Top Social

TRAVEL AND LIFESTYLE BLOGGER

Konsumsi Snack Sehat Walau Sibuk Bekerja

Sabtu, Desember 31, 2016
Sebagai jurnalis, terkadang mengalami kesulitan untuk mengatur pola makan. Saat saya masih liputan di lapangan, tiba-tiba narasumber siap untuk di wawancara. Padahal perut sudah keroncongan. Alhasil, rencana makan pun tertunda. Pernah juga saat lapar melanda, tapi saya tak berani keluar kantor narasumber. Kuatirnya, narasumber yang sedang ditunggu malah pergi. Jadinya ya mau tak mau, rasa lapar harus ditahan demi sebuah berita. Di saat lain, saya harus menahan lapar karena daerah yang saya liput jauh dari pusat kota dan kesulitan akses kendaraan. Kebiasaan menahan lapar ini yang kemudian membuat saya sakit. Duh!

Camilan selalu siap di dalam tas

Mewujudkan Momen Kebersamaan Keluarga dengan Choco Pie

Minggu, Desember 25, 2016
Seberapa sering orangtua memanfaatkan waktu bersama keluarga? Apabila bersama keluarga, apakah seluruh perhatiannya tercurah ke anak? Ataukah hanya sekedar bersama namun jiwanya di pekerjaan?. Saya tak memungkiri bahwa pernah berada pada posisi seperti itu. Saya duduk di samping anak namun beberapa kali ‘mencuri’ waktu untuk mengecek isi whatsapp.

Narasumber Talkshow Lotte Choco Pie

Tentang Elisa Fatma Ariesta, Personal Lifesyle Blogger

Kamis, Desember 22, 2016
Berkunjung ke Kota Tuban, Jawa Timur, teryata menawarkan banyak sekali tempat wisata yang menarik. Informasi tempat wisata bisa diperoleh darimana saja. Salah satunya melalui blog milik teman saya, Elisa Fatma Ariesta di blognya berjudul http://www.elisa-blog.com/ . DI tulisannya berjudul ‘Terapi Ikan di Goa Ngerong Tuban’, mba Elisa menulis tentang pengalamannya ke Goa Ngerong yang berada di Tuban, Jawa Timur. Mba Elisa menulis juga tentang beberapa mitos terkait Goa itu. Di Goa itu, ada terapi ikan yang memiliki banyak terapi. Manfaat yang ia rasakan adalah melancarkan sirkulasi darah, meregangkan otot kaki, menjaga kesehatan kulit kaki hingga menjaga kesehatan kulit kaki.

KTP Blogger

Manfaat Pijat Bayi

Minggu, Desember 18, 2016
Sudah hampir enam tahun saya rutin pijat setiap sebulan sekali. Tukang pijat andalan saya namanya Cing Bai, orang asi Betawi yang tinggal di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Sudah hampir enam tahun saya selalu dipijat olehnya. Pertama kali saya mengenalnya karena rekomendasi tetangga. Sekali dipijat, kemudian keterusan karena enak. Cing Bai adalah sosok yang ramah. Tak heran, banyak sekali yang menggunakan jasanya. Alhasil, jika ingin menggunakan jasanya, saya harus menghubunginya satu atau dua hari sebelumnya. Kerap kali Cing Bai melayani jasa pijat hingga ke kawasan Bekasi, Jawa Barat.
 
Bayi lucu. Sumber : pixabay.com

Yuk Dukung Gerakan Nasional Non Tunai!

Kamis, Desember 15, 2016
Pernah merasakan antri panjang saat beli tiket kartu harian berjaminan saat akan naik commuterline? Lalu, pas mau bayar, teryata penjaganya nggak punya uang kembalian. Duh ribet kan?! Saya mengalaminya pekan lalu, dan bukan sekali saya alami tapi beberapa kali. Saya memang pengguna setia commuterline sehingga memiliki kartu pembayaran non tunai (uang elektronik). Pernah juga karena hilang. Tapi kadang pagi saat buru-buru ke kantor teryata saya baru sadar bahwa kartu elektronik saya tertinggal.

Alhasil saya harus membeli kartu harian berjaminan di loket. Sialnya banyak yang juga antri membeli atau mengembalikan tiket harian berjaminan. Setelah antri teryata saya baru sadar kalau saya nggak ada uang recehan. Hanya tersisa uang Rp 100 ribu di dompet. Padahal untuk perjalanan Pondok Cina-Palmerah pulang pergi, hanya membutuhkan uang Rp 8000. “Apa nggak ada uang pas?,” kata penjaga loket. Saya menggeleng. Saya lalu bertanya ke orang yang antri di belakang saya. Teryata mereka pun tak ada uang kecil. Saya kemudian keluar dari antrian dan menukar uang. Untungnya ada tukang ojek yang bersedia menukar uang. Saya melihat jam tangan, sudah pukul 05.30 WIB. ‘Duh telat nih,” pikir saya. Seharusnya saya sudah melakukan sepertiga perjalanan, tapi belum juga berangkat dari stasiun tujuan. Saya kemudian antri lagi untuk membeli kartu harian berjaminan. Sore hari sepulang kerja saya harus mengembalikan kartu harian jaminan untuk mendapatkan uang jaminan. Lagi-lagi antrian terjadi lagi.
 
Antrian membeli Kartu Harian Berjaminan 

Kemegahan Masjid Cheng Hoo di Surabaya

Rabu, Desember 14, 2016
Saat masih menjadi jurnalis di Surabaya, saya pernah meliput tentang Masjid Cheng Hoo. Masjid ini bagi saya menyimpan sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Pertengahan September 2016, saat datang ke Surabaya, saya mampir ke Masjid Cheng Hoo. Saya datang ke Masjid Cheng Hoo bersama Ayyas, dan keluarga adik. Kebetulan saat itu waktunya shalat Jumat. "Ir, shalat Jumat di Masjid Cheng Hoo aja," kata saya. Kebetulan lokasi kami tak jauh dari Masjid Cheng Hoo. Nah, karena adik saya belum pernah ke sana, akhirnya saya yang jadi petunjuk jalan. 

Mobil kemudian parkir di depan Gedung PITI Jawa Timur Jln. Gading No 2 Kusuma Bangsa, Surabaya. Dari luar sekilas tak tampak ada masjid di Gedung itu. Namun saat melangkah kaki ke dalam gedung, terlihat masjid megah dengan arsitektur Tionghoa yang didominasi warna merah, kuning dan hijau. Rancangan awal mesjid ini diilhami dari bentuk Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. 






Masjid Cheng Hoo di Surabaya

Saya Bangga Menggunakan Produk Asli Indonesia di Toko Online Blibli.com

Senin, Desember 12, 2016
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang khas di masing-masing daerah. Misalnya Jogjakarta  yang memiliki ciri khas kain tenun Lurik yang sangat terkenal dan apik. Kain lurik memiliki bahan baku, corak dan makna yang berbeda dibandingkan jenis kain lainnya. Ada dua jenis kain Lurik yang memiliki makna yang berbeda tergantung kegunaannya. Pertama adalah kain Lurik tradisional yang digunakan untuk upacara-upacara tradisional daur kehidupan dan kain Tenun Lurik masa kini yang digunakan untuk busana dan berbagai cendera mata yang dikembangkan untuk melestraikan kain lurik.
Kain Lurik. Sumber.Tempo.co

Duka untuk Korban Gempa Pidie Jaya, Aceh

Rabu, Desember 07, 2016
Sedih ya hari ini, 7 Desember 2016, mendapat informasi tentang gempa di Pidie, Aceh. Banyak yang berduka untuk gempa Pidie Jaya, Aceh. Data Kamis, 8 Desember 2016 hingga pukul 06.00 WIB tercatat 99 orang meninggal dunia. Pencarian dan penyelamatan korban dari dampak gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan Pidie masih terus dilakukan. Info dari Pak Sutopo BNPB, Tim SAR gabungan masih mencari korban yang diperkirakan terjebak dalam reruntuhan bangunan. Data sementara yang berhasil dihimpun oleh BPBD dan sudah dikonfirmasi terdapat 99 orang tewas, 1 orang hilang, 136 orang luka berat, 626 orang luka ringan dan ratusan bangunan rusak. Sebagian korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Pos dibuka di RSUD ini untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan korban yang dirawat.

Sensasi Makan Siang di Bis Kuning Universitas Indonesia

Sabtu, Desember 03, 2016
Hampir setiap hari masuk wilayah Universitas Indonesia di Depok, saya baru tahu bahwa ada kafe yang berada di dalam bus kuning. Bus kuning ini adalah alat transportasi di kawasan Universitas Indonesia. Kalau naik bis kuning (bikun) tidak dikenakan biaya alias gratis. Nah, lalu apa jadinya jika biskun disulap menjadi kafe?

Karena penasaran, saya pun datang bersama Papa dan Mas Ghaffar ke Universitas Indonesia (UI). Kebetulan jarak dari rumah ke UI tak begitu jauh. Saya memilih naik ojek online sedangkan mas Ghaffar dan Papa naik motor. Sekalian ngantar mas Ghaffar naik kereta dari stasiun UI ke stasiun Senen. Saya sampai duluan karena Mas Gahffar dan Papa harus ke bengkel karena ban motor kempes. Saya sempat mencari-cari dimana sih posisi Bikun kafe ini. Saya hanya tahu kalau lokasinya di kawasan Fakultas Hukum.  Akhirnya setelah nanya ke mahasiswa  Fakultas Hukum, lokasi bikun di seberang masjid UI. Tepatnya di samping parkiran motor Fakultas Hukum UI. 

Penampakan Bis Kuning 

Inspirasi Astra di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA)

Rabu, November 30, 2016
Berkumpul bersama keluarga di hari Sabtu atau Minggu adalah kebahagiaan. Namun, terkadang saya masih harus bekerja di hari libur. Alhasil, saya sekeluarga harus berinisiatif mengatur waktu agar dapat berkumpul di akhir pekan. Seperti Sabtu sore pekan lalu, sepulang kerja saya sekeluarga janjian di Stasiun Pancasila, Jagakarsa, Jakarta. Jika sebelumnya kami lebih banyak menghabiskan waktu di kolam renang, kini kami sepakat untuk menghabiskan sore yang cerah di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Membayangkan berkumpul bersama keluarga di taman terbuka dengan suasana yang sejuk tentu menyenangkan. Kebetulan, saya juga penasaran dengan RPTRA.  

RPTRA Ciganjur Berseri

Resensi Buku Seberapa Berani Anda Membela Islam?

Selasa, November 29, 2016
Sebuah buku berwarna kuning kecoklatan dengan ilustrasi seorang pria berpeci putih menghadap ke arah masjid. Judul bukunya ‘Seberapa Berani Anda Membela Islam?”. Dari judulnya, seolah mengusik relung hati saya paling dalam. Pertanyaan yang sungguh belum pernah saya tanyakan kepada diri saya sendiri tentang keberanian atas nama agama. Namun pertanyaan itu datang dari sebuah buku setebal 274 halaman.

Saya penasaran bagaimana definis berani yang ingin disajikan Nai’m Yusuf sebagai seorang penulis?. Na’im menyajikan esensi sikap berani yang secara bahasa disebut ar-Rujulah (kelaki-lakian atau berani). Kata ar-Rajul adalah sinonim dari kata adz-dzakar yang bermakna perempuan. Kata ar-Rajul dalam Al Quran disebutkan sekitar 45 kali. Di antara makna ar-Rajulah adalah, Allah menggambarkan para nabil dan rasul dengan kata rijal untuk membawa risalah dakwah dengan segala tantangan dan kesulitan di jalannya. Ra-Rujullah memiliki makna lebih luas dari ‘laki-laki’-anonim perempuan- mengingat betapa banyak perempuan yang lebih berprestasi dari laki-laki dalam beberapa posisi sulit.
 
Buku Seberapa Berani Anda Membela Islam

Lakukan Ini Jika Naik Commuterline

Jumat, November 25, 2016
Saya setiap hari naik commuterline. Berangkat dari stasiun Pondok Cina, Depok dan turun di stasiun Tanah Abang kemudian dilanjutkan naik commuterline tujuan Serpong, turun di stasiun Palmerah. Rutinitas ini berjalan terus, setiap hari. Tidak hanya hari kerja, melainkan juga di hari libur. Apabila ada acara di luar kantor, saya memilih menggunakan commuterline dan turun di stasiun terdekat. Bagi saya, naik commuterline lebih cepat, tak macet dan harganya juga terjangkau. Bagi yang tak selalu naik commuterline, atau baru pertama kali naik commuterline, saya ingin berbagi apa saja sih yang harus disiapkan jika akan naik commuterline.
Commuterline
Jika penuh, kondisinya seperti ini. Sekalian, jangan lupa follow instagram @lidbahaweres ya :

Mencintai Lingkungan Bersama Keluarga

Rabu, November 23, 2016
Beberapa waktu lalu saya membaca artikel tentang global warming. Dalam artikel itu dikatakan, salah satu dampak buruk dari global warming adalah terjadi perubahan iklim dan cuaca, gunung es bakal mencair dan es yang mengapung di laut semakin sedikit. Itu bukan pertama kali saya membaca artikel tentang global warming. Tak hanya artikel, namun siaran televisi hingga radio juga kerap membahas tentang bahaya terjadinya global warming. Setelah kerap membaca dan mendengar tentang global warming, saya bertekad untuk melakukan sesuatu. Tindakan itu dapat dimulai dari keluarga. Termasuk keluarga saya. Ini beberapa hal yang saya lakukan bersama keluarga untuk mencegah terjadinya global warming.  

Mengajarkan anak-anak untuk cinta lingkungan
  
Ajarkan anak untuk mencintai lingkungan

Inna Riana, Emak Riweuh yang Produktif

Selasa, November 22, 2016
Saya pernah mengalami kebingungan untuk menu makanan sehari-hari. Kesannya, itu lagi eh itu lagi. Atau saat ingin menciptakan cemilan untuk keluarga, saya juga binggung mau masak apa. Akhirnya, saya ‘terdampar’ di blog dapurngebut.com. Blog milik mba Inna Riana ini menyajikan beragam jenis kuliner yang mengugah selera. Saya ingat pernah berkomentar saat ia memposting foto pancake. Mba Inna menata pancake di piring kemudian diatasnya ada taburan keju. Di samping kiri dan kanan, ada minuman yang mengugah selera. Siapa yang tak lapar melihat postingan itu?

Mba Inna 

Tips Ibu Hamil Agar Tetap Sehat

Rabu, November 16, 2016
Kemarin, adik ipar saya telepon. Dari nada suaranya saya tahu dia bahagia. “Alhamdulillah bayi di kandungan sehat. Kata dokter kemungkinan laki,” kata Nia, adik ipar saya yang tinggal di Surabaya, Jawa Timur. Kini kandungannya berusia tujuh bulan dan ini adalah anak keduanya. Anak pertamanya berusia tiga tahun, berjenis kelamin perempuan. Kami memanggilnya, Shakilla. Anak keduanya tidak pernah diharapkan memiliki jenis kelamin tertentu. “Laki atau perempuan, keduanya sama saja. Yang penting sehat,” kata Nia kepada saya. Saya setuju dengan pendapatnya.  

Namanya ibu hamil, tentu memiliki cerita masing-masing. Kehamilan anak pertama dan anak kedua belum tentu sama. Bagi Nia, kehamilannya yang kedua ini tak ada keluhan apapun. Kalaupun ada keluhan, masih di batas normal. Misalnya saat hamil muda, hampir setiap pagi ia mual-mual. Saya menyarankan ia untuk mengkonsumsi makanan-makanan ringan seperti biskuit atau buah-buahan. Porsinya sedikit saja namun sering.
 
Kehamilan. Sumber : Pixabay.com

International SWAM 2016 Seminar dan Workshop

Minggu, November 13, 2016
Bagi penggemar film Korea, pasti terkagum-kagum dengan penampilan para artis yang selalu muncul di film itu. Wajah mereka mulus-mulus seolah tanpa noda. Kulitnya putih bersih, hidung mancung dan lipatan matanya terlihat sempurna. Alhasil banyak yag kemudian berbondong-bondong ke Korea agar wajahnya bak artis Korea.

Padahal, Indonesia memiliki kemampuan untuk bidang anti aging dan kosmetik. Ini dibuktikan dengan diselenggarakan Seminar and Workshop in Aesthetic Medicie (SWAM). Kegiatan ini merupakan event scientificmedis yang membahas perkembangan ilmu pengetahuan di bidang Anti Aging dan Estetika. Tahun ini, kegiatan ini akan dilaksanakan di Indonesia. Wah, keren banget ya.
 
Sumber : SWAM

Yuk Jaga Kesehatan Gigi Mulai Sekarang

Jumat, November 11, 2016
Tiga hari lalu saya ngobrol dengan tetangga saya yang kebetulan adalah dokter gigi. Namanya drg. Laura Arman. Enaknya punya tetangga yang dokter gigi, saya jadi banyak tahu tentang kesehatan gigi. Bahkan drg Laura ini adalah dokter yang selalu menangani gigi Ayyas jika sakit gigi. Berdasarkan pengalaman saya, caranya menangani anak untuk mau berobat ketika sakit gigi, nggak bikin Ayyas menangis.

Pernah ya malam-malam saya ke rumahnya karena gusi saya bengkak. Sakitnya gusi bengkak, membuat saya tersiksa. Saya nangis karena gusi saya bengkak. Agak lebay, tapi ya itu kenyataannya. Nah, oleh drg Laura, saya langsung dikasih obat yang membantu meredakan rasa sakit akibat gusi bengkak. Tak lama, gusi bengkak pun sembuh.

Bu drg Laura Arman yang cantik dan baik hati

Potret Perempuan di Bidang Kesehatan

Kamis, November 10, 2016
Saat bertemu dengan Ekoningsih M Lema saya tertegun dengan kisah yang ia ceritakan. “Bagi ibu hamil, kematian bisa terjadi di rumah, jalan bahkan di fasilitas kesehatan,” kata warga Kupang ini kepada saya saat berjumpa awal bulan November di Jakarta. Kepada saya, ia bercerita ada ibu rumah tangga yang akan melahirkan, namun di dalam rumah tak ada suami karena sedang pergi berkebun. Tak ada telepon genggam untuk berkomunikasi karena lokasinya yang teramat jauh dari ibu kota Kupang. Keluarga meminta agar jangan mengantar ibu hamil ini ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum sang suami menyetujui. Sang suami dibutuhkan untuk memutuskan apakah sang istri ini dapat melahirkan di klinik atau tidak. “Proses pengambilan keputusan telat,” ungkap aktivis perempuan di Kupang ini.

Dampak dari menunggu itu, sang ibu mengalami kekurangan darah, badannya mulai menguning dan bergetar. Ketika suami datang dan diantar ke dokter, ibu hamil ini mengalami pendarahan. Kantong darah tak tersedia. Keluarga kemudian berupaya mencari pertolongan ke Palang Merah Indonesia (PMI) dan pasien di rujuk ke RS daerah. Tapi sayangnya, dalam perjalanan, sang ibu dan bayi meninggal dunia.

Sumber : pixabay.com

Film Me Vs Mami, Film Komedi Hubungan Ibu dan Anak

Rabu, November 09, 2016
Beberapa hari sebelumnya, Ayyas bilang ingin menonton film di bioskop. Akhirnya, disepakati Jumat, 4 November 2016, nonton bareng bertiga di bioskop. Kebetulan Mba Farah nggak ada les, saya juga libur kerja. Sebelum berangkat, saya bilang bahwa agar terhindar dari hujan, harus berangkat lebih awal. Maklum, kala itu cuaca sudah agak gelap. Jadwal nonton kami pilih untuk yang pukul 15.00 WIB.

Sebelum berangkat, kami menyiapkan berbagai hal. Termasuk jas hujan. Benar saja, saat di tengah jalan, hujan turun teramat deras. Jas hujan yang kami kenakan tampaknya tak mampu menahan derasnya air hujan. Alhasil, baju kami pun basah. Ayyas apalagi, karena dia di depan, baju dan celananya malah basah kuyup. Kami memilih nonton di Mall Cijantung karena dekat dengan rumah. Harga tiketnya Rp 25 ribu per orang. Jaket Army yang mba Farah beli di toko online yang jual jaket army juga basah. Jaket ini selalu dikenakan kemanapun ia pergi. Kesannya macho, tapi ia suka. 
Yuk nonton me vs mami 

Cara Menghilangkan Noda Bekas Jerawat

Selasa, November 08, 2016
Sabtu kemarin saat bertugas, saya melihat teman saya menggunakan masker untuk menutup wajahnya. Panggil saja namanya Siti (sst, dia minta namanya tak disebutkan). Maskernya pun dilapisi tissue. Penasaran, saya pun bertanya alasan dia menggunakan masker untuk menutup wajahnya. “Jerawatku meradang, mba,” katanya. Kemudian, dia membuka masker. Tampak jerawat berwarna merah hampir memenuhi pipi kanannya. Saya tahu dia malu saat tahu jerawatnya seperti itu. Tapi ya mau bagaimana lagi.
 
Jerawat muncul. Sumber foto : pixabay.com

Kekerasan Terhadap Jurnalis

Minggu, November 06, 2016
Saat aksi 4 November yang terjadi di Jakarta, banyak sekali jurnalis yang meliput. Mereka melakukan peliputan untuk menyampaikan kondisi aksi secara live kepada masyarakat. Termasuk teman saya, Muhammad Guntur dari Kompas TV. Saya mengenalnya sebagai pribadi yang ramah dan sopan. Saat saya masih di koordinator liputan, dia adalah salah satu jurnalis andalan. Mas Guntur, saya memanggilnya demikian, selalu update peristiwa, koordinasi sangat bagus, sangat diandalkan untuk peliputan. Dan saat aksi 4 November, dia pun melakukan peliputan seperti biasanya.

Namun peliputan hari itu membuatnya menjadi korban kekerasanSetelah kejadian, dia langsung melakukan visum di RSCM. Pagi hari setelah kejadian, saya bertemu dia di kantor. Saat bertemu dengan saya, saya bertanya kejadian yang dia alami.  Dengan nada suaranya yang pelan (suaranya emang pelan dan orangnya ramah banget), dia menceritakan kepada saya. “Kepala saya dipukul dari belakangmba,” katanya.  Awalnya, dia meliput dari pagi di kawasan Gambir, depan Bareskrim. Kemudian dia digeser liputan ke Istana Wakil Presiden (Wapres). Di Jalan veteran ini dia menjadi korban pemukulan. Saat mau mengambil gambar untuk persiapan live, tiba-tiba ada botol mineral yang terlempar dan kemudian terjadi aksi dorong mendorong.

Hentikan kekerasan terhadap jurnalis 

Jangan Ragu untuk Memulai Bisnis di Usia Muda

Kamis, November 03, 2016
Saya salut dengan sosok anak muda yang memutuskan untuk menciptakan lapangan kerja, memulai usaha, di usia muda. Di kala anak muda seusianya memutuskan untuk bekerja di perusahaan, anak muda itu memutuskan untuk menciptakan usaha. Usaha yang kemudian membawanya ke gerbang kesuksesan.

Anak muda itu adalah Leni Apriyanti. Ibu muda kelahiran Garut, 19 April 1992 ini adalah pendiri sekaligus pemilik usaha ‘Casuga’ (Caramel, Susu, Garut). Usianya 21 tahun saat ia memulai berbisnis. Kepada saya, ia bercerita selesai sidang skripsi, September 2013, sang ibu menawarkannya untuk membuat permen. Kala itu, ia sedang menunggu lamaran kerja. Sang ibu memiliki resep membuat permen yang diperoleh dari pelatihan yang diadakan dari Dinas Kabupaten Garut, Jawa Barat. Harapannya, bisa menciptakan permen yang berkualitas lebih baik dan menyehatkan. Sang ibu yang awalnya selalu mengikuti bazar yang diadakan Dinas Kabupaten, kemudian membuka usaha pupuk yang kini semakin berkembang. Keinginan sang ibu untuk mengembangkan pengolahan permen menjadi tak fokus. “Awalanya saya ragu untuk mengembangkan usaha pengolahan permen,” katanya lagi.

Leni Apriyanti dan timnya

Ungkapan Rindu Nova Violita

Selasa, November 01, 2016
Buaian Rindu
Berlariku di penhujung waktu
Mengejarmu jauh dalam harapku
Jejak-jejak rindu
Tertinggal di setiap waktu

Hinggap senyummu di bayang rembulan
Mengguncang rasa pucuk rindu
Mengapai angin
Raih genggam belai jemarimu

Kalimat-kalimat puitis itu tertulis dalam puisi berjudul “Buaiyan Rindu”. Kalimat rindu yang ditulis Nova Novilli, seorang blogger yang juga merupakan staff administrasi di PTAIS di Riau. Puisi yang ia tulis bukan tanpa makna. Puisi itu merupkan ungkapan kerinduannya untuk segera meminang anak. Ia menikah pada tahun 2009, namun baru lima tahun kemudian, ia hamil. Sebuah penantian yang panjang untuk kelahiran putra pertamanya Abdul Hamid yang kini berusia hampir dua tahun. “Anak saya lagi aktif-aktifnya memanjat,” katanya. Penantian lama itu. Baginya merupakan salah satu cara Tuhan untuk membiarkan ia dan suami menghabiskan waktu lebih lama untuk pacaran.

Tentang Mba Nova

Waspadai, Pemicu Alergi di Sekitar Kita

Minggu, Oktober 30, 2016
Entah kapan pertama kali terjadi, saya lupa. Satu hal yang saya ingat, tubuh saya langsung bentol-bentol (tanda kemerahan pada kulit) setelah makan telur atau udang. Apalagi saat kondisi tubuh sedang menurun.  Jika itu yang terjadi, saya harus segera minum obat alergi. Bahkan harus dua butir obat sekaligus. Setelah minum obat, biasanya langsung ngantuk. 

Pernah saat pengumuman kelulusan SMA, saat teman-teman lain bersorak-sorak lulus, saya harus ke rumah sakit. Muka saya bentol-bentol. Kaki saya pun bentol-bentol, sehingga melangkah pun susah karena kaki bengkak. Untuk ke rumah sakit, saya dibantu papa. Dokter selain memberi obat yang harus saya minum, juga ada tindakan suntik kepada saya. Beberapa tahun lalu, saya kemudian sadar, bahwa saya pun alergi udara dingin. Khususnya, angin malam. Pernah beberapa kali jatuh sakit karena tak tahan udara dingin sehingga harus ke rumah sakit. Padahal dulu, tak pernah seperti ini.  

Saya lagi kena alergi. Foto by : @namkula 

Berbelanja Online Tanpa Ribet Plus Dapat Voucher dan Cashback di ShopBack

Sabtu, Oktober 29, 2016
Memori laptop kesayangan sudah mulai penuh. Dampaknya, setiap kali mau transfer foto menjadi agak lambat. Padahal di laptop itulah saya semua data saya tersimpan. Mulai dari data kuliah hingga pekerjaan. Akhirnya, kadang jadi sebal karena pekerjaan menjadi terganggu. Salah satu solusinya ya, harus membeli hard disk external.  

Tapi kapan punya kesempatan untuk membeli? Sebetulnya saya ingin membeli saat weekend, agar bisa jalan bersama keluarga sekaligus belanja keperluan. Tapi pas weekend, saya masih kerja. Pas pulang pun terkadang sudah capek. Kalau beli saat hari kerja, saya malas kalau harus bepergian sendirian untuk berbelanja. Kalau libur pengennya di rumah sambil menikmati hari. Namun kalau tertunda terus, pekerjaan kuatir menjadi terhambat. 
 
Belanja online lebih mudah

Kado Ulang Tahun Ikatan Dokter Indonesia ke 66

Jumat, Oktober 28, 2016
Kejadian ini sudah terjadi tahun 2011 tapi masih teringat hingga kini. Dalam keadaan terluka akibat kecelakaan, saya di bawa sopir angkutan umum dan seorang kakek ke salah satu rumah sakit pemerintah di kawasan Jakarta Timur. Apa daya, tak satu pun yang mau menerima saya. Saya masih mengingat kalimat yang terucap dari seorang satpam yang keluar dari UGD. “Maaf, UGD penuh,” katanya. “Tapi saya kecelakaan,” kata saya. Satpam itu kemudian kembali masuk UGD dan kembali seorang diri. Tak ada satu pun tim medis yang keluar dan melihat keadaan saya. “Maaf, bu. Sebaiknya ibu cari rumah sakit lain,” katanya. Sopir angkutan umum yang membawa saya sempat bersitegang dengan satpam. Saya tahu satpam itu panik dengan kondisi saya. Entah kekuatan apa yang membuat saya kemudian meminta sopir membawa saya ke salah satu rumah sakit swasta masih masih berada di kawasan Jakarta Timur. Saya seolah mendapat kekuatan untuk tenang sehingga mampu menghubungi suami menggunakan telepon genggam sopir angkutan umum.

Selamat ulangtahun IDI

Komunitas Anak Muda Peduli Sejarah

Kamis, Oktober 27, 2016
Saya masih ingat beberapa tahun lalu mengikuti perjalanan menyusuri tempat penuh sejarah. Perjalanan pertama  mengunjungi museum Taman Prasasti yang terletak di Jl. Tanah Abang, Jakarta. Museum ini berdiri di atas lahan pemakaman Kebon Jahe Kober yang sudah ada sejak tahun 1795. Setelah satu jam di Museum Taman Prasasti, kaki kemudian melangkah ke Museum Fatahillah. Saya dan beberapa orang yang ikut, tak sekedar mengunjungi kedua tempat itu. Tapi mendapat kisah-kisah tentang sejarah dalam setiap langkah.
 
Sumber foto : Pixabay.com

Pengalaman Traveling Hemat ke Surabaya

Minggu, Oktober 23, 2016
Bulan Juni 2016, tante saya yang di Surabaya menelpon saya. “Chi, Sandra nikah bulan September. Chici pulang ya ke Surabaya,” kata Tante saat menghubungi saya via telepon. Sandra adalah adik sepupu saya. Saya hanya berkata ‘InsyaAllah’, walau dalam hati ingin sekali berkata iya. Maklum, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum traveling ke suatu tempat. Setelah diskusi dengan suami, akhirnya diputuskan, hanya saya dan Ayyas yang berangkat ke Surabaya.

Yuk traveling 

Review Buku Kebahagiaan Yang Kutahu

Kamis, Oktober 20, 2016
Sore itu 14 September, saya bergegas menuju Central Park Mall, Jakarta,  untuk menghadiri launching buku ‘Kebahagiaan Yang Kutahu’ karya Datuk Stella Chin. Saya penasaran untuk mengikuti launching buku itu karena Datuk Stella Chin merupakan Executive President PT MELILEA International Group of Companies. Stella juga merupakan satu dari 10 Wanita Bisnis Terhebat di Dunia oleh Global Federation of Chinese Business Women in 2007. Siapa yang tidak tertarik membaca buku kisah suksus dari seorang ibu bekerja? Saya yang berstatus sebagai ibu pekerja tentu tak mau melewatkan kesempatan untuk mengikuti acara itu.
 
Buku Kebahagiaan Yang Kutahu. Sumber : @kebahagiaanyangutahu

Makan Durian di Sop Durian Kunyil

Selasa, Oktober 18, 2016
Setiap kali ke Medan, salah satu kuliner yang tak pernah saya lewatkan adalah makan durian. Medan memang terkenal dengan duriannya. Mungkin karena sejak dulu saya memang selalu suka durian. Jaman masih SD dan tinggal di Ambon, durian di Ambon murah banget. Satu karung berisi durian, harganya Rp 5000. Rasa duriannya manis tak terkira. Dan buahnya pun berlimpah. Sampai0sampai, mama saya mengolah berankea durian karena masih banyak durian yang tersisa.

Sop durian enak. Sumber : Sopduriankunyil.com

Menata Hati Ala Dewi Ratnasari

Rabu, Oktober 12, 2016
Dewi Ratnasari, adalah seorang blogger yang menulis untuk blognya www.ratnadewi.me. Setelah berkenalan dengannya, saya kemudian mengetahui bahwa ia merupakan mantan jurnalis di TV One dan STV (Kompas TV Bandung). Suatu profesi yang sama dengan saya, yakni jurnalis. Namun tahun 2011, ia memutuskan untuk resign dari Kompas TV Bandung setelah lulus kuliah dan memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Di Jakarta, ia diterima sebagai reporter televisi yang mengharuskan ia untuk lebih kuat dan tak pantang menyerah.

Pengalaman yang tak dilupakan saat menjadi reporter adalah saat banjir di Jakarta tahun 2013, ia terpaksa tidak pulang dan harus berkeliling daerrah banjir di Jakarta selama tiga hari. Beberapa kawasan di Jakarta ibarat kota mati saat banjir melanda. Ia terpaksa tidur di pinggir jalan atau di dalam mobil, merupakan sesuatu yang harus ia lakukan. Berkat dedikasinya, ia yang pertama jali mengabarkan betapa parahnya kondisi korban banjir di Pluit dan Muara Karang. Di tahun yang sama, ia kemudian bergeser menjadi reporter news daily yang harus menggali informasi lebih dalam. Mba Dewi, nama panggilan saya kepadanya, kemudian memutuskan menikah dengan Kurniawan Aji Saputra. Stahun pernikahannya, ia hamil. Namun di usia kandungannya 24 minggu, tepatnya 8 November 2014, bayinya harus ‘berpulang’.

Perkenalkan : Dewi Ratnasari 

Batik Pesisir, #BatikIndonesia antara Tradisi dan Inovasi

Senin, Oktober 10, 2016
Batik Pesisir?
Saya jarang mendengar nama batik pesisir. Saya hanya tahu nama batik berdasarkan asal daerahnya. Batik Pekalongan, Batik Kudus dan lain-lain. Namun kemudian saya ketahui bahwa ada yang dinamakan batik pesisir, dan ada yang dinamakan batik keratonan. Batik keratonan dibuat di daerah keraton seperti Cirebon, Yogyakarta dan Solo. Batik Keraton lebih banyak dipakai oleh anggota kerajaan pada masa dulu. Sedangkan batik pesisir berasal dari daerah pantai seperrti Indramayu, Tuban dan Madura. Masyarakat pesisir lebih banyak terpengaruh pada budaya luar seperti India, China, Arab, Persia, Turki dan negara-negara lain.
 
Pameran batik pesisir di Bentara Budaya Jakarta

Berenang di Kolam Renang "Rumah Ibu"

Minggu, Oktober 09, 2016
Berenang!
Yaap, Sabtu kemarin memang waktunya untuk berenang. Seharusnya awal bulan lalu. Tapi saya tak bisa. Alhasil, Sabtu kemarin, 8 Oktober, menemani Ayyas untuk berenang. “Tapi kali ini aku pengen berenang di tempat baru,” kata Ayyas. Saya nggak ngeh awalnya, dimana sih Ayyas pengen berenang. Teryata dia komunikasi dengan temannya, Munis, via whatsapp. Tempat yang dituju adalah kolam renang ‘Rumah Ibu’ Di Cibubur. Awalnya saya mengira, teman anak saya ini akan berenang di rumah ibunya. Teryata ‘Rumah Ibu’ adalah nama kolam renang. Namanya sederhana dan mudah diingat.  


Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran

Senin, Oktober 03, 2016
Minggu, 25 September 2016, saya janjian dengan suami dan anak untuk menikmati sore bersama keluarga. Hari itu, saya masih bekerja dari pagi hingga sore. Maka, sepulang kerja saya kemudian janjian di stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Tujuan kami ke satu tepat yakni Mall Cimanggis Square yang terletak di Cimanggis, Depok. Sengaja, kami ingin nikmati citarasa kari khas Jepang A&W Restoran. 

Kenapa harus di A&W Restoran? Jadi, seperti yang awal saya katakan A&W Restoran menawarkan citarasa kari khas Jepang dan membuat saya sekeluarga ingin segera mencicipinya. Menu makanannya adalah A&W Japanese Curry Premium Mixbowls. Menu ini menawarkan citarasa kari khas Jepang. Jika selama ini, saya mengira bahwa kari adalah dominasi makanan Timur Tengah, teryata Jepang pun menawarkan kare khas Jepang.

Kari Khas Jepang di A&W Restoran

Kiprah Shine Fikri di Dunia Blogger

Sabtu, Oktober 01, 2016
Pertama kali saya berjumpa dengannya saat launching apartemen beberapa bulan lalu. Ia datang bersama dua anaknya. “Shine,” katanya sambil memegang satangan saya. “Maap, siapa? Sin?,” jujur saya nggak begitu ngeh dengan namanya. Setelah tiga kali ia menyebut namanya, saya nggeh namanya adalah shine yang berarti bersinar. Membawa kedua anaknya tak membuat ia terlihat sibuk. Satu anak dibiarkan tertidur di kursi, sedangkan satu anak ia gendong sambil antri menggambil makanan. Selama acara, kami banyak ngobrol dan diskusi. Dari situ, saya baru tahu bahwa saya dan Mba Shine, saya memanggilnya, sama-sama satu kelompok arisan link.

Sejak saat itu, saya kemudian berjumpa lagi di acara launching produk anak. Sayangnya, kami nggak banyak ngobrol. Tetapi obrolan demi obrolan kemudian terjalin melalui whatsapp. Belakangan, saya baru mengetahui bahwa nama aslinya adalah Nur’anei.  Sedangkan nama Shine Fikri adalah nama pena yang ia pilih. Nama Shine merupakan pemberian nama drai temannya. Arti namanya sama dengan Nur, yakni cahaya. Sedangkan nama Fikri merupakan nama tokoh novel kesukaannya. "Harapannya agar otak saya selalu bersinar," katanya.  
 
Mba Shine Fikri

Makan Lontong Balap Pak Gendut di Surabaya

Selasa, September 27, 2016
Makanan ini, pernah membuat saya ngidam saat hamil Ayyas dulu. Pas hamil, saya pengen banget makan lontong balap. Iya, lontong balap. Mungkin karena pernah tinggak di Sidoarjo, Jawa Timur, jadi suka sekali makanan khas dari Jawa Timur. Tapi darimana membeli lontong balap di Jakarta? Setelah Nanya kiri nanya kanan, akhirnya dapat referensi makan lontong balap di Mall Pondok Indah. Harganya, berkali-kali lipat daripada harga yang biasanya saya beli. Tapi ya mau gimana lagi, sekali doang sih. Padahal tak lama kemudian saya pulang ke Sidoarjo dan tentu menikmati lontong balap. Hihii. Kabarnya, nama lontong balap ini berawal karena para pedagang lontong berjualan di satu tempat dengan bergantian memakai perlatan dan selalu ingin cepat selesai. Istilahnya, saling balapan (cepat-cepetan).



Tanpa Musik, Hidup Terasa Hampa

Senin, September 26, 2016

We've come so far my dear.
Look how we've grown.
I wanna stay with you.
Until we're grey and old.
Just say you won't let go 

Lirik lagu James Arthur berjudul ‘Say You Won’t let Go’ terkesan sendu. Tapi entah kenapa lagu ini sangat saya suka beberapa hari ini. Saya suka petikan gitar yang dilakukan James Arthur.  Entah kenapa pas banget, menusuk relung-relung hati #Eaaaaa.

Yuk, dengarkan musik

Saya dan Celana Jeans

Jumat, September 23, 2016
Hingga kini, bisa dibilang saya ini pengguna jeans yang setia. Saya merasa lebih nyaman beraktifitas menggunakan jeans. Kuliah, saya pernah memakai celana jeans yang belel, robek di bagian lutut. Kayaknya keren banget pas makai celana jeans model itu. Tentu saja, diprotes oleh pihak kampus. Akhirnya, saya pakai saat kegiatan luar kampus. Mama tahu kalau saya sangat suka celana jeans belel. Berulangkali Mama minta agar celana jeans itu dibuang saja. Tapi saya menolak. Akhirnya suatu hari saat saya pulang rumah, saya melihat celana jeans kesayangan sudah menjadi celana pendek. Teryata Mama menggunting celana kesayangan saya. Sedih, tapi mau bagaimana lagi. 


Celana Jeans kesayangan dengan tunik 

Hadiah Untuk Pasangan

Rabu, September 21, 2016
Ada banyak cara untuk membahagiakan pasangan. Mulai dari panggilan kesayangan, hingga memberikan hadiah. Ada pasangan yang kerap saling memanggil dengan panggilan sayang. Misalnya ‘sayang’ atau ‘cintaku’. Saudara saya punya panggilan sayang buat istrinya. Ia selalu memanggil dengan nama ‘honey’. Awalnya pas saya degar, terasa geli-geli gimana gitu. Tapi lama kelamaan, saya merasa panggilan sayang itu merupakan bukti sayangnya kepada istrinya. Teman saya yang lain, merasa lebih nyaman memanggil istrinya dengan nama saja. Tanpa embel-embel lainnya. “Kami menjadi lebih akrab satu sama lain,” kata teman saya itu.  
 
Hadiah untuk pasangan tercinta 

Kenapa Harus Ganti Handphone?

Kamis, September 15, 2016
Kemarin sore, saat perjalanan dari kantor ke rumah menggunakan commuterline, saya mendengarkan topik menarik tentang handphone. Pertanyaan sederhana saja, ‘apakah kamu mau membeli handphone seharga Rp 10 juta?’. Teryata banyak juga yang berminat untuk membeli handphone seharga Rp 10 juta. Kalau saya pribadi, andaikan punya uang tak akan membeli hanpdhone semahal itu. Mengapa? Dana sebesar itu menurut saya lebih baik untuk digunakan untuk keperluan lain. Namun saya percaya masing-masing pribadi punya pilihan sendiri mengapa memilih membeli handphone semahal itu.
 
Yaaa?? hallo ... 

Me Before You. Film Drama Romantis tentang Cinta dan Perjuangan Hidup

Sabtu, September 10, 2016
Seorang pria tampan, muda, ceria dan kaya raya. Pria itu adalah anak tunggal pewaris kerajaan bisnis. Ia memiliki tunangan cantik yang membuat hidup (hampir) sempurna. Tapi, kesempurnaan itu kemudian lenyap akibat kecelakaan yang membuat hidupnya berubah 180 derajat. Ia menjadi manusia yang hanya dapat menggerakkan kepalanya saja. Bahu hingga mata kakinya tak dapat digerakkan sama sekali. Tunangannya pun pergi meninggalkan Will. Perubahan itu membuat ia lebih memilih untuk mengurung diri di paviliun milik keluarga. Pria itu adalah Will Traynor (Sam Claflin).
Sumber foto : mebeforeyoumovie.com

Jalan-Jalan Bersama Myra Anastasia

Kamis, September 08, 2016
Salah satu bukti cinta seorang bunda adalah mengamati dan mencatat perkembangan anak dari waktu ke waktu. Saat anak lahir, mulai bersekolah, hingga wisuda. Itu pula yang dilakukan Mba Myra Anastasia, seorang blogger dan juga ibu dari dua anak. Kedua anaknya, Keke dan Nai selalu menghiasi blognya, kekenaima.com. Blog ini lebih didominasi keseharian Keke dan Nai. Pada Selasa, 18 Desember 2007, ia menulis pengalamannya saat mencari TK untuk si buah hati. Sembilan tahun kemudian, tepatnya 6 September 2016 Mba Myra menulis tentang Keke yang diwisuda. Dalam tulisannya, Mba Myra (yang selalu memanggil namanya Chi di blog) menggambarkan pengalaman Keke saat wisuda TK dan wisuda SD.
 
Foto cantik pemandangan alam karya Mba Myra

Yuk, Ke Perpustakaan Umum Daerah Jakarta yang Ramah Anak

Senin, September 05, 2016
Sudah sejak lama saya mengetahui bahwa ada perpustakaan umum DKI yang ramah anak. Berulangkali sahabat saya, Ais Zuhdi mengajak untuk ke perpustakaan umum Daerah DKI Jakarta. “Pokoknya bagus banget, Chi. Nggak bakalan nyesal pas buat ngajak kecil,” kata Ais. Tapi gimana ya, kalau hari biasa anak masih sekolah. Kalau hari Sabtu belum tentu saya bisa karena piket kerja.

Sabtu, 27 Agustus saya, Ayyas dan Mba Farah menemani suami di kampusnya. Karena sidang kuliah suami, kami (saya, Ayyas Mba Farah dan Ayyas) pun berinisiatif ke Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta. Kebetulan lokasi kampus di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Masuk ke Perpustakaan ini GRATIS. Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta terletak satu kompleks di Taman Ismail Marzuki (TIM). Saat kami tiba, sekitar pukul 08.45 WIB, perpustakaan belum buka. Perpustakaan baru buka pukul 09.00 WIB. Setelah mengisi daftar tamu, saya menyimpan tas di loker khusus. Nanti KTP dititipkan di petugas dan akan ditukar dengan kunci loker. Kita boleh membawa dompet, dan handphone tapi tak boleh membawa makanan dan minuman. Supaya tetap rapi, dompet dan handphone disimpan di tas transparan yang bisa dipinjam di loket penyimpanan barang. Perpustakaan terdiri dari tiga lantai.

Perpustaan lantai 2

Nasi Kuning Ambon di Jakarta Timur

Sabtu, September 03, 2016
Sebagai perantauan asal Ambon, saya tentu mencari-cari makanan khas Ambon, Maluku saat tinggal di Jakarta. Dan selama ini selalu tak berhasil. Kalaupun berhasil makan-makanan khas Ambon di Jakarta, itu pasti karena kiriman dari tante di Ambon, berhasil masak sendiri, atau dimasakin sahabat mama. Nah, kalau tante saya datang dari Ambon ke Jakarta selalu bawa makanan Ambon beraneka rupa. Saya pun senang sekali. Tapi ini tentu tak sering karena biaya tiket Ambon-Jakarta sangat mahal yakni di atas Rp 1,2 juta. Terkadang, sahabat mama yang tinggal di Bekasi selalu ngabarin “Chici kapan datang di rumah? Tante Lela masak nih. Hati siapa yang tak senang? Kalaupun berhasil masak sendiri, itu tentu setelah percobaan sekian kali. #Ehem

Nah, sudah sejak lama saya dikabarin kalau ada nasi kuning Ambon yang dijual di Condet, Jakarta Timur. Tempat itu tak hanya menjual nasi kuning saja, tetapi juga beraneka jenis kue khas Ambon. Dan berulangkali saya datang mengikuti petunjuk, selalu saja gagal. Suatu kali, sepupu papa yang saya panggil Ami Khalid, mengirim foto tempat makan yang menjual nasi kuning Ambon. Berbekal informasi itu, saya pun mencari. Tapi lagi-lagi gagal! Entahlah, kenapa jadi gagal ya ...


Nasi kuningnya enak. Ikannya sembunyi euy

Kiprah Annisa di Dunia Blog

Jumat, September 02, 2016
“Hai. Saya butuh 10 blogger untuk kerjasama dengan situs belanja. Silakan kirimkan nama blog dan DA teman”.

Kalimat itu menjadi kalimat yang kerap dilontarkan Mba Annisa Ae di berbagai percakapan di whatsapp group, facebook, hingga telegram. Ia hadir menawarkan berbagai kerjasama antara blogger dengan berbagai pihak. Saya menggenal mba Annisa sebagai blogger sebelum sama-sama di arisan link Blogger Perempuan. Kami berteman melalui facebook walaupun jarang saling menyapa. Namun saya kerap menyambangi blog miliknya www.annisae.com. Saya banyak belajar banyak saat menyambagi blognya.
 
Logo Mba Annisa

Merayakan Ulang Tahun di Jungleland, Sentul

Selasa, Agustus 30, 2016
Minggu 20 Agustus 2016 bertepatan dengan ulangtahun Ayyas ke 7, kami berempat (saya, suami, Mba Farah dan Ayyas) ke Jungleland Sentul, Bogor, Jawa Barat. Datang ke Jungleland adalah keinginan Ayyas sejak lama. Ia ingin kado ulangtahunnya adalah berkunjung di Jungleland. Dan, keinginannya terkabul! Alhamdulillah ...

Pukul 10.00 WIB, kami telah tiba di Jungleland. Suasana masih sangat sepi. Kami parkir tak jauh dari pintu masuk Jungleland. Mumpung masih sepi, kami pun menyempatkan diri untuk berfoto-foto di depan land mark Jungleland. Sayangnya lupa bawa tongsis. Alhasil, kami pun bergantian foto. Pas foto berempat, hasilnya kurang maksimal.

Action dulu ummi dan bapak

Launching Citrex Upin&Ipin Suplemen Makanan Untuk Anak

Minggu, Agustus 28, 2016
Pengalaman saya, saat anak masih belum sekolah, semua makanan dilahap. Brokoli dikukus, wortel di jus, sawi ditumis, semua dimakan tanpa menolak. Saya, sebagai orangtua tentu senang saat melihat anak makan tanpa pilih-pilih makanan. Tapi kini, setelah memasuki masa sekolah, anak saya yang berusia 7 tahun menjadi pemilih dalam urusan makanan. Untuk meminta ia makan sayuran, anak harus di dorong, dirayu. Sebagai orangtua, saya tentu merasa kuatir jika asupan gizi dalam tubuhnya berkurang. 

Alhasil, saya pun harus putar otak agar kebutuhan gizinya terpenuhi. Salah satu yang dilakukan adalah memberikan multivitamin. Tentu, tak sembarangan untuk memberikan multivitamin. Apalagi hingga kini banyak multivitamin yang beredar di pasaran. Sabtu, 27 Agustus 2016,di Mall of Indonesia (MOI) saya menghadiri launching suplemen makanan anak-anak Citrex Upin&Ipin atas undangan Emak-Emak Blogger. 

Susana launching Citrex Upin&Ipin

Auto Post Signature

Auto Post  Signature