Jumat, April 18, 2014

Mimisan!





Saya tidak pernah mimisan. Tapi Ayyas pernah mimisan. Bukan sekali, tapi berulang kali. Awalnya di usia tiga tahun saat sedang bermain, tiba-tiba darah mengucur dari hidungnya. Panik, saya gemetar. Ayyas tetap diam tanpa tahu apa yang terjadi. Saya sadar sikap saya yang terlalu panik tak bagus buat anak. Tapi ya, mana ada orangtua yang tak panik. Setelah berusaha tenang, saya mulai membersihkan hidungnya dengan tisue basah. Ayyas saya peluk. Di bajunya ada tetesan darah.

Selang beberapa hari kemudian, Ayyas kembali mimisan. Tepatnya saat ada pengajian di mesjid. Usai shalat Isya, saya melihat Ayyas di pangku guru mengaji. Ada darah yang keluar dari hidungnya. Tak sempat mengikuti pengajian, saya bawa Ayyas jalan kaki. Saya menggendongnya dari mesjid hingga ke rumah. Badannya yang semakin besar tentu membuat saya kewalayan. Tapi, demi anak. Rasa capek tentu tak terasa. Sesampainya saya di rumah, saya bersihkan hidungnya.

Pernah juga saat saya jaga malam, suami mengabarkan bahwa Ayyas mimisan. Ada foto yang dikirim kepada saya. Di hidung Ayyas dipasang daun sirih yang sudah digulung. Sedih juga melihat dia mimisan dan saya tak berada di sampingnya.

Penasaran, kami bertanya ke dokter mengapa Ayyas kerap mimisan dan apa bahayanya pada anak. Setelah diskusi, teryata dokter mengatakan bahwa mimisan yang di alami Ayyas adalah hal yang wajar. Saat anak mimisan, posisi kepala harus mengarah ke bawah. Dan, sediakanlah daun sirih.

Kabarnya, daun sirih bisa untuk meredakan mimisan. Bahkan kami sempat menyediakan beberapa helai di kulkas. Bahan kimia yang terkandung pada daun sirih antara lain minyak esensial, hydroxycatechol, chavicol, chavibetol, eugenol, methyl eugenol, kariofilena, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula dan pati. Nah kabarnya, kandungan inilah yang membuat daun sirih dapat menghentikan perdarahan pada saat mimisan. Sejauh ini, penggunaan daun sirih efektif untuk mengobat mimisan yang di alami Ayyas.

Satu hal yang membuat saya tenang, mimisan kabarnya akan semakin berkurang menjelang ia besar nanti. Hal ini terjadi pada suami saya. Dan, mungkin karena terlalu sering mimisan, tanggal 17 April 2014, ia mimisan di sekolah. Gurunya panik, tapi Ayyas tenang. Saya akhirnya menyampaikan lagi tentang kondisi Ayyas yang kerap mimisan dan bagaimana cara mengatasinya. Mimisan? Enyahlah!


Wulansari Rach Alida Bahaweres

Seorang Ummi, istri, jurnalis dan blogger. Aktif menulis dan memberikan pelatihan menulis. Kontak kerjasama ke @lidbahaweres dan lidbahaweres@yahoo.com. Twitter dan instagram : @lidbahaweres. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar