Kamis, Desember 11, 2014

Sekolah Terbaik bagi Anak!



Tolak ukur sekolah terbaik bagi anak berbeda-beda. Ada yang memilih alasan jarak, mata pelajaran, guru-guru, kebersihan sekolah hingga biaya pendidikan. Sekolah yang terlalu jauh akan membuat anak akan kelelahan saat menempuh perjalanan. Walaupun ada fasilitas antar jemput, saya pribadi lebih memilih sekolah yang dekat dengan rumah. Terkait mata pelajaran, bagi saya sekolah dasar sebaiknya tidak terlalu penuh dengan berhitung, membaca dan sebagaiannya. Namun pengenalan akhlak, ayat-ayat Al Qur’an, permainan yang menyenangkan, menjadi pilihan saya sebagai orangtua. Ini yang saya rasakan saat Ayyas di TK. Banyak perlombaan mengasah kreativitas anak dan juga melibatkan orangtua. Saya dan suami juga memilih sekolah yang memiliki guru-guru yang bisa diandalkan. Saya memilih guru yang menganggap anak-anak dis ekolah adalah anaknya juga dan bukan anak orang lain. Jika guru menganggap anak didiknya sebagai anaknya sendiri maka perhatian kepada anak menjadi lebih utama.

Saya merasakan manfaatnya selama Ayyas sekolah di TK Al-Biruni. Ayyas sangat diperhatikan dan guru tidak sungkan memberitahukan apapun kepada orangtua. Ayyas saat mengalami mimisan, lima guru menyampaikan kabar Ayyas mimisan. Buku penghubung yang dimiliki TK menjadi sarana orangtua mengetahui apa yang dipelajari anak di sekolah. Persoalan biaya? Nah, ini ada hitungan tersendiri. Walaupun suami istri bekerja, biaya pendidikan yang besar tentu juga memberatkan orangtua. Rabu kemarin, saya bersama Ayyas menuju salah satu sekolah idaman Ayyas SD. Untuk mendaftar, orangtua harus membeli formulir sebesar Rp 400 ribu. Tahun lalu, uang pendaftaran dan uang masuk sekolah bulan pertama sebesar Rp 14 juta. Untuk biaya pendidikan setiap bulan, orangtua harus mengeluarkan biaya Rp 450 ribu. Mahal? Ya begitulah. Ini mungkin sesuai dengan kalimat, ‘Orang Miskin Dilarang Sekolah’.

Bagi yang memiliki pendapatan standar, biaya ini tentu memberatkan. Alternatif sekolah lain, uang pendaftaran di atas Rp 6 juta dengan biaya bulanan di atas Rp 300 ribu. Bersekolah di sekolah negeri belum menjadi pilihan saya dan suami. Alasannya, biarlah saya dan suami yang tahu. Saya belum memutuskan di sekolah mana Ayyas akan bersekolah. Semoga yang terbaik untuk Ayyas *ketjup*

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar