja yang bener-bener ngeh ya mak sama hak-haknya.. Nice info Mak.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ada cuti haid, mba :) Itulah, mba. Semoga semakin terinformasi :) Makasih, mba

      Hapus
  6. peraturan itu belum sepenuhnya disosialisasikan ya mak. jadi masih ada pekerja yg tdk menyadari bahwa sebenarnya dia memiliki hak2 yg tdk dipenuhi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, padahal ada di UU ya, mba.
      Berbagai peraturan bagi pekerja perempuan sudah diatur dalam berbagai peraturan ... :)

      Hapus
  7. thn lalu tmn2 buruh dr orgnisasi buruh yg dibina ayah ken sempet demo soal ini mbk, terutma cuti hamil. alhmdulillah thn ini, pabrik mengabulkan permintaan tmn2 buruh. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah kalau cuti melahirkan dikabulkan. Karena itu aturan pemerintah. Makasih sharingnya, mba :)

      Hapus
  8. Jangan hanya menuntut saja tapi lupa untuk menaikkan performa karena dg performa yg baik, perusahaan pun akan fleksibel karena merasa sangat membutuhkan. Misalnya cuti melahirkanku dulu pernah molor smp 4 bulan krn PRT keluar tp standby on call.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, mba Lusi. Tapi biasanya ini seiring sih. Kalau pekerjaan yang digeluti nyaman dan perusahaan care, biasanya karyawan jadi betah. Seru tuh sampe 4 bulan. Mungkin tergantung jenis pekerjaan dan perusahaannya ya mba. Makasih sudah berbagi, mba :)

      Hapus
  9. UU dan kenyataan berbeda ya dalam pelaksanaannya

    BalasHapus
  10. Kalau haknya tidak didapat berani memperjuangkan tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memperjuangkan sebaiknya bersama teman-teman, mba :)

      Hapus
  11. Cuti haid, kayaknya memang perlu, karna ada sebagian perempuan merasakan sakit yang gak bisa ditahan, meskipun tidak semua perempuan siih :D

    BalasHapus
  12. trs sanksi ut perusahaan yang gak patuh gmn tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di dalam UU sudah diatur tentang sanksinya, pak

      Hapus