Sabtu, Mei 10, 2014

Ketika Maraknya Kejahatan!




 Sebagai jurnalis, informasi datang dari banyak pihak dari berbagai kalangan. Termasuk informasi terkait kejahatan. Pemberitaan semakin ramai saat pemberitaan kasus kejahatan seksual di JIS. Wawancara berbagai pihak pun dilakukan. Tak berhenti disitu, entah kenapa kejahatan pun mengular. Tak lama kemudian, informasi datang soal kejahatans eksual yang dilakukan seorang pria bernama Emon di Sukabumi. Jumlahnya nggak tanggung-tanggung yakni mencapai 100 anak! Mengerikan. Saya merinding membaca kiriman berita dari kawan-kawan kontributor. Di sekolah, di rumah, tak ada lagi tempat yang aman bagi anak. Lalu kemana lagi anak harus bermain jika di tempat yang seharusnya aman malah membuat dia tidak nyaman?

Informasi yang datang itu membuat saya pun menjadi semakin berhati-hati. Berulangkali saya sampaikan ke anak agar menjaga diri dari orang yang tidak dikenal. Jangan pernah ada yang mau di pegang-gelang! Teriak!

Saya juga menyampaikan itu hingga ke sekolah Ayyas. Bunda di sekolah Ayyas mengatakan kalau sekolahnya sudah menyampaikan hal yang sama kepada murid-muridnya. Tapi tentu, kita harus selalu menjaga anak dengan sebaik-baiknya. Berdoa kepada Tuhan dan selalu terbuka dan komunikasikan kepada anak atas apapun.

Tanyakan, “sudah makan apa?’, “main apa tadi di sekolah”, “main sama siapa saja”. Intinya, komunikasi dengan anak. Kerjasama dengan pasangan, asisten rumah tangga, hingga Bunda di sekolah harus berjalan dengan baik. Tuhan, lindungilah anak-anak kami ….

Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar