Senin, Agustus 24, 2015

Nikmatnya Kukis



Masak apa ya? Itu sekelebat pertanyaan yang terlintas di kepala saya. Nah, Rabu, 24 Mei saya dan Ayyas memilih memasak Kukis Hias. Namanya hias, berarti harusnya ada hiasan beraneka warna. Nah, niat saya memang demikian, tapi ah lihat nanti. Akhirnyaaa, saya pun hanya memasak kukis dan tanpa di hias icing sugar. Hahhaaa. Ah, sudahlah, yang penting bahannya nggak banyak dan membuatnya pun tak sulit. Kali ini, saya memakai resep Kukis Hias ala Fatmah Bahalwan. 

Kukis Hias
oleh Fatmah Bahalwan

Bahan Kukis
100 gram gula halus
300 gram mentega
4 butir kuning telur
500 gram tepung terigu protein sedang
20 gram maizena
1 sdt vanila essens (saya skip)

Cara membuatnya :
1.       Kocok mentega dan gula halus hingga lembut.
2.       Masukkan kuning telur satu per satu dan dikocok lagi hingga tercampur rata
3.       Masukkan terigu, maizena dan vanila, aduk rata sampai bisa dibentuk. Bila adonan masih lunak, tambahkan terigu 1-3 sdm.
4.       Giling adonan di atas meja dengan ketebalan tertentu, misalnya 5mm. Cetak dengan cetakan kukis, pindahkan ke loyang.
5.       Oven dengan suhu 140 Celcius selama kurang lebih 30 menit atau sampai keemasan
6.       Keluarkan, biarkan dingin dalam loyang.
7.       Hias bagian atas kukis dengan royal icing warna yang diinginkan. Biarkan kering atau oven dengan suhu 100 derajat celcius selama 15 menit. Angkat

Catatan :
Saya terlalu percaya diri mampu memasak kukis ini. Jadi, tanpa membaca dengan lengkap cara membuatnya, saya langsung memasukkan gula halus dan tepung terigu menjadi satu. Lalu saya masukkan juga kuning telur dan mentega. Setelah itu baru saya sadar, bahwa seharusnya kocok mentega dan telur terlebih dahulu. Rasanya kuatir kukis ini bakalan gagal. Apalagi tepung terigunya hampir setengah kilo dan ini produk kukis pertama saya. Tapi saya memutuskan untuk memasukkan semua bahan menjadi satu. Alias menggunakan metode All in One. Saya mengaduknya menggunakan mikser kecepatan rendah, dan tepung terigu pun bertebaran di mana-mana. Hahhaaa. Akhirnya saya mengaduknya dengan menggunakan spatula dan kemudian dilanjutkan mengaduk dengan tangan.

Setelah tercampur rata, saya pun mencetaknya dengan cetakan kukis yang saya beli seharga Rp 30 ribu dan Rp 15 ribu. Dan, teryata butuh ketelatenan ya untuk mencetak kukis ini. Apalagi Ayyas yangs ejak awal bilang mau bantu saya, malah memilih asyik bermain (walau sebelumnya dia yang mengayak gula halus dan sempat mencetak kukis awalnya). Dan akhirnya, kukis saya pun tercetak semua. Namun kedepan, kalau kukis mau dicetak harus di atur dengan rapi sehingga bisa muat banyak kukis untuk dipanggang.

Saya memasak dengan suhu 150 derajats celsius dan belum sampai 30 menit, kukis saya sudah berwarna kekuningan dan aromanyaaa, mmhh luar biasa harum. Saking penasaran dengan rasa dan harumnya, dalam kondisi panas saya pun memakan kukis perdana. Dan rasanyaaa ….. luar biasa nikmat. Ayyas pun tak henti-hentinya memakan kukis ini. Bahkan dia pesan untuk di bawa ke sekolah. Lain kali, saya akan memasak kukis ini lengkap dengan hiasan icing. Nanti saya akan share hasilnya disini

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar